Site icon nuga.co

Virzha Jengkel Kreatifitas Dhani Dikecam

Muhammad Devirzha, atau akrab di sapa dengan Virzha Idol, tidak setuju terhadap kecaman kreatifitas bermusik Ahmad Dhani dalam lagu “Prabowo We Will Rock You” dijadikan komoditas politik murahan karena tampilan sang pemusik memakai seragam “:mirip” Nazi.

Ditemui disebuah kesempatan oleh wartawan “nuga” di Jakarta, Gery Haryanto, Jumat pagi, 04 Juli 2014, Virzha, peringkat tiga Indonesian Idol 2014, dengan geram menuding orang-orang yang membuat heboh gaya Ahmad Dhani di video klip itu, yang di unduh YouTube selama dua menit tiga puluh empat detik, sebagai “kurang kerjaan.”

Menurutnya, tak ada yang salah dalam gaya Dhani mengaransemen musik dan lagu yang mirip dengan “We Will Rock You” milik Queen. “Siapa pun berhak untuk menggubah lagu dengan irama musik yang mirip. Apa salahnya,” kata Virzha.

Virzha sendiri, bersama dengan Nowela dan Husein, ikut dalam video klip itu. Virzha berpakaian mirip tentara tapi tanpa emblem nazi. Ia bersama Nowela dan Husein memberi warna dengan gaya dan vokal untuk lebih menyemarakkan lagu itu.

“Saya puas dengan kreatifitas Dhani. Ia memang jago dalam mengaransemen. Buktinya, banyak ucapan simpati berdatangan terhadap video klip itu. Kalau pun ada yang bikin heboh itu karena mereka punya kepentingan,” tutur lelaki berambut panjang dan dikenal dengan “goyang ngangkang”nya kala di panggung “spekta” Idol.

Baik Virzha maupun Husein secara langsung ikut terrpengaruh dengan video klip itu. Virzha dengan sedikit canda mengatakan, ikut kecipratan popularitasnya.

Menurut Virzha, dalam video klip sama sekali tidak ada upaya terhadap Ahmad Dhani untuk melakukan penekanan terhadap simbol-simbol, namun sekedar seni dalam bermusik.

“Mas Dhani tidak berniat untuk menyudutkan apapun dan siapapun, itu murni merupakan seni dalam bermusik,” ujar Virzha.

Sementara itu, secara bersamaan, Husein mengaku tidak mengetahui perihal simbol-simbol pakaian yang dikenakan oleh Ahmad Dhani tersebut.

“Saya sama sekali tidak tahu simbol-simbol tersebut, karya yang saya tahu Mas Dhani memang sangat suka dengan pakaian-pakaian ala militer,” ujar Husein.

Ia juga menambahkan agar video klip tersebut tidak dibesar-besarkan lagi sehingga situasinya bisa lebih damai jelang pemilu.

“Saya sih inginnya Indonesia tetap selalu damai dan tidak ada ribut-ribut lagi,” pungkasnya.

Dalam video c
klip itu Dhani mengenakan pakaian ala Heinrich Luitpold Himmler, Pimpinan SS, Schutzstaffel, Nazi Jerman. Selain itu lagu asli band Queen berjudul “We Will Rock You” yang digubah Dhani itu tak mendapat izin dari sang pemiliknya.

Berbagai kalangan mengecam bahwasanya Ahmad Dhani menganut faham fasisme, ada yang mengecam bahwa Dhani telah membuka kenangan lama yang pahit yang pernah ditorehkan oleh NAZI, ada pula yang mengecam bahwa video tersebut merupakan kampanye politik terburuk.

Dalam sebuah kesempatan Ahmad Dhani Prasetyo mengaku seragam pasukan elite Nazi, SS, yang dipakainya dalam video klip kampanye dukungan untuk Prabowo Subianto merupakan pakaian paling keren.

“Saya punya banyak setelan jas, tapi seragam Nazi itu paling keren,” kata Dhani.

Seragam Nazi itu sempat menjadi perbincangan di dunia maya, bahkan beberapa media asing ikut mengomentari. Ketika ditanyai ikhwal tersebut, Dhani menilai media asing bodoh. “Mereka bodoh-bodoh,” kata dia.

Tentang heboh lainnya, bahwa Dhani dipukul Prabowo gara-gara lagu itu, san bos RCM itu membantahnya. Dhani menuding isu itu dibuat oleh wartawan bodrek yang mengutip dari akun Twitter palsu Fadli Zon dan Mahfud Md.

“Pak Prabowo marah lantaran media asing melakukan black campaign,” kata Dhani. Menurut Dhani, apa yang dilakukan oleh wartawan asing itu tak ada bedanya dengan wartawan bodrek yang ada di Indonesia. “Mereka tidak ada konfirmasi ke kita,” kata dia.

laporan wartawan “nuga” di jakarta, gery haryanto

Exit mobile version