Site icon nuga.co

Spielberg Bikin Indiana Jones Versi Wanita

Ingat Indiana Jones? Pasti Anda tak pernah melupakan Steven Spielberg

Ya, Spielberg.

Dan dialah “otak” dari film itu hingga melekat ke ingatan semua orang di dunia.

Iya juga ketika  Spielberg  memiliki rencana untuk membuat Indiana Jones.

Terutama versi perempuan

Itu akan diwujudkannya usai serial kelima petualang tersebut yang bakal tayang dua tahun mendatang.

“Saya merasa bersyukur dipengaruhi oleh perempuan, beberapa dari mereka adalah orang yang amat saya cintai, ibu dan istri saya,” kata Spielberg ketika diwawancara oleh The Sun.

“Sekuel kelima nanti akan menjadi film Indiana Jones Harrison Ford terakhir, saya amat yakin, namun ini akan ada kelanjutan setelahnya,” lanjut Spielberg.

 

“Kami sepertinya harus mengubah namanya dari Jones ke Joan. Dan tidak ada yang salah soal ide itu,” kata sutradara peraih Oscar ini.

Steven Spielberg telah menggarap film karangan George Lucas itu sejak versi pertama, tiga puluh tujuh tahun lalu dan telah menghasilkan empat film yang semuanya dibintangi Harrison Ford.

Sedangkan sekuel keempat, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystall Skull rilis sepuluh tahun silam.

Spielberg sempat mengatakan pada dua tahun lalu, ia tidak dapat memikirkan aktor lain pengganti Harrison Ford untuk memerankan sosok arkeolog fiktif tersebut.

“Saya tidak berpikir ada yang lain yang mampu menggantikan Harrison sebagai Indiana, saya tidak berpikir itu akan terjadi,” kata Spielberg kala itu kepada Screen International.

Rumor mengganti Harrison Ford sebagai Indiana Jones beredar ketika Ford mulai memasuki usia 70-an. Banyak yang mulai berpendapat untuk memberikan karakter Indiana Jones kepada aktor baru.

Namun Spielberg kembali mementahkan ide tersebut.

“Sudah pasti bukan niat saya untuk memiliki aktor lain memerankan karakter Indiana Jones seperti ketika aktor lain memerankan Spider-Man atau Batman,” kata Spielberg.

“Hanya akan ada satu aktor yang memerankan Indiana Jones dan itu adalah Harrison Ford.” kata Steven Spielberg, dikutip dari People.

Sepekan yang lalu, dalam sebuah keterangannya, sutradara kondang itu mengkritisi masuknya film-film orisinal Netflix di deretan nominasi Oscar. Ia tak sepakat dengan hal itu.

“Anda jelas, jika itu sebuah acara bagus, pantas [mendapatkan sebuah penghargaan] Emmy. Tapi bukan sebuah Oscar,” ujar Spielberg kepada ITV News tentang film-film yang diluncurkan lewat platform layanan streaming.

Sutradara yang akan merilis Ready Player One ini percaya bahwa format layanan streaming yang mudah diakses seperti Netflix telah membuat para sineas kurang bersemangat untuk mendapatkan dana dan mendaftarkan film mereka ke festival-festival.

“Makin sedikit sineas yang akan kesulitan untuk mendapatkan uang atau untuk pergi berkompetisi di festival film Sundance,” katanya.

“Lebih banyak dari mereka akan membiarkan bisnis-bisnis SVOD  atau streaming atau subscription video on demand membiayai filmnya, mungkin dengan janji sepekan penayangan di bioskop agar bisa memenuhi syarat untuk ikut masuk nominasi]penghargaan sebagai sebuah film.”

“Namun, faktanya, saat Anda berkomitmen terhadap format televisi, maka Anda adalah sebuah film televisi.”

“Saya tidak percaya bahwa film-film yang mendapat tiket lolos kualifikasi, hanya di beberapa bioskop untuk kurang dari sepekan, harus lolos untuk nominasi Academy Award [Oscar],” ucapnya tegas.

Sineas yang kini berusia tujuh puluh satu tahun ini pun melihat bahaya yang disebabkan industri kepada para pembuat film.

Menurutnya, ini adalah sebuah tantangan bagi sinema, seperti apa yang dilakukan televisi pada awal lima puluhan yang menarik orang menjauh dari bioskop dan semua orang tinggal di rumah.

“Karena lebih asyik tinggal di rumah dan menonton sebuah komedi di televisi daripada pergi menonton film. Hollywood terbiasa dengan itu. Kami juga terbiasa menjadi sangat kompetitif dengan televisi,” katanya.

Ia menambahkan, “Televisi kini lebih keren daripada kapanpun di sejarah pertelevisian. Ada penulisan, pengarahan, penampilan, dan cerita yang lebih baik yang disampaikan. Televisi sangat berkembang dengan kualitas dan hati, namun itu menimbulkan bahaya yang jelas untuk para penonton film yang suka pergi ke bioskop.”

Spielberg kemudian mengonfirmasi bhawa dia tidak berencana untuk menyesuaikan diri dengan tren membuat film dengan layanan streaming.

“Saya masih akan membuat The Post untuk audiens, meminta mereka, ‘Mohon pergi ke bioskop untuk menonton The Post,’ dan tidak membuatnya langsung ke Netflix,” katanya yakin.

Melansir The Hollywood Reporter, Netflix telah mengumpulkan delapan nominasi Oscar selama beberapa tahun belakangan.

Mudbound meraih empat nominasi pada Academy Awards tahun ini, yakni kategori aktris pendukung terbaik, lagu orisinal terbaik, skenario adaptasi terbaik dan sinematografi terbaik.

Film orisinal Netflix yang juga berhasil lolos ke ajang perfilman bergengsi ini termasuk film dokumenter pendek Heroine), film berbahasa asing garapan sineas Hungaria On Body and Soul, dan film dokumenter Icarus dan Strong Island.

Exit mobile version