Site icon nuga.co

Rihanna Menyapa dengan Sledgehammer

Rihanna akhirnya menyapa  penggemarnya lewat  lagu baru berjudul Sledgehammer yang merupakan soundtrack film Star Trek Beyond.

Sebelum lagu itu tayang, seperti ditulis “metropolitan,” Selasa, 28 Juni 2016, penggemarnya sempat panasaran dengan ketertutupan Rihanna terhadap  aksinya itu.

Dua hari sebelumnya  sang biduan itu sempat membocorkan cuplikan Sledgehammer via akun media sosialnya.

Got something for y’all tomorrow,” cuitnya.

Dan hari ini, sesuai janjinya, ia merilis lagu baru tersebut streaming via online.

As a Star Trek fan, I am honored to have the theme song for the new @StarTrekMovie,” cuit Rihanna via akun Instagram.

Ribuan orang sontak berkomentar. Ada yang merasa hatinya “diketuk palu” oleh Rihanna

Ranah media sosial pun mendadak ramai menyambut lagu ballad dari sang bintang yang terdengar dramatis dan soulful.

Oh I was sure, your words would leave me unconscious / And on the floor I’d be lying cold, lifeless / But I hit a wall, I hit ‘em all, watch the fall / You’re just another brick and I’m a sledgehammer,” sang dara asal Barbados melantunkan lirik lagunya.

Sledgehammer diciptakan oleh Sia, penyanyi dan penulis lagu asal Australia yang gemar mengenakan wig pirang berponi panjang hingga menutupi seluruh wajah.

Sebelumnya, Rihanna menyanyikan lagu lain kreasi Sia, Diamonds, yang menjadi hits, pada empat tahun silam.

Trailer atau cuplikan adegan Star Trek Beyond memperlihatkan Captain Kirk, diperankan oleh Chris Pine, yang bertarung melawan keputusan dirinya sendiri untuk mengomandoi awak Enterprise. Film ini juga dibintangi oleh Zoe Saldana, Zachary Quinto

Star Trek Beyond menjadi film terakhir Anton Yelchin yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sepekan lalu.

Beyond, yang merupakan waralaba pemungkas Star Trek, akan ditayangkan di bioskop pada 22 Juli 2016 mendatang.

Lagu Rihanna memang sering mengundang decak kagum.

Setelah Tame Impala, kini giliran grup band indie rock asal Inggris, The Kills yang menyanyikan ulang lagu Rihanna.

Lagu itu digubah kembali dengan  berjudul Desperado.

The Kills membawakan lagu itu saat tampil dalam acara radio SiriusXMU.

Mereka diundang tampil di acara bincang radio dalam rangka promosi album terbaru mereka yang berjudul Ash and Ice.

Sang pemetik gitar, Jamie Hince, memproduseri album musik itu bersama John O’Mahony, yang sebelumnya sempat memproduseri album musik The Cribs.

Dalam keterangan resmi mengenai album barunya, sang vokalis, Alison Mosshart mengaku sangat puas dengan penyusuan album Ash and Ice.

“Lagu pertama yang dibuat berjudul Ash and Ice. Jamie memang seperti itu, selalu membuat judul lagu menjadi tema keseluruhan album,” kata Mosshart.

“Saya rasa, ia terinspirasi dari pesta-pesta yang didatangi, di mana banyak orang membuang abu rokok ke dalam gelas yang berisi es batu,” lanjutnya.

Usai merilis album baru, The Kills akan mengadakan konser di beberapa kota di Inggris

Exit mobile version