Site icon nuga.co

Polisi Cari Pengedar Narkoba untuk Lovato

Masih dengan Demi Lovato yang dijerat narkoba

Ya, belum lama ini jaksa wilayah Los Angeles mengatakan hakim telah mengeluarkan surat penangkapan untuk Brandon Johnson, yang diduga merupakan pengedar narkoba di kalangan selebriti Hollywood, salah satunya kepada Demi Lovato.

Melansir TMZ , Johnson menjadi buronan bukan karena memberikan narkoba kepada Lovato.

Melainkan karena tidak hadir dalam pembacaan dakwaan pada Senin   lalu untuk kasus kepemilikan kokain dan berkendara dalam pengaruh alkohol dan narkoba yang terjadi pada Juni lalu.

Hakim ingin Johnson segera ditangkap dan menghadapi pengadilan.

Bila kembali ditangkap, Johson akan ditahan

Sebelumnya ramai diberitakan kalau Lovato mendapatkan narkoba dari Johnson.

Ia ditemukan overdosis Oxycodone yang mengandung senyawa mematikan fentanyl pada Juli lalu.

Paramedis disebut menemukan Lovato tak sadarkan diri di rumahnya dan segera diberi pertolongan pertama.

Ia kemudian dilarikan ke Cedars-Sinai Medical Center dan dirawat selama 10 hari kemudian menjalankan rehabilitasi.

Lovato tampaknya benar-benar ingin ‘move on’ dari pengalaman overdosis yang terjadi padanya beberapa waktu lalu.

Ia dikabarkan menjual rumah lokasi dirinya ditemukan overdosis tersebut.

Rumah tersebut diketahui memiliki empat kamar tidur dan lima kamar mandi dan mulai dipasarkan di sebuah laman penjualan daring.

Namun kenangan Demi pada rumah tersebut ternyata tak bagus.

Sebelum kejadian overdosis, pada Januari tahun lalu dikabarkan rumah tersebut terancam tertimbun longsoran sisi bukit setelah badai terjadi dan membuat tanah di sekitar rumah itu tak stabil.

Belum lama ini, Ibunda Demi Lovato, Dianna De La Garza mengisahkan momen menegangkan bagi dirinya kala mendapatkan kabar penyanyi itu overdosis pada Juli lalu.

Dalam wawancara dengan Newsmax TV,  De La Garza mengaku mengetahui kabar mengejutkan tersebut justru dari pesan singkat yang membuatnya ketakutan.

“Pesan-pesan berdatangan, ‘saya baru mendengar beritanya, saya turut sedih, saya berdoa untuk keluargamu, saya berdoa untuk Demi’. Saya syok, apa yang terjadi? Jantung saya seolah berhenti,”

De La Garza kemudian mengaku mendapatkan panggilan dari asisten Lovato saat itu, Kelsey, sebelum dirinya membuka sebuah artikel yang ditayangkan oleh TMZ tentang kondisi anaknya itu.

“Kelsey bicaranya muter-muter seperti terjadi sesuatu yang buruk dan kemudian dia berkata ‘saya perlu memberi tahu Anda apa yang sedang terjadi, Anda akan melihat beritanya mulai bermunculan’,” kenang De La Garza soal perbincangannya dengan Kelsey.

“Kata berikutnya yang datang darinya adalah kata yang amat sangat sulit untuk didengar oleh para orang tua,” kata De La Garza. “Dia mengatakan, ‘Demi overdosis’,”

Selayaknya orang tua, De La Garza mengaku amat terkejut dengan kabar tersebut. Dirinya sontak tak dapat mencerna dengan baik perkataan Kelsey, orang yang paling dekat dan mengetahui dengan persis kelakuan putrinya itu di luar pengamatan orang tua.

“Hal itu adalah sesuatu yang tidak pernah diharapkan, kapan pun, oleh orang tua tentang anak-anaknya. Saya takut untuk bertanya, namun saya harus.. ‘Apa Demi baik-baik saja?’. Dan Kelsey berhenti berbicara,” kata De La Garza.

“Tak lama, Kelsey berbicara, ‘Dia sadar, tapi Demi tak berbicara sama sekali’. Saat itu saya tahu kami ada dalam masalah,” lanjutnya.

De La Garza segera bergegas ke unit gawat darurat RS Cedars-Senai di Los Angeles, tempat Demi Lovato dilarikan oleh kawan-kawannya.

De La Garza mengaku baru kala itu melihat putri kesayangannya dalam kondisi yang amat tidak baik. Putri kesayangannya disebutnya “dalam kondisi buruk”. Langit serasa runtuh baginya.

Namun sebagai ibu, instingnya membuat dirinya harus menguatkan Demi. Dia berkata kepada Demi bahwa dirinya mencintai pelantun ‘Let It Go’ tersebut.

“Kala itu, dia mengatakan kembali ke saya ‘Saya juga cinta ibu’. Sejak saat itu, saya tidak pernah membiarkan diri saya untuk berpikir bahwa semuanya tidak akan baik-baik saja. Kami hanya tidak tahu untuk dua hari apakah dia akan berhasil atau tidak,” kata De La Garza.

“Saya hanya merasa alasan Demi bertahan hidup hari ini adalah karena jutaan dan jutaan doa yang datang untuknya kala itu,” lanjutnya yang kemudian berterima kasih kepada tim medis yang menolong Demi.

Kini, diberitakan ET, De La Garza mengatakan kondisi anaknya telah membaik amat signifikan.  “Saya dapat jujur mengatakan pada hari ini bahwa Demi dalam kondisi amat baik,” katanya.

“Demi bahagia, dia sehat. Dia tengah menjalani pemulihannya dan dia mendapatkan bantuan yang ia butuhkan, dan itu sendiri yang meyakinkan saya soal masa depannya dan masa depan keluarga kami.”

Demi Lovato sendiri yang sedang dalam pemulihan overdosisnya, telah memutuskan untuk membatalkan sejumlah jadwal konser ‘Tell Me You Love Me Tour,’ menyusul proses pemulihan usai dirawat di rumah sakit karena overdosis.

Dia seharusnya tampil di enam kota di Amerika Selatan musim gugur mendatang.

Informasi itu diumumkan secara resmi oleh pihak promotor Live Nation kepada Variety.

“Sayangnya, Demi Lovato membatalkan jadwal konser ‘Tell Me You Love Me Tour’ yang akan datang di Amerika Selatan karena ia fokus pada pemulihan kesehatannya,” demikian pernyataan promotor, dikutip Variety.

Lovato seharusnya tampil di Chili, Argentina, dan Brasil mulai pertengahan November mendatang. Namun kini para penggemar yang telah membeli tiket dilaporkan mulai dapat menukarkan kembali dengan uang mereka.

Lovato dilarikan ke rumah sakit pada bulan lalu karena overdosis. Pelantun Heart Attacks ini menghabiskan waktu beberapa minggu beristirahat di Rumah Sakit Cedars-Sinai di Los Angeles. Ia diperbolehkan keluar dari rumah sakit dua pekan kemudian.

Namun, Lovato masih menjalani rehabilitasi. Sepulang dari rumah sakit, gadis berusia 25 tahun itu sempat menuliskan pesan panjang di Instagram.

“Saya selalu terbuka soal perjalanan saya soal kecanduan,” ia mengawali. Dari kejadian kemarin sang nomine Grammy Awards menyadari, penyakit itu tidak akan hilang begitu saja ditelan waktu. “Ini adalah sesuatu yang harus harus terus saya hadapi dan belum selesai.”

Dia lantas berterima kasih pada staf rumah sakit, timnya, keluarga, yang telah berada disampingnya selama dirawat di rumah sakit. Bukan hanya keluarganya langsung bertolak ke rumah sakit sesaat setelah ia dirawat, teman-temannya sesama selebriti pun berbondong-bondong memberi dukungan di media sosial.

Bagi Lovato, doa positif mereka sangat membantunya menghadapi masa-masa sulit.

“Tanpa mereka, saya tidak akan berada di sini dan menulis surat ini untuk kalian,” tulisnya, tak lupa menyebut staf di RS Cedars-Sinai di Hollywood yang menanganinya.

Pelantun Sorry Not Sorry itu kemudian undur diri dan meminta waktu untuk menghadapi masa pemulihan. Meski begitu, ia tetap akan selalu mengingat dukungan semua orang.

“Saya menanti suatu hari nanti saat saya bisa keluar dari sisi yang lain. Saya akan terus berjuang,” demikian ia menutup ‘suratnya’ dengan sebuah janji yang tak mudah.

Selain membatalkan turnya Demi Lovato juga membatasi komunikasinya keluar.

Sumber dalam yang dekat dengan Demi Lovato menyebut pelantun Let It Go itu “belum berkomunikasi dengan siapa pun dan hanya fokus pada dirinya sendiri,”

Aksi Demi Lovato itu termasuk membatasi komunikasi dengan mantannya, Wilmer Valderrama yang selama ini diketahui amat memperhatikan Lovato kala ia dirawat di rumah sakit.

“Wilmer telah menghubungi keluarga Demi dan memeriksakan kesehatannya. Namun ia tak bisa berkomunikasi dengan Demi karena perawatan tersebut,” kata sumber itu.

“Keluarga mencoba memastikan mereka mengurangi semua gangguan dan ingin Lovato fokus pada kesehatan dirinya sendiri saat ini,” lanjut sumber itu.

Namun sumber itu mengatakan bahwa secara keseluruhan kondisi fisik dan mental Demi Lovato jauh lebih baik.

“Demi ini menjadi lebih terbuka dan bahagia ia mendapatkan bantuan yang ia butuhkan. Terutama ketika dia mulai memahami seberapa parah yang terjadi lalu dan bahwa ia hampir mati,” kata sumber tersebut.

Demi sendiri akhirnya buka suara untuk pertama kalinya tentang kejadian tersebut pada pekan lalu. Ia mengucapkan hal itu melalui pernyataan di akun Instagram miliknya.

“Saya selalu terbuka soal perjalanan saya soal kecanduan,” ia mengawali. Dari kejadian kemarin sang nomine Grammy Awards menyadari, penyakit itu tidak akan hilang begitu saja ditelan waktu. “Ini adalah sesuatu yang harus harus terus saya hadapi dan belum selesai.”

Ia mengucapkan terima kasih pada orang-orang di sekelilingnya yang telah mendukung. Bukan hanya keluarganya langsung bertolak ke rumah sakit sesaat setelah ia dirawat, teman-teman selebriti pun berbondong-bondong memberi dukungan di media sosial.

“Tanpa mereka, saya tidak akan berada di sini dan menulis surat ini untuk kalian.”

Lovato kemudian undur diri dan meminta waktu untuk menghadapi masa pemulihan. Meski begitu, ia tetap akan selalu mengingat dukungan semua orang.

“Saya menanti suatu hari nanti saat saya bisa keluar dari sisi yang lain. Saya akan terus berjuang,” demikian ia menutup ‘suratnya’ dengan sebuah janji yang tak mudah

Exit mobile version