Site icon nuga.co

Misteri Kematian Prince Kembali Heboh

Prince, musisi top dunia itu memang sudah “pergi.”

Ia didapati meninggal di lift rumahnya dan telah dua bulan dimakamkan.

Namun begitu, misteri kematian Prince masih saja bergentayangan lewat berbagai versi yang dikemukakan pengamat dan media.

Ya, Prince sudah diantarkan sampai ke peristirahatan terakhir.

Tapi apakah kontroversi  kematiannya bisa dibungkam?

Kabar terakhir menyebut, Prince meninggal bukan karena kecelakaan.

Dan dua bulan setelah kematiannya, In Touch memberitakan bahwa ikon musisi itu meninggalkan pesan kematian.

Pesan itu mengisyaratkan bahwa Prince sengaja membuat dirinya overdosis obat-obatan.

Akibat overdosis itulah Prince ditemukan tak bernyawa di elevator rumahnya di Minnesota, April lalu. Kabar itu sempat menggemparkan.

Dikutip dari Ace Showbiz, catatan kematian itu ditemukan di antara buku-buku dan kertas-kertas Prince yang berantakan. Penemunya, pegawai studio Prince, menyembunyikan itu dari pihak berwenang.

Mereka percaya, itulah yang diinginkan Prince

“Prince ingin dikenang sebagai seseorang yang jika bukan terhebat, maka salah satu bintang pop sepanjang masa,” kata salah satu sahabat Prince kepada media.

Ia melanjutkan soal sosok yang diinginkan Prince untuk dikenang publik, “Seseorang yang menebarkan cinta dan kebahagiaan melalui musiknya, bukan seseorang yang melakukan ini kepada dirinya sendiri.”

Menurut sahabatnya itu, pesan kematian yang ditulis Prince itu berupa “coret-coretan dengan huruf besar-besar di selembar kertas yang dirobek dari sebuah buku catatan.”

Catatan itu berbunyi, “Butuh sesuatu untuk mengentikan penderitaan, meski itu artinya harus menghentikan semuanya. Ini waktunya pergi, saya tidak bermaksud pergi secepatnya. Saya tidak bermaksud pergi sekarang.”

Prince mengakhiri pesan kematiannya dengan menuliskan “love” sebanyak tiga kali.

Penderitaan yang disebutnya, bisa mengacu pada beban hidup maupun secara fisik. Diketahui Prince mengalami sakit lutut dan pinggul sebelum meninggal. Seorang sumber mengatakan, sang penyanyi lelah hidup.

Mengakhiri hidup dengan bunuh diri pernah beberapa kali terlintas di kepalanya.

“Dia tahu dia akhirnya akan melakukannya bunuh diri sendiri dengan dosis obat yang mematikan.”

Kabar dari In Touch soal pesan kematian memang menguatkan spekulasi yang selama ini beredar bahwa Prince meninggal bunuh diri.

Namun Gossip Cop mengonfirmasi klaim itu tidak benar. Menurut Gossip Cop, sumber terpercaya menegaskan Prince tidak bunuh diri dan tidak meninggalkan pesan kematian.

Yang jelas beberapa waktu lalu petugas medis mengeluarkan hasil autopsi Prince, sang Purple One meninggal kecelakaan.

Klaim pesan kematian Prince pun jadi misteri.

Terhadap misteri itu, nama Judith Hill tiba-tiba ramai dibicarakan di media massa baru-baru ini, lantaran membuat pengakuan mengejutkan kepada The New York Times, sebagaimana dikutip E! Online.

Sang penyanyi muda mengaku menjadi saksi hari-hari terakhir Prince menjelang tidur abadinya, pada 21 April 2016.

Enam hari sebelumnya,  Judith terbang bersama Prince serta dua orang lain, asisten pribadi Kirk Johnson dan pilot.

Saat bersantap di udara dengan Prince, menurut Judith, mendadak sang bintang tak sadarkan diri. Ia segera meminta pilot mendarat darurat di Moline, Illinois.

“Sebab kami tidak punya peralatan medis apa pun di pesawat untuk menolongnya,” kata Judith.

Sekitar  delapan belas menit setelah mendarat, ambulance datang menjemput Prince untuk dibawa ke Trinity Moline Hospital.

Pada saat itu, Judith menyatakan, Prince sudah siuman dan berbicara. Judith pun merasa lega. Ia sempat mengira Prince telah ‘lewat.’

Diakui Judith, itulah kali pertama melihat Prince terkapar.

Selama ini, ia tak ingin membahas soal perawatan medis yang diterima sang Pangeran Ungu selama di rumah sakit. Kini, ia menyatakan, Prince  kooperatif dengan tim medis selama diopname.

“Dia sama sekali tidak tampak depresi atau teler,” Judith mengenang. “Dia malah ingin sekali menonton Zootopia. Dia suka sekali film-film semacam itu.”

Makanya Judith sangat terpukul kala Prince mengembuskan napas terakhir.

“Itu bagian paling menyayat hati karena dia telah berusaha untuk sembuh,” kata Judith yang tak menyangka, sang mentor meninggal dunia akibat overdosis.

Meski begitu, kenangan tentang Prince tetap melekat dalam benak Judith selamanya.

Prince dan Judith telah saling kenal selama bertahun-tahun. Namun Judith tak yakin menjalin romansa dengan sang pelantun Purple Rain.

“Sempat terjalin hubungan yang sangat intens. Saya sangat sayang kepadanya. Dia juga bilang cinta saya dan akan selalu ada untuk saya.”

Exit mobile version