Site icon nuga.co

Marshanda Kecil Konsumsi Obat Penenang

Marshanda dipastikan mengidap mengidap penyakit Bipolar Disorder II. Dan Marshanda remaja mengkonsumi obat penenang.

Itu yang terungkap dari bintang sinetron, penyanyi dan motivator yang memiliki dua kepribadian yang ekstrim itu.

Dan Chacha remaja adalah sebuah potret dari seorang pemurung plus seorang yang meledak-ledak kreatifitasnya, dan juga seorang yang telah mengunsumsi obat penenang sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Tak ada yang perlu dipersoalkan seorang remaja dengan penyakit bipolar tipe 2 meminum obat penenang.

“Kalau aku nggak bisa tidur biasanya aku itu ke kamarnya Mama. Aku bilang sama Mama kalau aku nggak bisa tidur. Langsung Mama bilang, ‘itu ada xanax di meja makan ambil saja setengah tablet,” pengakuan Marshanda saat tampil di acara ‘Just Alvin’ di Metro TV, beberapa hari lalu.

Xanax, yang dimaksud Marshanda adalah jenis obat penenang. Penggunaannya pun tak sembarangan, harus berdasarkan resep dokter. Namun kenyataannya, Marshanda sudah mengkonsumsi obat tersebut sejak dirinya duduk di bangku kelas tiga SMP.

“Aku pikir itu wajar kali ya tapi pas aku cerita sama teman-teman aku ternyata mereka kaget banget. Katanya itu nggak wajar sama sekali,” ucapnya.

Bahkan, Marshanda pernah mengkonsumsi xanax dengan dosis berlebihan. Dirinya pernah meminum xanax tersebut dua tablet sekaligus.

“Tapi anehnya nggak bisa langsung tidur juga kalau setelah itu,” kenangnya.

Sebagai seorang penderita bipolar Marshanda sering terlibat konflik dengan ibundanya sendiri, Riyanti Sofyan, sejak berusia enam tahun. Bahkan, itu membuat Chacha kerap negative thinking, rendah diri, dan kecil hati.

Tapi jangan dulu menuduh ada yang tidak beres dalam hubungan ibu-anak ini. Dengan mengidap penyakit bipolar wajar seseorang mengusung konflik dengan lingkungannya.

Chacha dengan segala kelebihan dan kekurangannya, merasa kemerdekaannya dirampas oleh sang Bunda. Untuk itu Chacha menjalani konseling ke psikolog.

Bahkan, beberapa bulan kemudian, dia bercerita tentang efek yang timbul. Di mana Chacha sering merasa stres, menangis, marah-marah yang berujung depresi.

“Saya konseling setiap dua kali seminggu, dan itu. Pernah waktu itu saya datang setelah berkonflik dengan Mama. Lalu, konsultan saya menenangkan dan menyuruh, ‘Coba kamu duduk, dan dia bawa kaca, kamu lihat siapa yang ada di kaca’. Aku duduk dalam kondisi yang bergejolak.”

“ Dan perasaan aku saat itu merasa aku benci sama sosok yang ada di kaca, aku marah sama dia, elo itu cuma pantas dibenci, ditolak, dimarahi, elo cuma pantas terima itu seumur hidup,” kata Chacha saat menjadi motivator artis, beberapa waktu lalu, yang dilansir dari YouTube.

Chacha yang mengaku sudah berkonsultasi dengan psikolog sejak berusia 17 tahun akhirnya merasa terbantu setelah menceritakan permasalahannya kepada sang ahli.

“Kemudian, Konsultan saya tanya, ‘Itu siapa?’. ‘Chacha’. Kamu tahu enggak itu sebenarnya siapa? ‘Itu Chacha kecil’. Saya yang tadinya benar-benar remuk, saya akhirnya lemas, oke. Coba kamu bilang sesuatu ke sosok Chacha kecil, ‘Cha, kamu enggak sendiri, ada aku di sini yang akan memeluk kamu. Jadi kamu enggak usah bingung’,” ceritanya.

Sementara sebelumnya, Chacha sempat menghebohkan pemberitaan lewat video YouTube yang diunggahnya awal Agustus 2009 silam. Saat itu, Chacha bernyanyi dan berjoget melukiskan perasaannya. Dia juga mendedikasikan video tersebut untuk orangtua dan penggemarnya agar mereka “melek”, bahwa Chacha tak sesempurna kelihatannya.

“Hari itu saya pulang ke rumah. Saya merasa, ‘Marshanda, artis muda berbakat yang hidupnya happy-happy terus, yang innocence, yang hidupnya dianggap sempurna, saya enggak mau dianggap seperti itu. Saya struggle sepanjang hidup,” tandasnya.

Exit mobile version