Site icon nuga.co

Mariah Carey Dituduh Pelecehan Seksual

Mariah Carey melakukan pelecehan seksual?

Jawabnya, “ya.”

Diva  musik dunia  itu dituduh melakukan pelecehan seksual oleh mantan manajernya, Stella Stolper.

Surat gugatan sudah dilayangkan dan akan segera sampai pada Carey.

Stolper menuding pelantun We Belong Together itu kerap menyanyi tanpa busana di hadapannya.

Bukan hanya itu, menurut dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, Stolper juga mengklaim bahwa Carey jarang mengenakan pakaian saat berada di dekatnya.

Penyanyi 48 tahun itu juga disebut kerap melakukan tindakan seksual di hadapan Stolper. Namun, ia tidak menyebut detail soal tindakan itu.

Lebih lanjut, Stolper menuding Carey punya masalah dalam penyalahgunaan zat atau obat-obatan terlarang dan gagal mengatasi gangguan bipolarnya.

Stolper pun menyebut Carey melanggar Undang-Undang Hak Sipil AS dan UU Ketenagakerjaan dan Perumahan yang Adil.

Ia juga disebut melanggar kontrak. Menurutnya, penyanyi asal Amerika itu berutang uang sejak Stolper dipecat sebelum kontrak tiga tahun mereka berakhir secara resmi.

Melalui perwakilannya, Carey membantah segala tuduhan itu.

“Jika klaim yang asal dan tidak berdasar ini diajukan, kami akan membuat pembelaan dengan penuh semangat dan berhasil,” kata perwakilan Carey, seperti dikutip dari Ace Showbiz.

Seorang sumber yang mengaku dekat dengan Carey juga mengatakan kepada Hollywood Life bahwa sang pelantun Hero tidak pernah melakukan hal seperti yang ditudukan Stolper.

“Sebaliknya, Mariah justru tidak pernah telanjang dan selalu memakai piyamanya, selalu.”

Sumber itu melanjutkan, “Tuduhan Stella tidak benar. Kenyataan bahwa Stella menuntutnya dan mencari lebih banyak uang adalah menyedihkan. Stella dan Mariah dulunya adalah teman baik dan benar-benar dekat, jadi menyedihkan bahwa mereka berakhir seperti ini.”

Gugatan itu muncul tak lama setelah Carey mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita gangguan bipolar pada 2001. Carey merasa, itu adalah masa-masa tersulitnya.

Ia pun berusaha mencari pengobatan untuk mengatasi gangguan bipolarnya.

“Saya hidup dalam penolakan dan isolasi dan dalam ketakutan yang konstan seseorang akan mengekspos saya,” kata Carey. “Itu merupakan beban yang amat berat dan saya tidak dapat melakukannya lagi. Saya mencari dan menerima perawatan, saya menempatkan orang-orang positif di sekitar saya dan saya kembali melakukan hal yang saya suka,” lanjutnya.

Hal-hal itu termasuk menulis lagu dan membuat musik

Di tengah gangguan bipolar itu, Mariah Carey tetap tur dunia. Salah satunya ia akan menyambangi Candi Borobudur,  November mendatang.

Tiket prajual mulai dibuka esok, 18 April dengan harga termurah satu juta dan diskon hingga  dua puluh persen.

Sebelumnya, Carey juga pernah dituding melakukan pelecehan seksual terhadap pengawalnya.

Pelantun Hero tersebut  digugat oleh mantan pengawal pribadinya sendiri, Michael Anello, CEO dari Anello Security & Consulting.

Anello melalui pengacaranya dikabarkan berencana menggungat diva pop tersebut untuk melunasi pembayaran yang belum ditunaikan Carey

Media TMZ mengaku memiliki salinan dokumen yang berisikan gugatan tersebut.

Dokumen itu juga berisi pernyataan bahwa Carey diduga melakukan pelecehan seksual serta kekerasan verbal kepada Anello.

Dokumen itu menyebutkan salah satu dugaan pelecehan yang dilakukan Carey kepada Anello adalah ketika keduanya melakukan perjalanan di Cabo San Lucas, Meksiko.

Disebutkan dalam laporan tersebut, Carey meminta Anello untuk datang ke kamarnya membantu memindahkan sejumlah koper.

Ketika Anello tiba, diva yang populer di dekade ’90-an itu disebutkan hanya memakai daster tipis yang menerawang.

Sementara itu kabar lain mengungkapkan, Mariah Carey kini sedang berjuang mengatasi bipolar yang menghantam dirinya.

Pekan lalu diva pop itu untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui memiliki gangguan bipolar. Ia pun menyebut telah berjuang mengatasi kondisinya itu sejak tujuh belas tahun lalu  melalui terapi obat.

Carey mengatakan hal tersebut kepada People dan isu terbaru majalah tersebut. Pelantun Dreamlover tersebut juga mengaku pernah dirawat di rumah sakit karena gangguan fisik dan psikis ketika filmnya, Glitter  gagal di pasar.

Meski mengetahui kondisinya itu, Carey mengaku tetap hidup dalam kondisi yang menolak percaya.

“Saya hidup dalam penolakan dan isolasi dan dalam ketakutan yang konstan seseorang akan mengekspos saya,” kata Carey.

“Hal itu merupakan beban yang amat berat untuk dibawa dan saya tidak dapat melakukannya lagi. Saya mencari dan menerima perawatan, saya menempatkan orang-orang positif di sekitar saya dan saya kembali melakukan hal yang saya suka, menulis lagu dan membuat musik,” lanjutnya.

Musisi yang masuk menjadi salah satu penyanyi dengan penjualan tertinggi di dunia berupa lebih dari 200 juta kopi mengaku mendapatkan pengobatan untuk gangguan bipolar II.

Bentuk gangguan tersebut menyebabkan Carey merasakan perubahan suasana hati yang tak begitu parah antara depresi dan hiperaktif.

“Untuk sekian lama, saya pikir saya menderita gangguan tidur,” katanya.

“Namun itu bukan insomnia normal dan saya tidak tidur terjaga dan menghitung domba. Saya bekerja, bekerja, dan bekerja,” lanjut pelantun We Belong Together itu.

“Saya mudah marah dan selalu takut mengecewakan orang lain. Ternyata saya sedang mengalami sebuah bentuk dari mania. Kadang, saya ingin menabrakkan diri ke dinding,” kata Carey.

Carey memang diketahui sempat mengalami masa-masa suram seperti ketika ia mengalami masalah dengan label rekaman, penjualan yang menurun, hingga perceraian dengan Nick Cannon yang juga ayah dari sepasang anak kembarnya.

Belum lagi soal kehidupan pribadi Carey yang selalu disorot, seperti ketika ia tengah menjalani hubungan dengan konglomerat Australia, James Parker. Namun hubungan pertunangan itu hanya berlangsung singkat.

Dikabarkan Reuters, Mariah Carey mengatakan kini ia tengah menjalani terapi obat yang tidak membuatnya terlalu lelah atau lesu. Pun, dia tengah mempersiapkan album baru.

“Saya kini berada di tempat yang amat baik, tempat saya nyaman mendiskusikan perjuangan saya dengan gangguan bipolar II ini. Saya berharap kita dapat menjauhkan stigma dari masyarakat melalui apa pun.” kata penyanyi yang bakal konser di Indonesia, November mendatang.

Exit mobile version