Site icon nuga.co

Indah Nevertari Dijagokan Juara Rising Star

Indah Nevertari mulai disebut sebagai juara Rising Star Part One . Jumat malam ini, 07 November 2014, Indah akan tampil lebih hebat dari pekan lalu dengan lagu yang masih dirahasiakan.

Ditemui Gerry Haryanto dari “nuga” di Studio Delapan RCTI, Kebun Jeruk, Jakarta, beberapa jam menjelang tampil, Indah dengan kalem mengatakan, akan mencoba sesuatu yang lain dalam penampilan kali ini.

Ia mengatakan akan menghibur “voter”nya. “Mereka tidak hanya memilih saya, tap[i juga harus dibalas dengan penampilan yang bagus. Saya akan mempersembahkan penampilan untuk voter,” ujar dengan nada kalem.

Gadis berjilbab itu tak peduli dengan banyaknya penyanyi lain yang menjagokannya. Ia juga tak terlalu larut dengan pujian expert. “Saya tak ingin terjebak pujian. Saya hanya ingin tampil bagus. Apalagi di Rissing Star semuanya transparan. Kita langsung tahu berepa jumlah vote yang dip[eroleh,” katanya.

Salah satu yang menjagokan Indah adalah Virzha. Lelaki asal Banda Aceh yang tahun lalu sama-sama menyabet “golden ticket” bersama Indah Nevertari pada audisi di Medan, tampaknya tak tanggung-tanggung mendukung penuh kiprah Indah Nevertari di ajang Rising Star Indonesia.

Jika sebelumnya Virzha mendukung Indah karena karakter suaranya yang unik, kini Virzha memberikan keyakinannya bahwa gadis berhijab tersebut memiliki peluang hingga delapan puluh persen menjadi juara.

“Indah bisa delapan puluh persenlah juara, tapi kembali lagi ke masyarakat,” ujar Virzha saat dijumpai di studio 1 RCTI, Jakarta.

Keyakinan Virzha tersebut lagi-lagi didasari atas kualitas Indah yang menurutnya diatas rata-rata. Namun, Virzha juga menilai peserta lain tidak menuntup kemungkinan untuk menjadi “kambing hitam”.

“Tapi enggak menutup kemungkinan yang lain juga bisa jadi kambing hitam,” tutupnya.

Berlainan dari Virzha, para personel Repvblik pun mengungkapkan jagoan di Rising Star adalah Mega-Mauro. Di antara sepuluh peserta tersisa, band asal Bogor, Repvblik itu, terkesima dengan aksi Mega dan Mauro yang mampu menampilkan aksi panggung yang spektakuler.

“Gue suka yang pasangan itu yang main piano, Mega-Mauro, mereka keren banget,” kata Hexa gitaris Repvblik.

Suara melengking dan berkelas milik Mega dipadukan dengan kualitas, dan skill tinggi Mauro asal Italia, rupanya menjadikan mereka salah satu kontestan yang diunggulkan di ajang Rising Star Indonesia.

“Mereka kompak, bagus, jempol buat mereka,” tandas Hexa.

Apakah Mega-Mauro terus bertahan, dan menjadi juara Rising Star Indonesia?

Mala mini Rising Star Indonesia memasuki babak 10 besar dimana peserta yang tersisa merupakan peserta terbaik pilihan dewan juri dan expert.

Adalah Hanin Dhiya, Ghaitsa Kenang, Sonny Saragih, Bluesmates, Mega Mauro, Indah Nevertari, Evony Arty, Reyna Qotrunnada, Talita Arysta dan CND menjadi peserta pilihan yang masih kuat memasuki babak top ten.

Jika diperhatikan dari performa pekan lalu, lagi-lagi Ghaitsa, Hanin atau Indah menjadi peserta yang boleh dibilang “aman” karena perolehan vote yang selalu diatas rata-rata.

Lantas siapakah yang akan pulang malam ini? Jika dilihat pekan lalu, ada dua nama yang masuk hot seat, Evony dan CND.

Kedua nama ini beruntung karena akhirnya eRka yang harus pulang. Namun baik Evony ataupun CND berjanji bahwa kursi panas pekan lalu akan menjadi kursi panas terakhir mereka.

“Pokoknya kemarin pertama dan terakhir kita masuk hot seat, selanjutnya target kita masuk lima besar,” ujar Cheri vokalis CND. Trio CND harus merasakan kursi panas cukup lama sebelum akhirnya band eRka yang harus dipulangkan.

Berada di kursi panas rupanya bukan sesuatu yang nyaman bagi grup asal Jogjakarta ini. Mereka berjanji, bahwa kemarin adalah terakhir kalinya mereka berada di kursi panas.

“Enggak lagi-lagi deh, kemarin itu yang pertama dan terakhir kita masuk kursi panas,” kata Cheri vokalis CND.

Namun karena perolehan suara mereka sempat jeblok pekan lalu, CND pun kini lebih bersemangat lagi dalam berlatih demi mendapatkan performa terbaik di ajang Rising Star Indonesia.

“Kita latihan keras dan semangat lagi, mudah-mudahan nanti dijauhkan dari kursi panas,” pungkasnya.

laporan gerry haryanto wartawan “nuga” di jakarta

Exit mobile version