Site icon nuga.co

Fatin, Dari Keinginan Jadi Penyanyi Hingga Buka Warung “For Ya”

Fatin Shidqia Lubis secara mengejutkan tampil bersama “gang” kontestan X Factor Indonesia di acara pembuka Anugerah Tokoh “Seputar Indonesia” yang dihelat oleh Stasion RCTI Senin malam.

Penampilan di panggung yang tak kalah megahnya dengan “gala show” X Factor itu, mengejutkan penggemarnya. Ia tampil berbalut busana merah jambu dengan hijab senada, tapi bersepatu hak tinggi. Ia sudah kelihatan “familiar”  dengan sepatu yang diawal penampilan “resmi”nya di “gala show” menjadi bahan tertawaan juri internasional Anggun Cipta Sasmi.

Dalam penampilan di luar X Factor, Fatin juga pernah tampil di ulang tahun Musik Dahsyat tapi  secara setengah resmi. Kali ini, di acara Anugerah Seputar Indonesia,  remaja imut itu menempati posisi “center.” Ia nampak imut dalam jarak renggang yang disengaja oleh produser acara. Ia juga sangat lincah  dan mengalahkan kelincahan di  penampilan gala show.

Terselesaikannya masalah sepatu ini, seperti dikatakan Fatin kepada kontributor “nuga.co”  Afrida, sangat melegakannya. “Kalau nggak susah sekali. Aku sulit bergerak sewaktu memakai pertama kalinya, dulunya. Lecet. Merah-merah semua tumit ku,” katanya dengan polos.

Fatin pernah  mengalami masalah serius dengan sepatu hak tinggi,” high heels,” dipekan pertama hingga ketiga saat mengikuti ajang gala show  X Factor Indonesia. Ia mengakui  beberapa kali nyaris menangis menahan rasa sakit akibat lecet di kakinya.

“Pertama kali pakai, dua tiga pekan pertama rasanya pengin nangis, karena kan kaki aku lecet, merah. Terus, akhirnya aku coba wedges, ngerasanya pewe (posisi wenak),” ucap Fatin. Maklum, Fatin tidak terbiasa mengenakan sepatu hak tinggi. Ia hanya mengenakannya di acara-acara tertentu. Namun, sejak mengikuti ajang X Factor Indonesia, ia harus membiasakan diri mengenakannya.

Ia mengaku di”paksa” Mbak Anggun untuk memakai sepatu hak tinggi itu. Anggun mengatakan, memakai sepatu hak tinggi merupakan fitrah wanita. Ia terus memotivasi Fatin untuk berjuang membiasakan diri dengan sepatu hak tinggi. “Mbak Anggun mengatakan kalau sudah biasa bisa enak. Kan aku ukuran semetor kotor,” katanya menjahili dirinya sendiri dengan lugu.

Maksudnya dengan “semester kotor” atau “semekot” adalah posturnya yang imut. “Kalau pakai hak tinggi bisa nambah,” ujar kepada kontributor “nuga.co.”

Perjuangannya melatih  menggunakan sepatu hak tinggi dilakukannya setiap menjelang tidur.  Pelan-pelan, ia berjalan dengan sepatu jenis itu supaya bisa mendukung penampilannya. “Malam-malam mau tidur aku pakai sebentar. Dibiasakan saja,” terangnya. Lama kelamaan,jadi terbiasa. Jadi, tinggal menyesuaikan dengan koreografi atau aksinya di atas panggung.

Fatin  remaja belia berbakat di bidang tarik suara, siswa kelas II SMA ini memang tidak terobsesi menang pada ajang X Factor Indonesia  yang diikutinya hingga babak lima besar saat ini. Namun, ia rupanya sudah menyiapkan berbagai rencana seandainya keluar menjadi jawara.

Fatin menyebutkan rencananya satu per satu. Ia sudah membayangkan akan menggeluti dunia usaha. Siswa kelas dua sekolah menengah atas itu, ingin punya toko makanan dengan menu khas, bukan yang biasa-biasa saja. Ia bahkan sudah punya nama untuk makanan kecil yang jadi menu andalan tokonya.

“Makanan kecil sudah ada namanya, kentang goreng “For Ya”,” ucapnya antusias menceritakan rencananya itu. Nama itu merupakan frasa dari penggalan lirik lagu berjudul “Grenade” milik Bruno Mars.

Fatin juga sudah membayangkan konsep iklan untuk produk makanan kecilnya tesebut. “Iklannya sudah ada di otak aku. Ada kentang goreng “For Ya”. Iya, rasanya bagaimana, rasanya Lubis, luar biasa,” ucapnya sambil terkekeh.

Fatin akan membangun usahanya itu dengan hasil keringat dan kerja kerasnya sendiri. Apalagi, kalau karirnya sebagai penyanyi mendapatkan penerimaan dari masyarakat. Ia tak mau merepotkan orangtuanya.

Menekuni karier di dunia tarik suara, katanya kepada Afrida dari “nuga.co,” bukan sekadar sebagai penyanyi, tetapi juga menulis dan mengaransemen lagu-lagunya sendiri untuk setiap albumnya. Meski demikian, ia tidak ingin berhenti melanjutkan studinya.

Pendidikan sangat penting menunjang masa depannya. Ia percaya ilmu yang diperolehnya di bangku sekolahan tidak akan sia-sia. “Aku ingin berkarier, punya lagu sendiri, mau lanjutkan sekolah. Banyak banget,” kata Fatin, gadis berkerudung.

Mengenai penampilan, tata rias, busana maupun sepatu, Fatin terang-terangan mengakui tidak bisa berdandan. Bahkan, ia juga sama sekali tidak mengetahui alat-alat tat rias yang dikenakan kaum hawa untuk mempercantik diri.

Tetapi, ketidaktahuannya itu ternyata bukan masalah berarti baginya, tatkala mengikuti ajang X Factor Indonesia. Sebab, ada perias khusus yang menangani peserta ajang pencarian bakat tersebut. “Kan aku enggak bisa dandan sendiri. Tapi, banyak yang mendandani aku dan peserta X Factor lainnya,” ucapnya.

Siswa SMA 97 Jakarta itu, juga tidak pernah memperhatikan berapa lama waktu bagi perias pilihannya menjalankan tugasnya. Biasanya, Fatin tertidur pulas, kebablasan tidur saat periasnya kadang kala memintanya memejamkan mata. Ia bangun setelah perias selesai mendandani, dan kagum atas hasil kerja perias tersebut. “Misalnya bulu matanya jadi dua,” ujar Fatin.

Exit mobile version