Site icon nuga.co

Dhani, Media Di sini Sudah “Kurang Ajar”

Pemusik kondang Ahmad Dhani menilai media sudah semakin “kurang” ajar dalam mengutip kebohongan untuk membunuh karakter seseorang. “Tapi saya tidak pernah mati oleh kebohongan,” katanya menilai munculnya berita di media online tentang dirinya yang dikatakan akan memotong alat vitalnya kalau Prabowo kalah.

Kepada Gerry Haryanto dari “nuga,” Ahmad Dhani dengan santai mengatakan, tidak ada kebenaran lagi yang bisa dipegang di negeri ini. “Media sudah menjadi tirani. Mereka se-enaknya mengutip berita dari media sosial tanpa klarifikasi,” ujarnya dengan sinis.

Dhani juga mengaku sudah terbiasa dengan kondisi banyak pihak bermaksud melakukan pembunuhan karakter atasnya. Namun, ia kasihan kepada keluarga luasnya.

Kasus kicauan yang mengatasnamakan musisi Ahmad Dhani di jejaring sosial Twitter terus bergulir. Pasalnya, dalam kicauan palsu tersebut Dhani mengatakan akan memotong alat vitalnya apabila Jokowi menang atas Prabowo dalam Pilpres 2014-2019.

Namun dari tujuh belas media online yang dilaporkan Dhani ke Dewan Pers, delapan di antaranya akan meminta maaf setelah terjadi kesepakatan di antara kedua belah pihak saat dimediasi di Dewan Pers.

Hasil kesepakatan tersebut ditandatangani bersama seluruh perwakilan kedelapan media yang hadir.

Delapan media tersebut di antaranya adalah Republika Online, Solopos.com, Okezone.com, Kapanlagi.com, Seru.com, Wartaharian.com, Kompasiana, dan Detikforum.

“Kami berharap semua media ini bisa pulihkan nama Dhani. Karena akibat tweet tersebut, setelah diumumkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014, banyak yang menagih ke Dhani. Padahal tweet itu nggak lain cuma print screen yang kemudian disebarkan lewat media,” ucap Joseph Adi Prasetyo, Ketua Pokja Hukum Dewan Pers, saat ditemui di kantornya.

Sementara itu, kuasa hukum Dhani, Ramdan Alamsyah juga meminta agar kliennya dapat memberikan hak jawab secara penuh. “Mas Dhani juga dapat memberi hak jawab tanpa potongan,” kata Ramdan.

Ramdan juga menambahkan bahwa kicauan yang selama ini disebarkan melalui internet dan jejaring sosial merupakan kicauan palsu. Ia menegaskan bahwa kliennya tidak pernah melakukan hal demikian.

“Itu bukanlah kicauan klien kami yang membuat. Klien kami tidak pernah buat, menghapus atau menghilangkan,” tegasnya.

Salah satu hal yang dianggap oleh Dhani merupakan usaha pembunuhan karakter atasnya adalah tweet palsu atas nama Dhani yang menyebut bahwa Dhani akan memotong kemaluannya apabila Joko Widodo atau Jokowi menang atas Prabowo Subianto.

“Saya sudah biasa, banyak yang ingin bunuh karakter saya. Tapi, saya enggak mati-mati tuh karakternya,” kata Dhani..

Dhani merasa kasihan kepada keluarga besarnya. Maklum saja, salah satu anggota keluarganya ada yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari masyarakat luas.

“Yang kasihan adik saya, kakaknya kan di-bully. Saya biasa, tapi adik saya, ibu saya kan sakit,” ucap suami penyanyi Mulan Jameela ini.

Ia juga menegaskan bahwa apa yang dilakukannya dengan melaporkan sejumlah situs web ke Dewan Pers bertujuan agar media di Indonesia bisa bekerja dengan lebih baik lagi.

“Ini bukan masalah pribadi saya, ini masalah saya sebagai warga negara yang concern pada pers. Ini modus baru, bikin tweet palsu dijadikan sumber berita. Jadi, ini lebih ke masalah masyarakat Indonesia supaya lebh bagus ke depannya,” urai Dhani

laporan gerry haryanto wartawan “nuga” di jakarta

Exit mobile version