Site icon nuga.co

Bluesmates Selamat, Sonny yang Pulang

Persaingan di Great Seven Rising Star Indonesia, Jumat malam, 28 November 2014, mencapai titik didihnya ketika Sony Saragih harus bersaing dengan band Bluesmates untuk sampai ke Great Six, ketika keduanya berada di “hot seat” karena memiliki vote yang rendah.
Dalam persaingan itu Bluesmates selamat dari dan belum bisa terkalahkan sampai saat itu. Dan akhirnya Sonny harus dipulangkan dari Rising Star Indonesia di babak ke tujuh ini.
Meskipun terjerembab panasnya hot seat bersama dengan Sonny, tidak membuat band asal Surabaya ini lantas dipulangkan.

Ketika keduanya berlaga untuk penentuan siapa yang akan bertahan, Bluesmates memenangkannya. Sonny mendapatkan vote sebesar enam puluh tiga persen, sedangkan Bluesmates justru menang besar dengan delapan puluh enam persen.

Yang lebih mengejutkan, perolehan delapan pulun enam persen tersebut didapatkan Bluesmates dengan presentasi hanya satu persen per dewan expert. Seandainya expert memiliki hal tujuh persen seperti biasanya, Bluesmates bisa jadi memecahkan rekor Rising Star Indonesia.

“Kalau misalnya nilai normal, itu seratus sepuluh persen ini rekor di Rising Star selama ini,” kata Boy William di panggung studio 9 RCTI, Jakarta, Jumat 28 Desember 2014 malam.

Bluesmates sepertinya memang belum pantas untuk pulang. Lagu Jude yang dinyanyikan mampu membuat siapapun yang mendengarnya terhibur.

Berbeda dengan Sonny Saragih yang kedua kalinya masuk hot seat. Ia bernasib kurang baik dan tentunya, ia terpaksa dipulangkan.

Peserta pun kini tersisa enam kontestan yaitu, Ghaitsa Kenang, Indah Nevertari, Evony Arty, Hanin Dhiya, Reyna Qotrunnada, dan satu-satunya peserta band, Bluesmates.

Dalam keikutsertaannya sebagai expert tamu Ting Ting, di pentas Rising Star, Jumat malam, memproklamirkan diri sebagai fans dari Hanin Dhiya. Keputusan itu diambil Ayu setelah kagum dengan penampilannya menyanyikan lagu “Direject” milik Jenita Janet di babak tujuh Rising Star.

“Wajar banget banyak fans kamu. Suara kamu bangus banget, mulai sekarang saya adalah fans-nya Hanin,” kata Ayut.

Kemampuan Hanin bernyanyi memang sudah teruji dengan hasil yang maksimal. Apalagi menyanyikan lagu dangdut dengan gaya dan aransemen baru.

“Nyanyi dangdut itu enggak gampang. Jadi bukan masalah mau atau enggak mau, tapi apakah bisa?,” kata Dhani.

Oleh sebab itu, Dhani pun berharap jika Hanin tidak anti menyanyikan lagu dangdut.
Secara mengejutkan, salah satu peserta Rising Star Indonesia, Ghaitsa Kenang merosot perolehan vote-nya pada babak tujuh besar.

Sementara itu dara cantik asal Pontianak yang selama ini menghuni perinmgkat atas perolehan vote, Jumat malam kemarin hanya mendapatkan vote delapan puluh delapan persen. Ini menjadi perolehan terendah bagi Ghaitsa. Ia mengaku tidak mengetahui mengapa perolehan suaranya bisa merosot tajam.

“Aku tadi 88 persen, enggak tahu kenapa bisa turun,” ujar Ghaitsa.

Kedepannya, Ghaitsa mengaku tidak ingin mengambil pusing mengenai perolehan suara. Ia fokus pada penampilannya untuk terus tampil maksimal diatas panggung.

“Ya, kalau sekarang sih aku sudah enggak mikir vote, yang penting aksi panggung bagus, vote enggak masalah,” pungkasnya.

Penampilan Ghaitsa menyanyikan lagu Sayang ternyata mendapat pujian dari penyanyi aslinya, Shae. Pujian itu langsung di tulis Shae melalui akun twitternya.

“GHAITSA loved it!!! Loved it!! Thanks for singing sayang! Really Great Job Babe #RisingStar,” tulis Shae dalam akun twitternya, Jumat 28 November 2014 malam.

Semua expert Rising Star juga terus membanjiri pujian kepada Ghaitsa. Bahkan Ayu Ting Ting mengaku tak percaya dengan kemampuan Ghaitsa bermain gitar sambil bernyanyi.

“Saya bilang malam ini kamu sukses lagi, mungkin lagunya jarang. Saya pikir kamu sudah menegerti bagaimana kamu memproduce kamu di panggung ini,” kata Bebi Romeo.

“Aku enjoy banget dengan penampilan kamu,” sambut Kevin Aprilio.

“Aku dengerin kamu (Ghaitsa) nyanyi adem banget, keren banget. Menurut aku juga enggak gampang nyanyi sambil bermain alat musik,” tandas Ayu Ting Ting.

laporan wartawan “nuga” di jakarta, gerry haryanto

Exit mobile version