Site icon nuga.co

Ahmad Dhani Melawan Tentang Baju Nazi

Pemusik kondang yang melejit lagi “popularitas”nya lewat “kostum” Nazi dan di hujat di dunia maya sebagai fasis, melawan orang yang mengeritiknya sebagai pengangguran karena “kurang” kerjaan.

Dengan lantang Ahmad Dhani mengatakan, orang-orang yang bereda di lingkar politik “kampungan” kini menjadi “bloon” akibat tidak mempunyai kreatifitas untuk memenangkan calonnya sebagai presiden.

Ahmad Dhani memang tak menyangka kostum yang dia pakai dalam video lagu kampanye “Prabowo-Hatta: We Will Rock You” menuai kontroversi. Sebelum masa kampanye Pemilu Presiden 2014 ini, dia merasa tak pernah dipermasalahkan ketika mengenakan kostum yang sama.

“Enggak tahu kenapa baru saat ini dipermasalahkan. Saya punya seragam-seragam militer itu sudah lama, kenapa baru sekarang dimasalahin. Kalau fashion militer, itu saya dari dulu. Siapa yang enggak tahu?” kata Dhani.

“Sebenarnya saya itu punya banyak baju seragam militer ya. Seragam militer Nazi ada dua, Amerika ada dua, terus Navy, terus ada lagi, terus yang Italia yang hilang itu,” lanjut Dhani. Pada masa awal kemunculannya bersama Dewa, Dhani mengaku sempat memakai seragam militer Italia.

“Yang Nazi itu juga pernah dipakai di klip video Immortal Love Songs. Kalau di-search video Immortal Love Songs itu, juga ada saya pakai baju Nazi itu,” lanjut Dhani.

Sebelumnya, pakaian Dhani di video lagu untuk mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tersebut mendapat sorotan dari media asing.

Media online berbahasa Jerman, Spiegel, misalnya, menulis bahwa baju yang dikenakan Dhani sangat mirip seragam petinggi militer Nazi, Heinrich Himmler. Kecaman pun berdatangan menyusul pemunculan berita tersebut.

Saat pembuatan klip video kampanye untuk pasangan Prabowo-Hatta tersebut, Dhani mengaku sama sekali tak berencana memakai kostum ala Nazi. “Ya mungkin waktu shooting klip itu sudah enggak kepikiran lagi, dibawa sama asisten saya, wardrobe bawa banyak, yang itu saya pakai saja. Sudah enggak ada tendensi apa-apa. Ya kebetulan pakai yang ini,” ujar Dhani.

Meski demikian, Dhani sadar kondisi politik di tengah masa kampanye pemilu presiden saat ini memang sangat sentisif. “Terus suasananya juga serba salah, suasana serba saling menyalahkan. Jadi, kita harus paham bahwa suasananya sangat politis,” ujar dia.

Dhani bahkan berani bersumpah bahwa dirinya bukanlah penganut ideologi fasisme. “Ini tidak ada permasalahan dengan ideologi, ini murni fashion saja,” tekan Dhani. Dia berkeyakinan, media barat pun pasti tahu bahwa dia pluralis sejati.

“Mungkin ada pers yang bisa dibayar buat mengeruhkan suasana atau menjatuhkan elektabilitas capres tertentu,” duga Dhani. Dia pun mengatakan, kemungkinan, dia tak akan lagi memakai kostum Nazi tersebut. “Ya enggak ya kayaknya,” ujar dia.

Exit mobile version