Site icon nuga.co

Wenger : Chelsea Takut Kalah

Jose Mourinho membantu Sagna berdiri, disaksikan Arsene Wenger, setelah di tackle Lampard di laga “Super Monday” Arsenal melawan Chelsea, Senin dinihari WIB, di Emirates Stadium yang berakhir tanpa gol

Chelsea datang ke Emirates Stadium bukan untuk menang. Mereka datang, bertahan dan rakut kalah. Mereka berkerumun di kotak penalti. Membosankan. Itulah aksi laga Arsenal melawan “The Blues,” di laga “Super Monday,” atau Selasa, 24 Desember 2013, dinihari WIB, yang berakhir tanpa gol.

“Daily Mail,” surat kabar terbitan London, dalam “news sports”nya hari ini, mengejek Mourinho dengan menurunkan tulisan,”London Biru yang takut kalah.”

Tulisan “Daily Mail” itu langsung dijawab Mourinho dalam wawancaranya dengan “Skysports,” Membosankan? Yang penting Wenger tidak pernah mampu mengalahkan saya.”

Mou memang tak pernah dikalahkan Arsene Wenger, pelatih Arsenal, sepanjang kehadirannya di Premier League. Mou dengan tajam mengatakan, “Arsenal akan menjauh dari posisi papan atas di laga-laga berikutnya, dan Chelsea akan akan ‘overlapping’ memotong Liverpool.”

Dengan hasil tanpa gol ini Arsenal gagal kembali ke puncak klasemen sementara walau pun memiliki nilai yang sama dengan Liverpool, 36, karena “The Reds” unggul dalam selisih gol.

Arsenal berada di “runner-up,” terpaut satu angka dari Manchester City, dan Chelsea berada di peringkat empat dengan poin 34.

Mourinho tak terlalu kecewa dengan hasil seri di Emirates itu karena timnya juga tidak kalah. Meski didominasi lawannya sepanjang pertandingan, Chelsea sebenarnya lebih banyak membahayakan gawang Arsenal.

“Sebuah pertandingan yang menyajikan duel taktik. Pertandingan di mana Arsenal ingin menang tapi tak ingin kalah dan Chelsea ingin menang tapi tak ingin kalah,” ujar Mourinho kepada Sky Sports.

“Kami mengendalikan keadaan. Jika kami mencetak gol, kami akan menang. Kami berada dalam persaingan (merebut gelar juara Premier League), terutama jika Anda bandingkan dengan musim lalu. Saat itu, Chelsea tertinggal 11 poin pada tahap musim seperti sekarang ini,” ujar Mourinho.

“Betul kami tidak memasuki masa Natal sebagai penguasa klasemen, tetapi kami memasuki masa Natal dengan evolusi karena musim lalu kami sudah kehilangan kesempatan menjadi juara pada tahap musim seperti sekarang ini. Sekarang, kami ada dalam persaingan (merebut gelar juara).”

“Manchester United dan Tottenham Hotspur tidak berada di empat besar saat ini, tetapi mereka seharusnya masuk empat besar. Ini adalah situasi yang unik. Kompetisi yang luar biasa karena (ada banyak tim) berada dalam persaingan merebut gelar juara,” tuturnya.

“Kami punya peluang terbaik di dalam pertandingan. Saya senang kita punya teknologi garis gawang sehingga tak ada yang mengeluh ketika tendangan Frank Lampard menghantam mistar,” tambahnya.

“Kedua kiper tak terlibat dalam permainan. Secara defensif kami mengontrol permainan. Kami membiarkan Mikel Arteta memainkan bola dari sisi ke sisi. Kami sepenuhnya di bawah kontrol,” kata pria berkebangsaan Portugal ini.

“Penting bagi kami untuk tidak kalah pada pertandingan ini. Seri artinya dua poin di belakang pimpinan klasemen dan kalah artinya lima poin di belakang pimpinan klasemen,” ujar Mourinho.

“Ini sangat penting untuk kami. Kedua tim sama-sama khawatir kalah,” katanya.

Hasil imbang 0-0 yang didapat Arsenal saat menjamu Chelsea memperpanjang rekor buruk Arsene Wenger atas Jose Mourinho. Le Professeur sama sekali belum pernah menang dalam 10 pertemuan dengan The Special One.

Di Premier League, Mourinho meraih dua kemenangan, sementara lima laga sisanya berkesudahan imbang. Untuk ajang Piala Liga skornya adalah 2-0 untuk eks pelatih Inter Milan dan Real Madrid.

Wenger dan Mourinho juga sempat berhadapan di ajang Community Shield tahun 2005. Ketika itu dua gol yang dibuat Didier Drogba cuma bisa dibalas sekali oleh Cesc Fabregas.

“Itu cuma bagus untuk cerita media saja,” cetus Wenger saat ditanya soal kapan dia akan bisa mengalahkan Mourinho, usai laga dinihari tadi.

Exit mobile version