Site icon nuga.co

Van Gaal, Sudah Kalah Mengejek Lagi

Louis van Gaal dituding sebagai tukang “leceh” bersamaan dengan pernyataannya mengecilkan arti kemenangan Tottenhamp Hotspur tiga gol tanpa balas dari Manchester United pada laga lanjutan Liga Primer di ujung pekan lalu.

Kepada “sky sports,” dalam wawancara khususnya, Selasa, 12 April 2016, van Gaal dengan sombongnya  mengaku timnya lebih besar dari Tottenham Hotspur. Hal itu dikatakan Van Gaal ketika ditanyakan apa arti kekalahan  Setan Merah dari Spur.

Van Gaal meyakini bahwa klub yang dia asuh tetap lebih digdaya.

“Maaf untuk Tottenham karena Manchester United tetap klub yang lebih besar,” kata sang meneer

Van Gaal sempat melakukan perbincangan untuk melatih Spurs pada 2014, tetapi dia lebih memilih menandatangani kontrak tiga tahun di Old Trafford untuk menggantikan David Moyes.

Di bawah kepelatihan Mauricio Pochettino, Spurs menjelma menjadi tim yang kuat.

Bahkan, sekarang mereka menjadi pesaing utama bagi Leicester City dalam perebutan titel Liga Inggris.

Kini, Spurs telah mengoleksi enam puluh lima poin dan masih tertinggal tujuh angka dari sang pemuncak, Leicester.

Sementara itu, United terpaku di posisi kelima klasemen. Mereka terpaut empat angka dari rival sekotanya, Manchester City, yang unggul satu tingkat.

“Apakah kami bisa finis di posisi keempat? Tentu, karena masih ada delapan belas poin yang akan diperebutkan,” ujar Van Gaal.

“Kami masih punya kesempatan, meskipun peluang kami menjadi semakin sulit,” tutur pria asal Belanda  itu.

Mengenai jalannya pertandingan, Van Gaal menilai kekalahan  tersebut merupakan hasil negatif yang besar.

“Kekalahan  ini adalah hasil negatif besar, tetapi cara kami bermain bagus sebelum babak gol pertama. Hingga tercipta gol pertama permainan seimbang,” kata dia.

Van Gaal juga merasa anak asuhnya kerap kehilangan bola, salah berkomunikasi saat tercipta gol pertama Tottenham.

Namun begitu ada  cerita menarik di balik penampilan luar biasa Tottenham Hotspur saat mengalahkan Manchester United di Stadion White Hart Lane.

Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, ternyata tak merayakan gol Erik Lamela.

Apa penyebabnya?

Sebelum publik White Hart Lane bergemuruh menyambut gol Lamela, Pochettino terburu-buru menuju ke toilet untuk kencing.

Hal tersebut diketahui dari laporan report Sky Sports, Geoff Shreeves, yang bertugas di pinggir lapangan.

Terlepas dari itu, kejadian ini tidak menyurut kebahagian Pochettino menyaksikan penampilan luar biasa anak asuhnya.

Kemenangan ini juga membuat Spurs berhasil memangkas jarak dengan Leicester City sebagai pemuncak klasemen sementara Premier League

“Hasil ini menunjukkan bawah kami siap menunggu dan berjuang. Jika Leicester lengah, kami harus siap untuk terus berada di posisi ini,” ujar Pochettino seusai pertandingan.

“Tujuh poin merupakan selisih yang sulit untuk direduksi. Namun, kami punya keyakinan. Performa hari ini menunjukkan keyakinan kami itu,” kata manajer asal Argentina itu.

Sementara itu, gelandang Manchester United Morgan Schneiderlin mengakui timnya kalah dari tim tuan rumah Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris.

“Pada babak pertama kami memiliki penguasaan bola dan menyebabkan beberapa masalah ke gawang Spurs tetapi setelah gol terjadi dengan cepat, tiga gol begitu cepat–yang seharusnya tak terjadi,” ujarnya.

“Setiap orang menundukkan kepala seperti yang anda bayangkan. Tak ada satu pun yang berpikir setelah enam puluh menit laga ini akan berakhir dengan skor tiga gol.”

Hasil itu membuat Manchester United kesulitan untuk memburu tiket zona Liga Champions dengan enam laga yang tersisa di Liga Inggris.

Exit mobile version