Site icon nuga.co

Skema MU di Laga “Balapan Tikus”

Louis van Gaal telah menemukan skema yang pas bagi Manchester United untuk menghadapi “balapan tikus,” terutama untuk menghadapi laga berat melawan Liverpool, Arsenal, Chelsea dan Manchester City di sisa sembilan laga Premier League.

Dengan skema ini, van Gaal akan mampu mengeser posisi klub sekotanya, Manchester City.
Pelatih asal Belanda itu bahkan menyebutkan persaingan antara The Red Devils dengan The Citizens ibarat “balapan tikus”.

Seperti diketahui, persaingan memperebutkan posisi empat besar pada tabel klasemen Premier League musim ini memang sangat ketat.

Apalagi kalau bukan kekalahan yang diperoleh City serta kemenangan Arsenal dan United dalam lanjutan Premier League pekan ke dua puluh sembilan akhir pekan kemarin.

Hasil itu pun membuat perbedaan antara ketiga klub tersebut hanya berjarak satu poin masing-masing.
Kondisi inilah yang menumbuhkan rasa optisme Van Gaal untuk merebut posisi runner-up miliki City pada akhir musim nanti.

“Kami harus melaluinya selangkah demi selangkah. Ini (persaingan untuk posisi runner-up Premier League seperti balapan tikus. Kami hanya berjarak dua poin dari posisi kedua, tapi posisi pertama menurut saya terlalu jauh,” kata Van Gaal, seperti dilansir Soccerway.

“Tentu saja City telah terseret. Arsenal hanya satu poin di belakang mereka dan kami cuma dua poin di belakang mereka . Itu sangat baik bagi kami, untuk fans, dan buat media karena kalian bisa menulis banyak hal tentang itu sekarang,ujar pelatih asal Belanda itu.

Untuk menghadapi “balapan tikus” ini, Louis van Gaal sudah menemukan skema permainan yang tepat, setelah berhasil menundukkan Tottenham Hotspur Minggu 15 Maret 2015.

Legenda Setan Merah, Gary Neville, mengakui hal tersebut.

Sejak resmi mengambil alih kursi kepelatihan Manchester United musim panas ini, Van Gaal sekaligus membawa perubahan besar dalam skema permainan timnya.

Mantan pelatih Timnas Belanda itu langsung mengubah formasi pasukannya menjadi tiga-lima-dua
Perubahan tersebut nyatanya tak berjalan mulus, mengingat di beberapa pertandingan awal musim United kerap mendapat hasil minor.

Hal tersebut diyakini akibat proses transisi yang terbilang sangat cepat dan belum cocok dengan para pemain.

Desakan agar The Red Devils kembali memakai formasi lawas, empat-empat-dua sempat disuarakan oleh para pendukung. Hingga akhirnya, pelatih berjuluk si Tulip Besi itu mencoba beberapa skema alternatif.

Sejumlah eksperimen yang dilakukan Van Gaal, diyakini sudah mencapai kata berhasil.

Klaim tersebut bukan tanpa sebab, mengingat United sukses mengalahkan Spurs dengan menerapkan formasi empat-tiga-tiga.

“Saat van Gaal diangkat sebagai pelatih United, skema empat-tiga-=tiga mungkin adalah sistem yang akan ia mainkan di sini. Tapi di pertandingan pramusim, ia justru bermain dengan tiga bek seperti di Timnas Belanda pada Piala Dunia 2014,” ungkap Neville, seperti melansir BBC Sports, Selasa, 17 Maret 2015.

“Dia menerapkan itu di setiap laga pramusim, tapi kemudian ia mengubahnya. Hari ini kontra Spurs ia bermain empat-tiga-tiga, dan ini mungkin apa yang orang harapkan.”

“ Saya tak berpikir dia akan mengubahnya dengan cepat, tapi ini adalah performa terbaik musim ini. Tempo mereka jauh lebih baik dari sebelumnya,” tutup Neville.

sumber : bbc sports, soccerway dan sky sports

Exit mobile version