Site icon nuga.co

Tip Mengamankan Data Anda di Facebook

Ditengah tuduhan hebat penyalahgunaan data lima puluh juta penggunanya, Facebook, kini, seperti ditulis “cras,” hari ini, Kamis, 22 Maret,  melakukan revitalisasi keamanan untuk memberi ketenangan pemakai.

Langkah ini ditempuh untuk memberi sedikit kenyamanan bagi warga’ Facebook  yang khawatir data mereka akan diperjualbelikan tanpa sepengetahuan para pengguna.

Namun sebenarnya, tak perlu menghapus akun jika ingin data enyah sepenuhnya dari jejaring sosial tersebut.

Electronic Frontier Foundation, pengawas privasi data Amerika, mengatakan pihak ketiga tidak seperti CA, yang melakukan pelanggaran data privasi.

Organisasi itu mengatakan pengguna dapat membatasi aksi Facebook yang mengumpulkan informasi pemakainya. Pengguna dapat mengamankan data tanpa menghapus akun Facebook miliknya.

“Jangan salah, ini bukan penerobosan data. Ini persis bagaimana infrastruktur Facebook dirancang untuk bekerja,” demikian terang lembaga itu.

Pengguna tidak akan dapat masuk ke situs-situs tersebut menggunakan single  sign on Facebook.

Jika pengguna ingin melakukannya, maka mereka harus menghentikan aliran data melalui Application Programming Interface  atau API Facebook.

Hal itu sangat mungkin dilakukan meski pengguna akan menonaktifkan semua aplikasi platform (termasuk layanan Farmville, Twitter, dan Instagram) melalui Facebook.

Caranya adalah dengan mengakses halaman Pengaturan Aplikasi, atau secara manual melalui Menu Pengaturan > lanjut ke Aplikasi > pilih Aplikasi, Situs Web, dan Plugin > Edit > lalu klik Nonaktifkan Platform.

Jika cara tersebut nampaknya agak terlalu berlebihan, Facebook memberikan pengguna pilihan untuk membatasi jumlah informasi pribadi yang dapat diakses oleh aplikasi teman.

Dari halaman yang sama seperti sebelumnya, tekan Edit di bawah Aplikasi yang Digunakan orang lain.

Kemudian hapus centang jenis informasi yang tidak ingin dibagikan di aplikasi orang lain.

Sementara itu sebelumnya penyalahgunaan data lima puluh  juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica menjadi salah satu kasus penyalahgunaan data terbesar yang terjadi saat ini. CA mengumpulkan data dari mulai identitas pengguna, jaringan pertemanan hingga ‘like‘ pengguna di Facebook.

Data tersebut digunakan untuk memetakan kepribadian berdasarkan apa yang orang suka di Facebook, dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menargetkan pemirsa dengan iklan digital, demikian diberitakan Express.

Pengaturan ini akan membatasi siapa dan informasi apa yang bisa diakses orang lain atau aplikasi lain dari akun Facebook kita.

Caranya dengan mengklik pengaturan berikut secara berturut-turut, Pengaturan > Privasi

Mulailah memberikan pengaturan siapa saja yang bisa melakukan akses data pribadi Anda dari berbagai pilihan yang ada di mode pengaturan ini.

Ada juga pilihan agar akun Facebook pengguna tidak terlacak oleh mesin pencari, juga apakah memperbolehkan orang lain mencari akun Facebook Anda menggunakan nomor telepon atau alamat surel.

Data lokasi adalah data yang sensitif.

Maka, hati-hati jika membagikan data lokasi dengan aplikasi pihak ketiga yang dihubungkan dengan Facebook.

Sebab, perusahaan lain jadi bisa menuntit dimana pengguna berada, asal pengguna, melacak perjalanan, restoran atau tempat lain yang sering dikunjungi.

Data ini akan berguna untuk pengiklan dan menjadi jebakan bagi pengguna yang tak paham bahwa salah satu aplikasi yang dihubungkan ke Facebook bisa mendapat data ini.

Untuk mematikannya, Pilih Pengaturan > Umum > Lokasi > Matikan

Jika tetap ingin memberikan tag lokasi, fitur lokasi juga bisa dinyalakan hanya ketika dibutuhkan. Cukup pastikan jangan membiarkan fitur ini menyala terus menerus.

Langkah terakhir adalah membatasi hal-hal yang ditulis di profil pribadi Anda.

Berbagai informasi yang sudah ditulis di Facebook sebelumnya bisa dihapus atau diubah agar hanya bisa dilihat oleh pengguna sendiri.

Hanya nama, tanggal ulang tahun, dan jenis kelamin yang harus tetap diisi dan bisa dilihat oleh orang lain.

Jika tak ingin terganggu dengan iklan, pengguna juga bisa mengatur iklan yang tampil di Facebook dengan pengaturan di tautan berikut, seperti disebutkan The Verge

Langlah lain yang ditempuh Facebook adalah menonaktifkan akun “pencuri” data.

Pengungkap kasus pencurian data dari lima puluh juta akun Facebook oleh Cambridge Analytica itu mendapati akunnya tak bisa lagi diakses.

Wylie mengaku bukan hanya akun Facebook yang diblokir, namun juga akun Instagram miliknya. Ia dituduh melanggar syarat dan ketentuan Facebook.

“Inilah kekuatan Facebook. Mereka bisa menghapusmu dari internet,” ucap Wylie seperti dilaporkan oleh CNET

Yang tak bisa dipahami oleh Wylie adalah pemblokiran akunnya terjadi ketika kasus pencurian data Facebook sudah diekspos ke publik.

Dampak pemblokiran dari Facebook tersebut, pergerakan Wylie di internet jadi terbatas. Salah satu contohnya adalah Wylie tak lagi bisa memakai Tinder, sebab aplikasi kencan itu mewajibkan penggunanya memakai akun Facebook untuk login.

Wylie menganggap Facebook sedang menciptakan kondisi seolah dirinya yang bersalah atas skandal yang terjadi. Padahal orang yang pertama kali menguak kebusukan itu adalah dia sendiri.

“Saya tidak begitu paham apa yang mereka mainkan sekarang. Mereka menjadikanku seperti tersangkanya, seseorang yang berperilaku jahat,” imbuh Wylie.

Wylie adalah mantan pegawai dari Cambridge Analytica. Dia menceritakan kecurangan bekas perusahaannya itu ke sejumlah media seperti The New York Times, The Guardian, dan Observer.

Dari kesaksiannya terungkap bahwa Cambridge Analytica, yang menjadi konsultan kampanye Donald Trump, secara ilegal menyimpan data jutaan pengguna Facebook.

Menurut pengakuan Facebook, data itu diperoleh dari Aleksandr Kogan, peneliti asal University of Cambridge, yang pernah diberi akses informasi  akun pengguna. Setelah mengetahui Kogan membagikan informasi itu ke Cambridge Analytica, Facebook meminta semua data itu dihapus.

Facebook berdalih pembekuan akun Wylie mereka lakukan karena dia tak mau diajak bertanggung jawab atas kegiatan ilegalnya bersama Cambridge Analytica dahulu.

“Siapa pun yang mengaku sudah melanggar ketentuan layanan akan kami hapus. Ini mengerikan. Kami memintanya ikut dalam investigasi, namun sejauh ini ia menolaknya,” ujar Andrew Bosworth, salah satu eksekutif Facebook, seperti dikutip CNET, Selasa

Exit mobile version