Site icon nuga.co

Tanpa Neymar, Kini, Barcelona Lebih Kuat

Setelah setengah tahun ditinggal Neymar, kini, Barcelona lebih kuat dibanding ketika sang kapten Btasil itu masih di Nou Cam.

Menurut pengakuan kiper Marc Andre ter Stegen, Barcelona kini memiliki tim yang kuat sepeninggal Neymar.

Kiper timnas Jerman itu tidak menyepelekan kehebatan Neymar sebagai pesepak bola, namun diakuinya Barcelona mampu merespons kepergian Neymar dengan baik.

“Kualitas Ney, Anda tidak bisa menjelaskannya. Dia sangat penting bagi kami baik di dalam dan di luar lapangan. Sekarang semua harus mengerti apa yang dia lakukan karena mungkin dia ingin memenangi hal lain dan juga ada alasan personal,” ujar ter Stegen dikutip dari ESPNFC.

 

“Hanya dia yang memahami keputusannya, tapi pada akhirnya kami harus menyesuaikan diri. Tidak mudah karena dia memiliki kualitas yang sangat bagus, tapi kami dapat melakukannya dan sekarang kami memiliki tim yang sangat kuat,” jelasnya.

Tanpa Neymar, Barcelona mendatangkan pemain baru seperti Ousmane Dembele dan Philippe Coutinho. Selain itu, pelatih Ernesto Valverde mengubah formasi.

Beragam upaya adaptasi menjalani laga tanpa Neymar tidak dapat berjalan mulus sepenuhnya, seperti masalah cedera yang menghinggapi Dembele.

Sedangkan Coutinho baru dapat didatangkan pada pertengahan musim.

Mengenai perubahan formasi, ter Stegen memberi apresiasi kepada Valverde yang dapat membuat para pemain bermain seperti apa yang dikehendakinya.

“Arahannya sangat jelas. Dia memperhatikan apakah yang kami lakukan benar atau salah. Menurut saya dia selalu mencoba untuk melihat dari arah yang berbeda, tidak hanya sekadar pelatih yang melihat timnya beradaptasi tapi juga melihat bagaimana pelatih lain mencoba menghadapi Barcelona,” tutur ter Stegen.

Neymar boleh saja bangga dengan label pemain termahal dunia kala meninggalkan Barcelona menuju Paris Saint-Germain.

Namun, kualitasnya masih belum bisa menyamai Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Pernyataan tersebut justru datang dari mantan pemain internasional Brasil, Walter Casagrande. Pria 54 tahun itu bahkan menyebut Nyemar sebagai monster dan bukan pemain jenius.

“Ini sangat mengganggu saya bahwa kebanyakan penggemar dan media masih memberikan dukungan pada Neymar. Padahal ia beberapa kali menunjukkan sikap tak pantas dalam timnya,” kata Casagrande pada SporTV.

Neymar menjelma sebagai sosok kontroversial setelah pindah ke PSG dengan label pemain termahal senilai dua ratus dua puluh juta euro. Ia sempat bersitegang dengan rekan setimnya Edinson Cavani dalam menentukan penendang bola mati.

Baru-baru ini, Neymar menunjukkan sikap tak terpuji saat PSG dikalahkan Real Madrid satu banding tiga gol pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Penyerang itu bisa mendapatkan kartu merah karena pelanggaran yang seharusnya tak perlu dilakukan.

“Ini akan menjadi bencana jika ia bertingkah seperti itu di Piala Dunia. Kami sedang menciptakan monster, di mana sebagian orang justru menganggapnya jenius.”

“Neymar tidak memiliki kualitas seperti Messi, Diego Maradona atau Cristiano Ronaldo yang bisa memenangkan pertandingan setiap saat,” tutur Casagrande.

Gosip transfer Neymar ke Real Madrid ternyata juga didengar salah satu penggemar spesial El Real yang saat ini menjabat sebagai Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.

Ternyata Rajoy tidak menghendaki Neymar mengenakan seragam Los Blancos.

“Saya tidak ingin melihat Neymar mengenakan seragam putih,” ujar Rajoy kepada AS.

Perdana menteri yang berkuasa sejak tujuh tahun  itu juga menanggapi dingin isu ketertarikan Madrid kepada pemain PSG lainnya, Kylian Mbappe.

Rajoy lebih menyoroti permasalahan yang mendera pemain-pemain yang kini membela El Real.

“Saya tidak tahu apakah Madrid harus mendatangkannya Mbappe, tapi ketika Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano tidak berada pada performa terbaiknya dalam beberapa bulan itu harus dipertanyakan,” ujar Rajoy.

Mengomentari pertandingan Madrid kontra Paris Saint-Germain di babak perdelapan final, Rajoy menilai tim kesayangannya masih memiliki peluang meskipun dilanda hasil yang kurang meyakinkan.

“Jika melihat secara rasional, Anda mungkin berpikir mereka PSG akan menghancurkan kami, tapi apapun dapat terjadi dalam pertandingan seperti ini. Jangan lupakan Liga Champions adalah kompetisinya Real Madrid,” kata Rajoy.

“Tim saat ini lebih kurang sama dengan tim musim lalu dan kita sedang membicarakan juara bertahan, bagian yang menjuarai tiga dari empat Liga Champions terakhir. Saya rasa kami bisa mengalahkan PSG,” sambungnya.

Exit mobile version