Site icon nuga.co

Tak Ada Yang Bergeser di Premier League

Komposisi papan atas Premier League, hingga Minggu dinihari WIB, 18 Januari 2015, usai laga-laga pekan kedua puluh dua, tidak mengalami perubahaan dengan kemenangan Chelsea, Southampton dan Manchester United, serta menyisakan pertandingan “bigmatch” Manchester City melawan Arsenal di Etihad Stadium, Minggu malam WIB nanti.

Chelsea masih berada di puncak klasemen dan tidak akan tergeserkan apa pun hasil dari laga City, yang berada di posisi dua, dengan Arsenal. “The Blues kini unggul lima poin dari City.

Sedangkan di posisi tiga dan empat, Southampton masih kukuh berada di sana dengan selisih dua poin dari Manchester United, setelah mengalahkan Newcastle dua gol bernading satu.

Southampton sempat tergeser ke posisi empat dalam hitungan jam ketika Manchester yang bertandang ke kandang Queen Park Ranger memenangkan laga krusialnya dengan dua gol tanpa balas.

Dengan kemenangan tiga klub papan natas ini maka Arsenal akan berada di ambang kesulitan jika dikalahkan City. Posisinya di urutan lima bisa berada dalam ancaman Everton.

Chelsea Masih di Puncak

Dalam laga tandangnya di Liberty Stadium, Sabtu malam WIB, 17 Januari 2015, Chelsea menang besar, lima gol tanpa balas setelah “menghukum” Swansea yang bermain buruk dan ceroboh.
Manajer The Swans Garry Monk menerima kekalahan ini dan mengungkapkan kekecewaannya atas penampilan tim. Chelsea telah unggul empat gol di babak pertama

Tanda buruk untuk Swansea sudah muncul saat laga belum berjalan satu menit. Gylfi Sigurdsson melakukan salah umpan hingga bola mengarah ke Oscar dan kemudian diceploskan ke gawang.

Kesalahan fatal berikutnya dilakukan Swansea pada gol ketiga Chelsea. Federico Fernandez ceroboh melakukan back pass, bola kemudian direbut Costa yang pada akhirnya menaklukkan Lukasz Fabianski dengan mudah.

Penampilan buruk tuan rumah terlihat dari perbandingan statistik. Swansea tak sekalipun mampu memberi bahaya langsung ke gawang Petr Cech. Ada sebelas upaya, tapi tak satupun on target. Satu-satunya yang mendekati adalah tembakan Sigurdsson di awal-awal laga yang hanya menyentuh tiang bagian luar.

Sementara Chelsea mencatatkan dua puluhsatu percobaan dengan sebelas di antaranya tepat sasaran dan dua lain membentur tiang/mistar gawang.

“Itu adalah empat puluh lima5 menit yang mengerikan untuk kami, segala sesuatu yang bisa berjalan salah benar-benar berjalan dengan salah. Kami dihukum. Kami selalu tahu Chelsea sangat bagus, tapi Anda tidak bisa memulai laga seperi yang kami lakukan dan melanjutkannya seperti itu,” kata Monk dikutip Sky Sports.

Kalah telak dan tampil buruk di kandang, Swansea dan Monk mendapatkan simpati dari Mourinho. Menurut manajer asal Portugal itu, memang ada kalanya laga berjalan di luar kendali dan rencana.

“Ada laga-laga yang terlepas dari kontrol kami dan sebagai manajer, kami tidak bisa berbuat banyak.”
“ Saya bisa mengerti bahwa dia frustrasi, tapi satu hal yang bisa saya katakan adalah lebih baik kalah satu laga lima gol daripada kalah lima laga lima gol. Saya yakin dia akan mendapatkan sebuah reaksi dari timnya,” kata Mourinho dikutip BBC.

Southampton Tegar di Euro Zona

Southampton berhasil mempertahankan posisi di Euro Zona dengan berada di posisi ketiga klasemen Premier League usai menang dua gol berbanding satu1 atas Newcastle United.
Kedua gol The Saints pada laga tersebut diciptakan oleh pemain anyar mereka, Eljero Elia.

Elia didatangkan Southampton dengan status pinjaman dari Werder Bremen pada 03 Januari silam. Dia melakoni debutnya ketika Southampton menang satu gol atas Manchester United di Old Trafford akhir pekan lalu.

Gelandang asal Belanda itu lantas menorehkan gol pertamanya untuk Southampton ketika laga di St James’ Park, Minggu dinihari WIB, 18 Januari 2015, berjalan empat belas menit. Menerima umpan terobosan dari James Ward-Prowse, Elia menyelesaikannya dengan sebuah sepakan kaki kanan.

Newcastle kemudian menyamakan kedudukan menjadi satu-satu pada menit ke-dua puluh sembilan, ketika sapuan dari bek Southampton, Florin Gardos, malah mengenai kaki Yoan Gouffran dan bola pun masuk ke dalam gawang.

Babak pertama berakhir dengan kedudukan imbang. Southampton tidak banyak menciptakan usaha untuk mencetak gol pada laga ini. Mereka hanya menciptakan lima attempts dengan tiga di antaranya tepat sasaran. Sementara, Newcastle menorehkan enam belas attempts, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran.

Kendati demikian, Southampton kembali sukses menciptakan gol ketika pertandingan menginjak menit ke-enam puluh dua. Sundulan dari Shane Long diterima oleh Elia yang berlari masuk ke dalam kotak penalti.
Setelah mengecoh dua pemain Newcastle, Elia melepaskan sebuah sepakan kaki kanan.

Kemenangan ini membuat Southampton kembali duduk ke urutan ketiga klasemen dengan koleksi nilai empat puluh dua. Sebelumnya, posisi ketiga sempat ditempati oleh United yang menang dua gol atas Queens Park Rangers

Exit mobile version