Site icon nuga.co

Setelah 20 Bulan, Kini Madrid di Puncak La Liga

Kompetisi La Liga, Sabtu, 25 Januari 2014, menemukan momentum persaingan terbuka di antara tiga tim papan atasnya, El Real, Barca dan Atletico, setelah Real Madrid “mengusir” dari Barcelona puncak klasemen, usai menjagal Granada di Santiago Barnebue dengan dua gol tanpa balas.

Barca dan Atletico, yang selama dua puluh bulan di putaran pertama saling berotasi di puncak La Liga, kini terancam lewat kehadiran Madrid yang makin impresif di setiap laga.

Madrid, di pertengahan putaran pertama pernah berada di posisi lima, secara meyakinkan mendekati puncak klasemen dan berada di posisi tiga dengan selisih satu poin dari Barca dan Atletico, yang memiliki angka sama dan Atletico kalah dalam selisih gol.

Kemenangan Real Madrid atas Granada berarti besar untuk tim asal ibukota itu, karena setelah nyaris dua tahun lamanya akhirnya Los Merengues mampu berada di posisi teratas klasemen La Liga.

Kemenangan atas Granada ini menambah tiga poin ini membuat Madrid memiliki 53 poin dan melampaui Barcelona serta Atletico Madrid di papan klasemen dengan keunggulan dua poin. Setidaknya dalam 24 jam Madrid akan merasakan takhta La Liga.

Keberhasilan menguasai puncak klasemen pun jadi yang pertama untuk Madrid dalam 20 bulan terakhir, setelah terakhir kali duduk di sana saat jadi juara La Liga Mei 2012. Performa Madrid di tahun 2014 adalah alasan mengapa mereka bisa mendekati Barca serta Atletico setelah sempat tertinggal jauh.

Dalam empat laga terakhir di La Liga, Madrid selalu meraih kemenangan di mana Barca dan Atletico sempat mengecap dua hasil imbang. Sudah begitu gawang Madrid juga masih perawan di tujuh laga terakhir di seluruh kompetisi.

“Kami tidak bisa merebut bola dengan baik di babak pertama. Kami meningkat di babak kedua dan lebih mudah untuk menyerang,” tutur pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, seperti dilansir Football Espana.

“Yang terpenting adalah permainan kami seimbang saat ini; itu kuncinya. Kami bertahan dan menyerang dengan sangat baik,” sambungnya.

“Kami pun lebih tenang kini. Kami akan terus bertarung dan mempertahankan tingginya intensitas permainan kami. Semua pemain sedang tampil dalam bentuk terbaiknya,” demikian dia.

Walau pun merebut posisi puncak dengan keunggulan dua poin dari dua pesaingnya itu, Madrid masih sangat mungkin terusir dari posisinya jika Barcelona dan Atletico menang atau salah satu mereka mengambil tiga angka dari satu sisa pertandingan yang dimainkan Minggu malam ini, atau Senin dinihari WIB.

Real Madrid menang 2-0 atas Granada dalam lanjutan Liga BBVA di Santiago Bernabeu, Sabtu. Bermain di depan pendukungnya sendiri, Madrid tampil dominan sejak awal laga. Trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale silih berganti mengancam pertahanan tim tamu.

Namun, Madrid tak mampu bisa menciptakan satu gol pun sampai turun minum. Salah satu peluang emas dimiliki El Real pada menit-menit akhir babak pertama. Ronaldo berhasil melepaskan tendangan salto setelah memanfaatkan umpan Luka Modric. Sayang, bola hasil tendangan bintang Portugal masih bisa diblok kiper Roberto.

Ronaldo baru bisa memecah kebuntuan timnya lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-56. Ronaldo yang berada di dalam kotak penalti berhasil menguasai bola dari Luka Modric. Tak ingin membuang kesempatan, Ronaldo melepaskan tembakan keras yang tak sanggup dibendung Roberto.

Ronaldo kembali menjadi aktor penting di balik gol Karim Benzema pada menit ke-74. Ronaldo dengan jeli memberikan bola kepada Marcelo yang berlari ke dalam kotak penalti. Bek asal Brasil tersebut kemudian mengirimkan umpan ke tengah kotak penalti yang disambut Benzema dengan tendangan keras.

Setelah itu, Madrid tetap menguasai permainan. Terlebih, Ancelotti memasukkan dua pemain baru Illarramendi dan Isco tujuh menit sebelum laga usai. Sayangnya, tak ada gol tambahan tercipta hingga laga usai.

Exit mobile version