Site icon nuga.co

Sengitnya Laga-Laga Liga Europa

Laga leg pertama Liga Europa, kasta kedua kompetisi antar klub kasta kedua “benua biru” berlangsung amat sengit terutama yang datang dari klub-klub Serie A dan La Liga.

Dua klub yang datang dari Serie A, Napoli dan Inter Milan berbeda nasib ketika laga usai. Napoli menang empat gol sedangkan Inter Milan yang terlibat duel sengit dengan Celtic dalam laga yang tuntas dengan skor imbang, tiga gol berbanding tiga.

Di Celtic Park, Jumat dinihari WIB, 20 Februari 2015, Inter membuang keunggulan dua gol yang sudah mereka dapat di menit-menit awal laga.

Celtic yang terus dalam posisi tertinggal terhindar dari kekalahan setelah John Guidetti mencetak gol penyama di menit penutup.

Wakil Inggris, Everton, unggul empat berbanding satu saat melakukan lawatan ke Young Boys. Juga membawa pulang empat gol dari laga away adalah Napoli yang mengandaskan Trabzonspor empat gol tanpa balas.

Laga leg pertama antara Tottenham Hotspur dan Fiorentina tak menghasilkan pemenang. Kedua tim harus puas dengan hasil imbang satu gol berbanding satu

Menjamu Fiorentina di White Hart Lane, Jumat dinihari WIB, Tottenham mengambil inisiatif serangan pada menit-menit awal. Mereka pun mampu unggul satu gol lewat gol cepat Roberto Soldado.

Tapi, Fiorentina mampu memperbaiki permainannya setelah kebobolan. La Viola bisa menyamakan skor sebelum turun minum melalui tembakan Jose Basanta.

Pada babak kedua, tercipta beberapa peluang bagus untuk kedua tim. Namun, tak ada gol tambahan yang tercipta.

Hasil imbang ini adalah modal yang cukup bagus bagi Fiorentina.

Sementara itu di laga lainnya, juara bertahan Sevilla meraih kemenangan tipis setelah berhasil unggul tipis di pertandingan pertama Borussia Moenchengladbach. Gol tunggal tuan rumah dalam pertandingan itu dilesakkan Vicente Iborra.

Wakil Spanyol lainnya, Villarreal juga unggul selisih satu gol setelah menundukkan Salzburg.

Bertanding di El Madrigal, Ikechukwu Uche membawa The Yellow Submarine unggul dengan golnya. Salzburg menyamakan skor imabng di awal babak kedua, tepatnya di menit 48 lewat penalti Jonathan Soriano.

Adalah Denis Cheryshev yang menjadi pahlawan sekaligus penentu kemenangan tuan rumah dalam laga tersebut. Golnya memastikan Villarreal unggul.

Wakil Spanyol lainnya Athletic Bilbao bertandang ke kandang Torino, dan membawa pulang hasil imbang.

Bilbao lebih dulu unggul melalui Inaki Williams di menit sembilan. Namun Torino menyamakan kedudukan dan membalikkan skor lewat dua gol yang dibuat Maxi Lopez. Sedangkan gol penyama kedudukan Bilbao dilesakkan Carlos.

Feyenoord yang datang ke Roma amat senang bisa membawa pulang hasil imbang dari kandang AS Roma. Klub Belanda itu pun cukup yakin bisa menyisihkan Roma dari ajang Liga Europa.

Feyenoord bermain imbang satu banding satu dengan Roma di leg pertama babak tiga puluh dua besar Liga Europa. Pada pertandingan di Olimpico, Jumat dinihari WIB, mereka ketinggalan dulu oleh gol Gervinho, tapi kemudian bisa menyamakan kedudukan melalui gol Colin Kazim-Richards.

“Kami bermain bagus melawan sebuah tim yang masuk ke turnamen ini dari Liga Champions. Jadi, hasil imbang adalah hasil yang sangat bagus dan saya memuji para pemain saya,” ujar pelatih Feyenoord, Fred Rutten, kepada ANSA.

Dengan hasil imbang ini, peluang Feyenoord untuk lolos ke babak berikutnya cukup terbuka. Di leg kedua yang akan digelar pada pekan depan, mereka akan gantian jadi tuan rumah.

“Saya berharap pada leg kedua kami bisa mengulangi performa ini,” ucap Rutten.

“Setelah menyamakan kedudukan, kami bertahan. Roma sangat terpukul oleh gol itu dan kami nyaris mencetak gol lagi, tapi hasil imbang ini juga oke,” katanya.

Pelatih AS Roma, Rudi Garcia, menyebut timnya mengalami masalah mental hingga akhirnya gagal mempertahankan keunggulan atas Feyenoord. Meski leg kedua akan berat untuk Roma, Garcia yakin timnya bisa menang.

“Kita harus mempertimbangkan faktor psikologis dalam pertandingan-pertandingan seperti malam ini,” ucap Garcia di situs resmi klub.

“Kami unggul saat jeda dan mungkin salah karena berusaha untuk mempertahankan skor di babak kedua. Kami bertahan terlalu dalam dan berhenti menekan mereka seperti pada babak pertama,” imbuhnya.

“Ketika kedudukan imbang, kami berusaha untuk menyerang dan sayangnya kami tak bisa mencetak gol kedua karena kami pantas mendapatkannya,” tutur Garcia.

Hasil imbang tak terlalu menguntungkan untuk Roma. Di leg kedua yang akan digelar pada pekan depan, mereka akan gantian mengunjungi markas Feyenoord.

Untuk lolos ke babak selanjutnya, mereka harus menang atau membawa pulang hasil seri dengan skor lebih besar daripada imbang.

“Ini belum selesai. Ini baru half-time di babak tiga puluh duabesar dan kami masih punya laga lainnya. Namun, yang pasti adalah kami harus mencetak gol di Rotterdam,” kata Garcia.

“Dengan skor seri, pertandingan di Belanda akan berat untuk kami. Tapi, kami bisa melakukannya dan kami akan pergi ke sana untuk memenangi duel,” ujarnya.

Exit mobile version