Site icon nuga.co

“Sejarah Nggak Bisa Dihapus untuk Ranieri”

Pemecatan Claudio Ranieri menimbulkan gelombang besar simpati dan emosional para pengamat sepakbola dan sahabatnya.

Salah seorang dari mereka, Jose Moirinho, langusng menunjukkan simpatinya.

Mourinho mengtatakani Ranieri sudah menulis sejarah yang tak akan bisa dihapuskan.

Ranieri sukses membuat kejutan besar bersama Leicester musim lalu. Mematahkan segala prediksi, Ranieri membawa The Foxes menjuarai Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Keberhasilan itu membuat Ranieri diganjar penghargaan Pelatih Terbaik Dunia oleh FIFA. Pria asal Italia itu mengungguli Zinedine Zidane dan Fernando Santos.

Tapi itu tak juga menyelamatkan Ranieri dari pemecatan. Ranieri diberhentikan Leicester, Kamis, sembilan bulan setelah mempersembahkan gelar juara.

Simpati tak henthentinya datangi. Mourinho ikut menyuarakan dukungannya untuk Ranieri lewat akun Instagram-nya.

“Juara Inggris dan Manajer Terbaik FIFA. Dipecat. Begitulah sepakbola baru, Claudio. Tetap tersenyum, teman. Tidak ada yang bisa menghapus sejarah yang kau tulis,” demikian ucapan Mourinho yang menyertai fotonya saat bersama Ranieri.

Uniknya, Mourinho dan Ranieri bernasib sama terkait pemecatan.

Mourinho juga sebelumnya diberhentikan Chelsea setelah mengantar mereka jadi juara Premier League

Hingga saat ini belum ada nama yang diumumkan manajemen Leicester untuk menggantikan Ranieri.

“Saya yakin ia sangat kaget, dan saya sendiri terperangah bahwa klub akan memecat pelatih yang membuat mimpi jadi kenyataan, yang beberapa pekan lalu dinobatkan sebagai pelatih terbaik tahun lalu.”

“Saya juga bisa memastikan bahwa hubungannya dengan para pemain di ruang ganti bagus.”

Mourinho menunjukkan empati atas pemecatan Ranieri. Dia menilai banyak halsudah berubah dalam sepak bola modern, khususnya dalam penghargaan kepada sosok yang berjasa.

Mourinho memang pernah merasakan kepahitan seperti Ranieri. Musim lalu, dia dipecat dari kursi manajer Chelsea hanya enam bulan setelah menjadi kampiun Premier League.

Pendapat senada dilontarkan Luciano Spalletti. Seusai laga kontra Villarreal pelatih AS Roma itu menyayangkan sikap manajemen Leicester yang dianggapnya tak tahu terima kasih.

“Sungguh kabar menyedihkan. Terbukti tak ada rasa terima kasih dalam dunia sepak bola, tidak sedikit pun. Ranieri sangat berhak mendapatkan kredit atas segala yang dia berikan untuk klubnya,” ucap Spalletti seperti dilansir dari Football Italia.

“Tetaplah tersenyum, kawan. Tak ada seorang pun bisa menghapus sejarah yang telah Anda tulis,” tulis manajer Manchester United itu.

Sahabat Claudio Raneri yang  lain seorang jurnalis, Massimo Maranella, menyatakan bahwa Ranieri tak tahu sama sekali akan dipecat

Maranella bahkan menceritakan ia dan Ranieri masih berkomunikasi via telepon hanya 20 menit sebelum kabar pemecatan itu datang.

“Saya selama bertahun-tahun berteman dengan Ranieri dan di antara pertandingan Liga Europa yang digelar malam ini, kami berbicara lewat telepon,” kata Marianella seperti dikutip dari Football Italia.

“Dua puluh menit kemudian, muncul pengumuman itu bahwa ia telah dipecat. Tapi Claudio tidak menyangka semua itu. Bahkan di kepalanya ia tidak memiliki gambaran sama sekali bahwa klub akan melakukan itu.”

Saat ini Ranieri sendiri belum memberikan pernyataan apapun atas keputusan manajemen Leicester.

Pada dua pekan lalu, pihak klub sempat memberikan pernyataan bahwa mereka memberikan dukungan penuh kepada manajer asal Italia itu.

Ranieri sendiri dipecat ketika Leicester City berada tipis di atas zona degradasi, yaitu hanya berselisih satu poin di atas Hull City..

Hingga saat ini belum ada nama yang diumumkan manajemen Leicester untuk menggantikan Ranieri.

“Saya yakin ia sangat kaget, dan saya sendiri terperangah bahwa klub akan memecat pelatih yang membuat mimpi jadi kenyataan, yang beberapa pekan lalu dinobatkan sebagai pelatih terbaik .”

“Saya juga bisa memastikan bahwa hubungannya dengan para pemain di ruang ganti bagus.”

Exit mobile version