Site icon nuga.co

“Saya Seorang Pelatih Paling Fantastis”

Jose Mourinho, sehari usai Chelsea mengalahkan Maccabi Tel Aviv dengan skor telahk, empat gol tanpa balas, Jumat, 18 September 2015, dengan “sombong” menepuk dadanya dengan mengatakan,” Saya masih seorang pelatih paling fantastis.”

Tidak cukup itu, Mourinho, menambahkan bahwa dirinya sama dengan Wayne Rooney, pemain yang sering disebutnya fantastis namun tak selalu dalam kondisi sempurna.

Jose Mourinho menjawab kritikan dengan mengklaim dirinya tetaplah merupakan manajer fantastis kendati timnya mencatatkan sejumlah kekalahan dan hanya menang saat melawan tim lemah di Liga Champions, Maccabi Tel Aviv di babak penyisihan grup.

Manajer asal Portugal tersebut memang mendapat sorotan tajam menyusul performa buruk The Blues, yang sementara ini terpuruk di papan bawah klasemen Liga Primer Inggris.

Namun kemenangan telak atas Maccabi Tel Aviv dalam laga perdana Liga Champions, Kamis dini hari WIB, dijadikan Mourinho sebagai momentum untuk membalas kritikan.

“Wayne Rooney punya periode buruk, namun ia bisa menjawabnya dengan memecahkan rekor bersama tim nasional Inggris dan seketika menjadi pemain terbaik dalam sejarah mereka,” ujar Mourinho pada reporter sky sports yang mewawancarainya usai laga di Stamford Bridge.

“Rooney adalah pemain fantastis, baik saat mencetak banyak gol maupun tidak. Sama seperti saya, seorang manajer fantastis, baik saat selalu menang maupun tidak.”

“Anda suka situasi goyah seseorang, namun tidak seperti itu. Para pakar mendapatkan banyak uang untuk tidak mengatakan hal-hal yang mudah. Mereka seharusnya lebih jenius untuk menganalisa sesuatu atau tak layak mendapatkan uang yang mereka dapatkan.”

Tanpa menampikan kegirangan yang berlebihan, Mourinho meyebut jika kunci kemenangan timnya ada pada kegagalan Eden Hazard mengeksekusi hadiah penalti. Setelah momen tersebut Chelsea mampu tampil menggila.

“Saya senang dengan hasil ini dan penampilan kami, namun saya tak lantas girang luar biasa hanya dengan satu kemenangan. Ini kemenangan yang bagus,” tutur Mou, seperti dikutip BT Sport.

“Anda bisa lihat dari menit awal bahwa kami akan menang. Kegagalan penalti adalah ujian yang bagus bagi tim. Kami harus tetap yakin.

“Saya tahu ada banyak orang akan mengatakan Maccabi bukan tim kuat, saya setuju, namun mereka kontestan Liga Champions dan untuk mengalahkan mereka Anda harus bermain bagus.

“Menang merupakan hal yang terpenting dan kami tengah ada di fase yang amat bagus pasca kemenangan ini,” tandas The Happy One.

Sementara itu Stevan Gerrard, mantan kapten Liverpool, mengungkapkan bahwa Mou bukan pelatih hebat karena sering bertengkar dengan pemainnya.

Gerrard mengklaim Terry dan Mourinho kerap bersitegang satu sama lain, tapi pelatih Chelsea itu menepisnya.

Dikatakan Gerrard sosok Terry yang sangat krusial dan berpengaruh di ruang ganti Chelsea, kerap terlibat diskusi sengit dengan Mourinho mengenai tim.

Hal itu pula, seperti diklaim Gerrard, yang kemudian berujung pada dicadangkannya Terry di sejumlah laga. Namun Mourinho menepis kabar adanya perselisihan dengan Terry itu.

“Steve salah. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Terry,” kata Mourinho

“Kadang kami melakukan kontak dengan SMS. Tapi klaim Steven salah, karena kami tak memiliki masalah sama sekali,” tandasnya.

Jose Mourinho mengaku akan bertahan di London meski dirinya sudah tidak menjabat sebagai pelatih Chelsea lagi.

Dalam sebuah kesempatan lain, Mourinho memberi isyarat bahwa dirinya bisa saja menjadi pelatih kepala Arsenal, atau bahkan timnas Inggris, di masa depan.

Seperti yang diketahui, sosok asal Portugal tersebut diketahui memiliki hubungan yang sangat panas dengan pelatih The Gunners saat ini, yaitu Arsene Wenger.

Namun, Mourinho enggan menutup peluang untuk melanjutkan karir ke Emirates Stadium apabila ia meninggalkan The Blues.

“Biar saya tegaskan seperti ini: Suatu saat saya akan meninggalkan Chelsea dan ketika itu tiba, saya akan terus tinggal di London,” ujar Mourinho kepada Daily Mail.

“Ada beberapa peluang lain untuk menjadi pelatih kepala di London – Fulham, QPR, West Ham, Tottenham, tim nasional Inggris dan Arsenal.”

Saat ini, Mourinho sedang menjalani episode buruk di Stamford Bridge setelah anak asuhnya hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga perdana Liga Primer.

Exit mobile version