Site icon nuga.co

“Saya Masih Melatih City Musim Depan”

Joseph ‘Pep” Guardiola selain menyenangi berada sebagai pelatih Manchester City juga sangat antusias dengan laga-laga Premier League yang keras dan sulit diprediksi hasil akhirnya.

Kesenangan lain dariPep Guardiola adalah ia tidak dipecat sebagai pelatih City walaupun beban target yang diberikan kepada tak memenuhi harapan.

City hingga kini masih berada di peringkat empat Liga Primer dan masih bisa terkejar oleh Arsenal di posisi lima.

Pep  mengaku mendapat kesempatan kedua di Manchester City.

Manajer asal Spanyol itu mengatakan, dirinya pasti sudah dipecat jika bukan berada di klub ManCity.

Maklum, ia menilai ManCity bukan tim-tim yang terlalu banyak menuntut cepat untuk juara seperti mantan klubnya dulu, Barcelona dan Bayern Munich.

Guardiola kini fokus untuk merebut tempat ketiga di kompetisi Liga Primer Inggris.

“Saya datang kemari untuk mencoba meraih juara musim ini, tapi hal itu mustahil. Saya akan mencoba dengan klub, para pemain, staf, presiden klub, dan direktur olahraga, untuk melakukannya,” ucap Guardiola seperti dikutip dari Goal.

“Setelah itu hasilnya tidak bagus. Jika kami dinilai hanya berdasarkan hasil, kami pasti akan dipecat, lalu ganti lagi dengan manajer baru, lalu Anda akan membuat pertanyaan yang sama, sebenarnya apa masalahnya?”

Guardiola mengakui dirinya masih bisa bertahan di ManCity bukan karena nama besarnya.

“Saya tak bertahan karena saya Pep  atau prestasi sebelumnya. Saya tahu masalahnya,” terang pelatih berkepala plontos itu.

“Saya tak ingin selalu penasaran setiap akhir musim dan berkata: ‘Apa yang terjadi musim depan jika saya tidak memenangkan sejumlah juara.’ Saya tidak ingin seperti itu.”

Beda halnya dengan Barcelona dan Munich, dirinya pasti sudah menghadapi masalah serius jika tidak juara seperti saat ini.

“Tekanan berat adalah apa yang saya alami ketika datang ke Barcelona, ketika saya tidak memiliki sesuatu untuk membela diri,” tutur Guardiola.

“Di klub itu jika Anda tidak menang dalam enam pekan, Anda akan didepak, seperti di Barcelona dan Munich, sehingga Anda harus menang.”

Berlainan dengan Pep, manajer Arsenal Arsene Wenger masih bimbang dengan posisi kepelatihannya.

Ia sendiri meyakini zona empat besar tak akan menjadi penentu nasibnya di Arsenal musim depan.

Arsenal saat ini masih ada di posisi kelima klasemen Liga Inggris dengan nilai enam puluh sembilan poin.

Dengan sisa dua laga lagi, Arsenal wajib memenangkan seluruh laga tersisa sambil berharap Liverpool atau Manchester City tergelincir di akhir musim.

“Saya percaya finis di luar empat besar tak memiliki pengaruh terhadap sikap klub dalam menentukan kepemimpinan ataupun juga terhadap sikap klub dalam memandang bursa transfer musim depan,” ujar Wenger seperti dikutip dari Sky Sports.

Wenger tak mau terlalu banyak berpikir tentang kemungkinan tergelincirnya Liverpool atau Manchester City di sisa musim. Wenger hanya bertekad membawa Arsenal menyapu bersih dua laga tersisa.

“Kesempatan kami yang ada saat ini adalah berusaha memenangkan pertandingan yang kami miliki. Kami punya enam puluh sembilan poin dan target kami adalah meraih tujuh puluh lima angka.”

“Kami harus kembali menciptakan momentum.. Secara keseluruhan, kesempatan yang bisa kami miliki untuk berada di empat besar adalah dengan memenangkan laga milik kami,” ucap Wenger.

Dua laga sisa kandang Arsenal adalah menghadapi Sunderland dan Everton.

Namun Arsenal juga wajib mengingat bahwa mereka masih memiliki laga final Piala FA lawan Chelsea.

Itu berarti Arsenal memainkan empat laga dalam kurun waktu dua minggu.

“Saya sangat optimistis karena kami terlihat lebih kuat di tiap laga yang kami mainkan.”

“Kami mampu memenangi enam dari tujuh laga terakhir. Kami juga terlihat kuat saat menjalani laga tandang,” kata Wenger

Exit mobile version