Site icon nuga.co

Ronaldo Minta Juventus Datangkan Neymar

Cristiano Ronaldo adalah bagian intergral dalam mengamankan gelar juara Liga Italia musim ini untuk Juventus.

Ini merupakan Scudetto kedelapan beruntun yang dimenangkan Bianconeri.

Namun, Ronaldo gagal mencapai tujuannya yang paling penting, yaitu memenangkan trofi Liga Champions bersama Juventus.

Sebab, langkah skuat racikan Massimiliano Allegri ini dihentikan Ajax Amsterdam di perempat final.

Kegagalan itu membuat Ronaldo dikabarkan meminta manajemen Juventus untuk merekrut sejumlah pemain di bursa transfer musim panas  ini

Seperti dilansir Sportskeeda,, Ronaldo diklaim ingin bekerja sama dengan bintang Paris Saint-Germain, Neymar, dini depan Juventus.

Namun, Juventus harus mengorbankan Paulo Dybala untuk membiayai kedatangan Neymar ke Turin. Performa pemain timnas Argentina itu tidak sebaik musim lalu dan bisa dijual Juventus.

Kamis (5/4/2019) malam lalu, Neymar sempat kepergok di Bandara Caselle, Turin. Kedatangan Neymar sempat membuat publik menduga-duga dirinya akan bertemu dengan perwakilan Juventus.

Namun, seperti dilansir Corriere.it, kehadiran Neymar di Turin bukan untuk bergabung dengan Juventus. Rumor menyebutkan pemain berumur 28 tahun itu sedang mengunjungi kediaman pemain Juventus, Douglas Costa.

Keduanya bersahabat baik dan Neymar ingin menghadiri pesta ulang tahun kompatriotnya itu.

Selain itu, Neymar juga ada urusan komersil. Dia disebut tengah berkolaborasi dengan sebuah produk pakaian di Italia, Diesel, dan juga parfum di kota Milan. Selain itu, ia juga menghadiri sebuah turnamen futsal yang digelar di Naples.

Selain Neymar, Ronaldo juga meminta manajemen Juventus untuk merekrut gelandang Manchester United (MU) Juan Mata. Ia menilai kehadiran Mata akan makin memperkuat La Vecchia Signora musim depan.

Seperti dilansir media Spanyol Don Balon, Juventus diyakini telah menyiapkan tawaran menggiurkan untuk merayu pemain 30 tahun tersebut agar mau datang ke Turin. Namun, Juventus harus bersaing dengan Barcelona yang juga meminati pemain asal Spanyol tersebut.

Sementara itu, Dani Alves meminta sahabatnya Neymar belajar agar lebih bisa menahan emosi pada masa mendatang. Hal itu agar Neymar dapat memberikan contoh positif bagi para penggemarnya.

Neymar terlibat pertikaian dengan suporter setelah PSG kalah dari Rennes pada laga final Coupe de France. Hal itu membuat Neymar menjadi sorotan.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menilai kalau Neymar tak seharusnya bersikap seperti itu.

“Saya tidak suka sikap Neymar. Anda tak bisa melakukan hal tersebut. Seorang pemain tidak bisa memiliki konflik dengan penonton yang ada di stadion,” ujar Tuchel.

Pernyataan sejenis juga dilontarkan Dani Alves yang merupakan senior Neymar di timnas Brasil dan rekannya di PSG.

“Kejadian tersebut terjadi setelah kami kalah dalam laga penting. Emosi pemain menjadi tidak stabil,” ujar Alves.

“Neymar adalah pemain yang istimewa, namun terkadang ia tak bisa mengontrol emosinya.”

“Saya sama sekali tidak mendukung apa yang ia lakukan. Namun, ia akan semakin dewasa dengan konsekuensi yang diberikan.”

“Ia harus lebih bersabar untuk bisa menahan emosi pada kesempatan berikutnya,” ungkap Alves.

Luapan emosi yang ditunjukkan Neymar membuat PSG mendapat kerugian. Neymar sempat marah-marah kepada ofisial pertandingan setelah PSG tersingkir oleh Manchester United.

Hal itu membuat UEFA menjatuhkan berat kepada Neymar, yaitu larangan untuk tampil pada tiga laga awal Liga Champions musim mendatang.

Exit mobile version