Site icon nuga.co

Ronald Koeman Pelatih Baru di Nou Camp?

Teka teki siapa yang bakal menggantikan Luis Enrique sebagai pelatih di Barcelona terus bergulir dan secara liar menyentuh nama-nama beken di ajang sepakbola.

Salah satunya adalah Ronald Koeman.

Apakah Koeman akan melatih Barca?

Nampak masih spekulasi.

Dan Koeman, yang kini menjadi manajer Everton,  memilih untuk menjauh dari rumor menggantikan Luis Enrique di Barcelona.

Pelatih asal Belanda itu mengaku punya proyek yang menarik bersama Everton.

Rumor Koeman sebagai pengganti Enrique sudah muncul sejak awal musim ini.

Pelatih berusia tiga puluh lima tahun itu mengaku sudah terbiasa dirumorkan akan menjadi pelatih Barcelona.

“Rumor ini tidak mengejutkan saya. Ini bukan sesuatu yang baru, sudah lima atau enam tahun terakhir saya dihubungkan dengan Barcelona,” ujar Koeman kepada Sky Sports seperti dilansir Sport.es.

“Ketika saya masih melatih di Belanda, bersama Feyenoord, saya sudah dihubungkan dengan mereka. Tapi, situasinya dulu berbeda dengan sekarang.”

Koeman merupakan mantan pemain dan asisten pelatih Barcelona. Sebagai pemain, Koeman sukses merebut empat gelar La Liga dan satu trofi Liga Champions bersama Barcelona. Koeman kemudian menjadi asisten pelatih di Camp Nou sepanjang 1998-2000 mendampingi Louis van Gaal.

Kontrak Koeman bersama Everton berlangsung hingga 30 Juni 2019. Koeman ingin menghormati kontrak tersebut karena menganggap The Toffees memiliki proyek yang menarik.

“Saat ini saya tidak memikirkan klub lain karena saya memiliki kontrak dengan Everton. Saya sedang dalam proyek yang saya senangi. Saya tidak bisa mengatakan apapun kecuali bertahan di sini,” tegas Koeman.

Barcelona bisa merekrut Koeman dari Everton yang membayar klausul pelepasan mantan pelatih Southampton itu sebesar delapan juta juta euro atau setara seratus dua belas miliar rupiah.

Selain dihubungkan dengan Koeman, Barcelona juga dikabarkan berusaha merekrut Ernest Valverde, Jorge Sampaoli, Massimiliano Allegri, dan Eusebio Sacristan.

Keputusan Luis Enrique untuk mundur dari posisinya sebagai pelatih Barcelona pada akhir musim nanti menyisakan pertanyaan besar soal sosok yang akan menjadi arsitek anyar selanjutnya di Nou Camp.

Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, menyatakan bahwa ia dan manajemen klub akan melaksanakan proses pencarian pelatih berkaliber di belakang layar secara tenang.

Ucapannya mengindikasikan bahwa Barcelona tidak akan membocorkan satu pun nama hingga waktu pengumuman pada  Juli nanti.

Namun bukan berarti spekulasi akan berhenti bergulir. Beberapa nama pun mulai didengung-dengungkan akan jadi kandidat yang pas untuk Enrique

Barca sendiri bukan klub yang mudah ditangani. Meski Liga Spanyol terkesan sebagai kompetisi yang hanya diperebutkan dua tim saja –Madrid dan Barcelona– tekanan sebagai pelatih sangat besar dan bahkan membuat Luis Enrique kelelahan.

Berikut adalah beberapa tantangan yang harus dijawab sosok yang menginginkan kursi pelatih Barcelona.

Sejak Johan Cruyff datang dan merevolusi akademi La Massia pada akhir delapan puluhan silam, Barcelona selalu mencari pelatih yang bisa memainkan skema menyerang dan dengan mengandalkan penguasaan bola.

Mulai dari Louis van Gaal, Frank Rijkaard, Pep Guadiona, Gerardo Martino, hingga Luis Enrique pun dituntut hal sama.

Tentu ada berbagai cara untuk memainkan sepak bola atraktif,  milik Guardiola dan Enrique sendiri berbeda, yaitu Enrique yang lebih menitikberatkan pada umpan vertikal yang langsung diarahkan pada kotak pertahanan lawan, sementara Guardiola tak masalah jika bola sering bergulir di lini tengah sebagai bentuk pertahanan.

Akan tetapi, syarat utama bahwa pelatih harus meneruskan blue-print gaya permainan La Masia harus terpenuhi.

Dengan status sebagai satu dari tiga klub terkaya di dunia, serta paling sukses dalam dua dekade terakhir, Barcelona selalu dituntut untuk memenangi setiap kompetisi yang mereka ikuti di setiap musim.

Standar yang dipasang oleh Pep Guardiola dan Luis Enrique sebagai pelatih Barcelona pun bukan sembarangan, yaitu mengantarkan trigelar di musim pertama mereka melatih.

Siapapun yang melatih Barcelona di musim depan pasti akan mendapatkan tekanan menyamai prestasi itu jika namanya ingin disejajarkan dengan Enrique atau Guardiola.

Barcelona bukan hanya memiliki pemain bintang, tapi juga salah satu pemain terbaik sepanjang waktu dalam sosok Lionel Messi.

Ia punya rasa lapar bermain yang tinggi tapi juga tak mudah untuk ditangani oleh pelatih. Tak heran Enrique sempat berselisih dengannya di bulan-bulan pertamanya melatih Barcelona.

Seandainya hingga  Juli nanti Lionel Messi tak kunjung menandatangani kontrak baru, sang pelatih baru juga punya tugas untuk meyakinkan pemain tim nasional Argentina itu untuk tetap tinggal.

Kontrak Messi akan habis pada Juni tahun mendatangi dan ia kerap dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester City untuk bereuni dengan mantan pelatihnya dulu, Pep Guardiola.

Kegagalan meyakinkan Messi untuk menandatangani kontrak akan membuat Barca berisiko melepasnya dengan status bebas transfer.

Exit mobile version