Site icon nuga.co

Ranieri: ”Apa Benar Saya Pelatih Terbaik”

Claudio Ranieri seakan tak percaya dengan gelar Pelatih Terbaik Dunia yang baru saja diraihnya.

“Ah. Nggak percaya. Apa benar saya pelatih terbaik dunia,” kata Ranieri dengan suara terbata pada penyerahan trophy di markasbesar FIFA, Zurich, Swiss, Selasa dinihari WIB, 10 Januari 2017.

Ia bahkan mengaku seperti orang gila di hadapan tamu

Prestasi Ranieri yang berhasil membawa Leicester menjuarai Liga Primer Inggris memang bak dongeng.

Pasukan Si Rubah, begitu Leicester City disapa,  yang pada musim sebelumnya nyaris degradasi justru sukses meraih gelar di musim lalu.

“Ini adalah malam yang luar biasa, berada di sini bersama banyak legenda dan sekarang memenangi penghargaan ini. Saya gila sekarang, sangat gila! Terima kasih sudah memilih saya,” kata Ranieri

Ranieri mengungguli Zinedine Zidane yang sukses meraih juara Liga Champions bersama Real Madrid dan Fernando Santos yang berhasil mempersembahkan Piala Eropa  untuk Portugal.

Juru taktik asal Italia juga mengucapkan terimaa kasih kepada dukungan keluarga, termasuk pemain dan fan setia di lapangan.

“Tanpa mereka sulit bagi seorang manajer untuk memenangi sesuatu,” ujarnya.

“Apa yang terjadi di Inggris pada musim lalu sangat menakjubkan, sesuatu yang aneh. Tuhan Sepak Bola berkata ‘Leicester harus juara’,” ucap Ranieri disambut gelak tawa tamu undangan.

Sementara untuk kategori pelatih tim sepak bola putri diberikan kepada Silvia Neid.

Pelatih  itu berhasil mengantar tim sepakbola putri Jerman meraih emas di Olimpiade Rio de Janeiro

Persaingan pelatih terbaik dunia berlangsung ketat.

Perolahan poin Ranieri dibandingkan dua pelatih lain tidak terlalu signifikan.

.

“Saya mungkin tampak gila saat ini,” kata Ranieri seusai menerima trofi dari Diego Maradona, seperti dilansir situs resmi klub.

“Saya sekarang enam puluh lima tahun dan saya seolah-olah baru memulai sebagai manajer,” tuturnya.

Harus diakui bahwa pencapaian Leicester musim lalu terbilang cukup fantastis karena untuk pertama kali dalam sejarah berhasil meraih gelar.

Zidane sendiri masuk nominasi dengan perjuangan besar.

Belum genap setahun melatih Real Madrid, Zidane mampu memberikan gelar Liga Champions untuk Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Sebelum menyabet gelar pelatih terbaik ini, Claudio Ranieri masuk dalam daftar kandidat pelatih terbaik dunia FIFA seiring kejutan yang dibuat Leicester City musim lalu.

Leicester yang diasuh Ranieri membuat sejarah usai menjuarai Premier League  yang menjadi gelar liga pertama klub tersebut.

Selain Ranieri, Mauricio Pochettino yang membesut Tottenham Hotspur turut masuk dalam daftar berisikan sepuluh nama pelatih top tersebut.

Walaupun Spurs tampil sensasional, tapi pada akhirnya mereka hanya finis ketiga di belakang Leicester dan Arsenal.

Lalu, ada Juergen Klopp yang hanya membawa Liverpool menjadi finalis Liga Europa dan finis kedelapan di Premier League.

Sementara Unai Emery, yang membawa Sevilla menjuarai kompetisi itu juga tak masuk daftar. Begitu pula dengan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, yang dicoret.

Pencapaian Allegri sendiri bisa dibilang bagus lantaran di bawah polesannya Juventus berhasil meraih dua gelar domestik pada musim lalu yaitu Scudetto dan Coppa Italia.

Claudio Ranieri, menceritakan pengalamannya sebelum melatih Leicester.

Usai dipecat sebagai pelatih tim nasional Yunani, Ranieri mengaku telah didekati oleh beberapa klub, termasuk dua klub Premier League dan satu klub dari Serie B Italia.

Namun, tak ada satu pun dari mereka yang percaya akan kapasitas yang dimiliki seorang Ranieri. Sebelum akhirnya Leicester yang menunjukkan minat serius kepada pria kelahiran Roma tersebut.

“Saya memiliki keinginan yang besar untuk kembali melatih. Ada klub Serie B yang menawarkan pekerjaan, dan dua klub Premier League. Namun, semua memilih untuk menunjuk pelatih lain,” kisah Ranieri dilansir Mirror.

“Lalu, datang Leicester meyakinkan saya dengan menunjukkan manajemen, rencana, dan struktur yang bagus, dan saya mengetahui sedikit tentang keluarga Presiden Klub,” lanjutnya.

Di pekan terakhir Premier League, Ranieri akan kembali ke markas klub yang pernah ditanganinya, Chelsea.

Dia dipecat manajemen The Blues pada dua belas tahun  lalu dan menunjuk Jose Mourinho sebagai pengganti.

Pun begitu, Ranieri mengaku tetap memiliki hubungan yang baik dengan pemilik klub, Roman Abramovich.

“Dengannya Roman, saya tetap memiliki hubungan yang baik. Dia sering mengundang saya melihat pertandingan dan dia memberi saya tiket untuk final Liga Champions.”

“Penggemar Chelsea masih berterima kasih pada saya karena telah meletakkan dasar untuk keberhasilan mereka,” tuturnya

Exit mobile version