Site icon nuga.co

Ramos Kecewa Barca Bisa Lolos

Anda tahu siapa yang sangat kecewa dengan lolos dramatisnya Barcelona keperdelapan final Liga Champions?

Tak sulit mencarinya.

Dia bernama Sergio Ramos.

Free back  Real Madrid.

Ya, Ramos kecewa berat dengan kemenangan dramatis Barca di Nou Camp atas Paris Saint Germain .

Sebelumnya tanpa sungkan dan  tanpa malu-malu mengatakan bahwa dirinya akan lebih bahagia bila Barcelona tersingkir pada babak enam belas besar Liga Champions di tangan Paris Saint-Germain.

Ramos  yang jadi bintang kemenangan Real Madrid di markas Napoli, Stadion San Paolo, berhasil membawa Los Blancos  lolos ke babak perempat final

“Saya  berharap Barcelona yang merupakan rival utama Madrid tak mengikuti jejak kami ke babak delapan besar,” kata Ramos seperti dikutip “marca.”

“Saya tentunya akan lebih gembira bila Barcelona kalah. Saya akan tidur lebih mudah,” ujarnya.

Barcelona secar dramatis memenangkan laga dengan Paris Saint Germain di Nou Camp dengan angka lima gol berbanding satu, yang menjadikan agregat keduanya enam berbanding lima.

Sebelumnya PSG di Parc des Princes, pada leg pertama, membuat Barcelona hancur lebur lewat empat gol berbanding kosong

Real Madrid sendiri melaju keperdalapan final Liga Champions usai mengalahkan tuan rumah Napoli

Dan kemenangan itu menjadi malam yang istimewa bagi Sergio Ramos.

Pasalnya, laga di Italia itu menjadi pertandingan keseratus bagi  dirinya bersama Madrid di kompetis Eropa.

Gol Sergio Ramos lah yang membuat skuat Madrid kembali berjaya setelah sebelumnya tertinggal satu gol dari Napoli di babak pertama.

Sebelumnya, Madrid tertekan setelah Dries Mertens mencetak gol .

Ramos i mencetak gol dengan  arah bola berbelok.

“Sepekan lalu kritik demi kritik ‘membunuh’ saya,” kata Ramos seperti dikutip dari Four Four Two usai laga di markas Napoli.

“Saya bukanlah pahlawan sebelum saya mencetak dua gol. Saya hanya bekerja sebaik mungkin yang saya bisa.”

Ramos juga tertangkap kamera merayakan salah satu golnya dengan gestur seperti menelepon. Hal itu pun membangkitkan bahwa kapten Real Madrid itu ‘mengejek’ Lionel Messi yang merayakan gol dengan cara serupa usai membantai Celta Vigo.

Namun, Ramos membantahnya.

“Saya membuat gestur itu sebelum Leo. Saya melakukan itu pertama kali di Camp Nou,”klaim Ramos usai laga seperti dikutip dari Goal.

Layaknya salah satu raja dalam mitologi Yunani, Midas, setiap bola yang disundul Sergio Ramos selalu menghasilkan emas.

Ketika Real Madrid dalam kondisi terjepit, Ramos dan sundulannya memang selalu bisa diandalkan.

Maurizio Sarri menerapkan strategi yang tepat buat Napoli. Membangun serangan dari belakang dengan umpan-umpan pendek, membuat para pemain Madrid mengejar bola, dan mematuk di momen yang tepat dengan serangan balik.

Ramos berhasil menggetarkan gawang Napoli lewat sundulan setelah memenangi duel udara melawan Raul Albiol.

Hanya dalam waktu enam menit kemudian, Madrid kembali mendapatkan sepak pojok dan lagi-lagi Ramos menyambut bola umpan Kroos dengan sundulan dan memenangi duel udara.

Gawang Napoli kembali bergetar. Madrid mencetak gol keduanya melalui sepak pojok ketiga yang mereka dapatkan di titik itu.

Namun, Konfederasi Sepak Bola Eropa mencatatnya sebagai gol bunuh diri Mertens setelah bola sempat mengenai pemain asal Belgia itu sebelum masuk ke gawang.

Napoli mencoba bangkit, tapi semuanya sudah terlambat. Dua gol yang dipersembahkan Ramos telah membuat Madrid lebih percaya diri, terutama dalam bertahan.

Hingga akhirnya Alvaro Morata mencetak gol ketiga El Real saat injury time babak kedua. Madrid pun lolos ke perempat final dengan agregat kemenangan enam berbanding dua atas Napoli.

Madrid patut berterima kasih kepada Ramos atas keberhasilan mereka lolos ke perempat final.

Exit mobile version