Site icon nuga.co

PSG “Kurung” Neymar dari Godaan Madrid

Paris Saint Germain “mengurung” Neymar da Silva dari godaan transfer dan mengklaim sang pemain yang dibeli dari Barca itu senang berada di Paris.

Pernyataan tentang Neymar ini datang dari manajemen Paris Saint-Germain yang  memastikan mantan pemain Barca itu  tidak akan pindah ke Real Madrid musim depan.

Direktur Olahraga PSG, Antero Henrique, mengklaim Neymar senang berada di Parc des Princes.

Neymar belakangan dikabarkan ingin hengkang dari PSG. Sejumlah pemain PSG dikabarkan media-media Perancis tidak senang sikap dan perlakukan manajemen klub terhadap Neymar.

Pemain asal Brasil itu dianggap sebagai ‘Pemain Emas’ di PSG.

Real Madrid kemudian dikabarkan akan menjadi pelabuhan baru Neymar musim depan.

Bahkan Presiden Madrid Florentino Perez dikabarkan sudah melakukan pembicaraan dengan ayah Neymar.

Perez mengatakan Neymar punya peluang lebih bagus merebut gelar Ballon d’Or bersama Madrid.

Henrique membantah semua rumor tersebut. Henrique memastikan Neymar betah dan senang bermain untuk PSG.

“Tidak, Neymar tidak akan pindah. Karena dia sangat senang. Dia cinta klub ini dan bermain bagus. Ini bukan soal uang, tapi tentang stabilitas,” ucap Henrique kepada Le Parisien.

“Neymar menerima visi klub. Dia sangat ambisius dan PSG memberi dia ruang untuk bekerja dan mewujudkan ambisi tersebut,” sambungnya.

Henrique kemudian mengkritik Perez menyusul keputusannya untuk memuji Neymar. Henrique menyakini pernyataan Neymar bisa membuat Cristiano Ronaldo cemburu.

“Membicarakan pemain dari klub lain di hari yang sama Cristiano Ronaldo merebut Ballon d’Or kelima bukanlah hal yang menyenangkan untuk pemainnya sendiri,” ucap Henrique.

Kabar Madrid berusaha mendapatkan Neymar terbilang masuk akal. Pasalnya, pihak Los Blancos membutuhkan sosok bintang untuk menggantikan peran Ronaldo yang karier keemasannya tinggal beberapa tahun ke depan.

Kepindahan Neymar ke Madrid juga bisa menimbulkan kemarahan pihak Barcelona, klub yang membesarkan nama penyerang dua puluh lima  tahun itu di Eropa.

Sementara itu, Presiden Bayern Munich Uli Hoeness menyebut harga yang dikeluarkan Paris Saint-Germain untuk Neymar dan Kylian Mbappe terlalu mahal.

PSG membuat kejutan besar di bursa transfer musim ini dengan mendatangkan Neymar dan Kylian Mbappe. Neymar datang dengan harga dua ratus dua puluh dua juta euro  atau tiga setengah triliun rupiah

Harga selangit, jauh lebih mahal dari rekor pemain sebelumnya atas nama Paul Pogba, membuat Hoeness kebingungan menyikapi hal tersebut. Menurut Hoeness, harga itu terlalu mahal.

“Neymar tidak terlihat begitu bagus di mata saya. Kami tentunya tak bisa menanam investasi seperti itu.”

“Bahkan kami juga tak mau mengeluarkan seratus delapan puluh juta euro untuk Mbappe meskipun saya menilai dia adalah pemain yang sangat bagus,” ujar Hoeness seperti dikutip dari Marca.

Munich sendiri saat ini butuh regenerasi pemain lantaran bintang-bintang yang jadi tulang punggung mereka selama ini makin menua, seperti Arjen Robben , Franck Ribery, dan Robert Lewandowski.

Pada musim ini, Bayern Munich mampu melanjutkan dominasi mereka di Bundesliga. ‘FC Hollywood’ ada di puncak klasemen dengan selisih sebelas angka dari Schalke yang ada di peringkat kedua.

Sementara itu, berita terbaru dari PSG datang dari Antero Henriquez  yang bereaksi atas ejekan yang dilontarkan Presiden Real Madrid Florentino Perez pada PSG dan Neymar di hari keberhasilan Cristiano Ronaldo memenangkan Ballon d’Or.

Perez menyebut Neymar akan punya peluang lebih bagus untuk memenangkan Ballon d’Or bila ia berada di Real Madrid.

Hal itu didasarkan pada fakta bahwa Real Madrid sudah punya banyak pemain yang memenangkan Ballon d’Or.

Henriquez kemudian membalas pernyataan itu dengan sindiran yang tak kalah tajam. Ia menggunakan kalimat Perez untuk menyerang balik.

“Membicarakan pemain dari klub lain di hari ketika Ronaldo meraih Ballon d’Or yang kelima tentu bukan hal yang baik untuk Ronaldo,” ujar Henriquez seperti dikutip dari Marca.

Henriquez menyatakan tak ada langkah yang salah dilakukan oleh PSG dalam perekrutan Neymar dan Kylian Mbappe. Hal itu merupakan bagian strategi PSG untuk membentuk tim kelas dunia.

“Kami tahu kewajiban kami dan batas yang diberikan oleh UEFA. Pada musim ini kami mencatat dua transfer sensasional, Neymar dan Mbappe.”

“Ini kesempatan yang unik dan kami harus bisa beradaptasi dengan hal itu,” tutur Henriquez.

Henriquez bahkan tak hanya menyerang Real Madrid, melainkan juga Barcelona dan La Liga.

“Presiden La Liga mengkritik kami perihal transfer Neymar, namun katakan pada kami bagaimana Barcelona bisa membeli Neymar di  empat tahun silam.”

“Berapa banyak uang yang sebenarnya dibayarkan untuk merekrut Neymar? Kami di PSG melakukan segalanya dengan legal,” ujar Henriquez.

Perang kata ini sendiri bisa jadi merupakan pemanasan jelang laga PSG lawan Real Madrid di babak Enam Belas Besar Liga Champions.

“Undian itu adalah hal yang buruk, baik bagi kami maupun Real Madrid.”

Exit mobile version