Site icon nuga.co

Premier League dalam Genggaman “Citizens”

Penegasan supremasi Manchester City sebagai favorit utama juara Premier League musim ini, Rabu malam waktu Inggris, atau Kamis, 30 Januari 2014, dinihari WIB, ditandai dengan bertenggernya klub tetaangga Manchester “Merah” itu di puncak klasemen menggantikan posisi Arsenal setelah membantai Supur dengan gola telak.

Konsistensi menjadi senjata utama Manchester “Biru Langit” merebut puncak klasemen. Kemenangan atas Spurs memperpanjang rekor dua belas laga tak terkalahkan City, di mana sebelas di antaranya diakhiri dengan tiga poin.

Total, di semua ajang, City tidak terkalahkan dalam dua puluh laga, delapan belas diantaranya disudahi dengan kemenangan.

Rekor cemerlang itu, yang didukung permainan City yang makin impresif, rasanya tidak berlebihan jika kita menempatkan klub rival Manchester United ini sebagai favorit utama peraih Premier League musim ini, meski mereka hanya unggul satu poin dari Arsenal di posisi kedua.

Bagi Tottenham, lawan yang di”tukangi”nya untuk mencapai puncak, kekalahan ini jelas mengecewakan. Sebabnya, mereka tak bisa berbuat banyak dalam dua kali bentrok dengan City. Ditangani dua pelatih berbeda, Spurs tetap kalah telak. Pada pertemuan pertama saat masih dibesut Andre Villas Boas, “The Lilywhites” kalah lebih telak enam gol tanpa balas.

Di pertandingan lain, rival utama City, Arsenal, yang bermain sehari sebelumnya, gagal melanjutkan tren kemenangan beruntun di tujuh laga terakhir. Tandang ke St Mary, markas Southampton, “The Gunners,” dipaksa pulang dengan hanya membawa satu poin, menyusul hasil 2-2.

Imbasnya, puncak klasemen pun lepas dari genggaman Arsenal. Dengan 52 poin, The Gunners terpaut satu poin dari City yang kini jadi penguasa sementara.

Dari Stamford Bridge, ambisi Chelsea untuk terus merapatkan jarak juga harus tertunda setelah ditahan imbang 0-0 West Ham United. Hasil ini bahkan membuat Jose Mourinho kesal dan mengkritisi strategi “negative football” yang diterapkan ‘Big’ Sam Allardyce, manajer The Hammers.

Hasil ini membuat Chelsea tetap di posisi tiga dengan 50 poin, atau terpaut dua angka dari Arsenal dan tiga poin dari City di puncak klasemen.

Sementara di Anfield, Liverpool terus menunjukkan keseriusannya untuk kembali masuk ke jajaran elite Big Four, setelah gagal pada beberapa musim terakhir. Laga derby Merseyside jadi pembuktikan, dengan kesuksesan pasukan Brendan Rodgers melumat habis Everton dengan skor telak.

Dengan 46 poin, The Reds berhasil menjaga posisinya di jajaran empat besar, dan membuka peluang untuk kembali tampil di kompetisi elite Eropa Liga Champions, musim depan.

Hasil positif juga ditunjukkan Manchester United yang tengah terseok-seok bersama pelatih barunya David Moyes. Kekalahan di dua laga terakhir dibayar tuntas dengan kemenangan 2-0 atas Cardiff City di Old Trafford.

Kemenangan ini juga menjadi momen comeback-nya Robin van Persie yang langsung mencetak gol setelah absen cukup lama karena cedera.

Momen lain yang tak kalah penting ialah, debut gemilang Juan Mata yang baru direkrut dari Chelsea. Meski tak mencetak gol, debut pemain mungil yang memaksa United memecahkan rekor transfer klub dengan harga 37 juta pounds dinilai cukup bagus.

Hasil ini membuat United perlahan mulai mendaki klasemen. Saat ini, sang juara bertahan berada di urutan tujuh klasemen sementara dengan 40 poin, terpaut 13 poin dari rival sekotanya Manchester City.

Exit mobile version