Site icon nuga.co

Prahara Lionel Messi di Barcelona Gaduh

Lionel Messi gelisah di Barcelona.

Namun untuk pindah, Messi tak punya banyak tempat yang layak dituju dan diharapkan.

Messi bertikai dengan Direktur Olahraga Eric Abidal. Messi membentengi pemain-pemain dari kritik Abidal yang menganggap sejumlah pemain di Barcelona tidak bekerja keras.

Tudingan Abidal merupakan masalah serius bagi Messi. Sebagai kapten, Messi wajib jadi benteng bagi rekan-rekannya yang lain. Tak ada lagi Carles Puyol, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta.

Pada era mereka, Messi tidak akan terlalu ambil pusing dengan urusan internal. Namun selepas ban kapten melingkar di lengan, Messi tak bisa begitu saja melenggang tanpa beban.

Messi memang tengah pusing dengan masa depannya sebagai pesepakbola di Barcelona. Gelagat itu sudah terlihat dari kebijakan transfer yang tidak terlalu memuaskan Messi.

Meski Messi membantah ia ingin Neymar kembali, sejumlah laporan menyebut Messi dan Neymar sudah bertemu dan keduanya ingin kembali bermain bersama.

Messi adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Di era ini, hanya Cristiano Ronaldo yang mampu berdiri sejajar dengan dirinya dalam ukuran prestasi individu.

Dengan predikat sebagai yang terhebat, Messi sering dihampiri pertanyaan tentang kualitas dan kemampuan bila ia tak lagi berada di Barcelona.

Messi dianggap hebat karena dukungan luar biasa di sekelilingnya. Xavi-Iniesta-Busquets adalah trio yang sangat memanjakan Messi di lini depan. Belum lagi dukungan dari Neymar dan Luis Suarez yang membuat trio MSN sangat kompak dan ditakuti.

Meski Messi tetap tajam setelah Xavi dan Iniesta pensiun, fakta bahwa Barcelona tak lagi mampu juara Liga Champions sejak 2015 jadi bukti kuat Messi kesulitan mengangkat Barcelona sendirian.

Hal itu pula yang tersaji saat Barcelona takluk dari Athletic Bilbao 0-1 pada perempat final Copa del Rey di San Mames, Selasa (6/2). Messi tidak mampu mengangkat performa tim yang akhirnya takluk akibat gol Inaki Williams di masa injury time.

Namun untuk sekadar memutuskan pindah akan jadi persoalan yang rumit bagi Messi.

Messi adalah simbol Barcelona. Dalam tataran sepak bola, Messi lahir dan dibesarkan oleh Barcelona.

Cristiano Ronaldo identik dengan Real Madrid. Namun ia tetap bisa dengan mudah memutuskan pindah ke Juventus karena sebelum berkostum Los Blancos ia sudah lebih dulu membela Sporting Lisbon dan Manchester United.

Situasi Messi bakal lebih rumit. Messi adalah gambaran loyalitas di dunia sepak bola masa kini.

Xavi dan Iniesta memang tak selalu membela Barcelona, namun berkarier di luar Eropa adalah pengecualian. Tampil di Qatar dan Jepang bukanlah sebuah bentuk pengkhianatan untuk Barcelona.

Messi tentu juga akan mendapat perlakuan serupa, dengan syarat ia melanjutkan karier di luar Eropa. Messi bakal bisa saja berkarier di negara lain atau pulang ke Argentina, namun perlakuan akan berbeda halnya bila Messi memutuskan pergi dari Barcelona namun bertahan di Eropa.

Messi belum memutuskan perpanjangan kontrak yang berakhir hingga musim depan. Messi masih menimbang banyak hal, padahal Barcelona sudah berniat memberikan lifetime contract yang membuat Messi bisa bebas pergi ketika ia tak ingin lagi ada di Barcelona.

Messi masih hidup dengan tuntutan pembuktian. Ia seolah wajib menjawab pertanyaan ‘apakah Messi mampu bila tak di Barcelona?’

Pertanyaan itu menghantui bersamaan dengan fakta Argentina di bawah Messi selalu gagal juara.

Kepergian Messi bakal membuat ia mendapat udara baru dari kebosanan menjalani rutinitas di Barcelona.

Pilihan pergi ke Manchester City jadi suatu hal yang paling logis. Liga Inggris saat ini adalah liga terbaik di dunia dan Manchester City termasuk salah satu klub yang mampu membayar gaji Messi.

Di Manchester, Messi akan kembali bekerja sama dengan Pep Guardiola serta Sergio Aguero sehingga ia tak akan benar-benar mulai dari titik awal dan dari dasar.

Messi bisa membuktikan bahwa ia tetap tampil sakti meski mengenakan kostum Manchester City.

Tetapi pindah klub untuk pertama kalinya di usia nyaris tiga puluh tiga tahun juga bakal penuh kebimbangan. Messi hanya tinggal beberapa musim lagi untuk menuntaskan misinya sebagai one man club yang hanya bisa dicapai beberapa orang di dunia sepak bola.

Barcelona berutang banyak pada Messi namun La Pulga juga berutang banyak pada klub yang rela menggelontorkan biaya besar untuk pengobatannya saat masih berusia belasan.

Dalam beberapa bulan mendatang, masa depan Messi bakal jadi hal yang menarik untuk diperhatikan.

Sementara itu, Manchester United  dilaporkan termasuk salah satu dari sejumlah klub yang tertarik dengan langkah mengejutkan untuk mendatangkan Lionel Messi.

Gazzetta dello Sport, melansir, MU akan ikut berlomba untuk mendatangkan superstar  itu.

Seperti diketahui, pemenang Ballon d’Or enam kali itu, dikabarkan tengah resah dengan situasi di Nou Camp. Dan, ia bisa pergi dengan status bebas transfer di akhir musim.

Kabar lain menyebutkan Messi bisa saja reuni dengan Pep Guardiola di Manchester City. Juara Liga Premier itu disebut-sebut masih terus memantau situasinya di Nou Camp.

Selain MU dan Manchester City, Inter Milan, Juventus dan Paris Saint-Germain juga disebut-sebut sudah menunjukkan minatnya.

Ribut-ribut soal Messi di Barcelona terjadi setelah pemain Argentina itu terlibat pertengkaran dengan direktur olahraga klub Eric Abidal.

Dipahami bahwa Messi merasa frustrasi dengan kritikan mantan rekan setimnya terhadap skuat saat masih ditangani Ernesto Valverde.

Dia kemudian menjawab tudingan itu lewat media sosial: “Mereka yang bertanggung jawab atas arahan olahraga juga harus menghadapi tanggung jawab mereka dan terutama bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri

“Ketika Anda berbicara tentang pemain, Anda harus memberi nama, jika tidak, Anda mencemari nama semua orang dan memberi makan rumor yang tidak benar.”

Terlepas dari ketidakbahagiaan Messi, dia masih memberikan gaya khas musim ini.

Exit mobile version