Site icon nuga.co

Pep Guardiola Itu Seorang Provokator

Pep Guardiola disebut telah mempermalukan Yaya Toure dengan tidak mendaftarkan nama sang pemain di dalam daftar skuat ManCity di Liga Champions.

Guardiola juga diminta meminta maaf kepada Toure seandainya perjalanan City di Liga Champions berakhir dengan kegagalan.

“Jika ia memenangi Liga Champions musim ini, maka saya akan terbang ke Inggris dan saya akan berkata di depan televisi bahwa Pep Guardiola adalah manajer terbaik di dunia,” kata Dimitri Seluk, agen Toure, seperti dikutip dari Goal.

“Namun jika tidak, maka saya harap Pep punya keberanian untuk mengakui dirinya salah mempermalukan pemain hebat seperti Yaya.”

Seluk mengatakan bahwa Toure akan menghormati keputusan Guardiola karena ia adalah pemain profesional.

Seluk juga menjamin Toure akan terus melakukan hal-hal yang diinginkan Guardiola dan tidak akan hengkang pada Januari nanti karena hal itu.

“Dengan demikian, mungkin Pep berpikir Toure cukup baik bermain di 10 menit terakhir pertandingan Piala Liga melawan tim divisi tiga — dan ya, saya bergurau.”

Nasib Toure di Stadion Etihad sempat dalam ancaman seiring dengan kedatangan Pep Guardiola menggantikan Manuel Pellegrini.

Pemain tiga puluh tiga tahun itu lalu menyatakan dirinya siap bersaing dengan pemain-pemain lainnya untuk mendapatkan satu tempat di skuat inti City dan pada akhirnya tak dijual di bursa transfer musim panas ini.

Di musim ini Toure baru bermain satu kali yaitu di laga play-off Liga Champions melawan Steaua Bucharest.

Di putaran final Liga Champions, City sendiri tergabung bersama Barcelona, Glasgow Celtic, dan Borussia Monchengladbach.

Sementara itu. Direktur Olahraga Barcelona, Roberto Fernandez  juga menuduh Guardiola sebagai provokatif  ketika membujuk kepergian Claudio Bravo.

Bravo memutuskan untuk pergi ke Manchester City setelah menjalani dua musim yang menyenangkan di Barcelona.

Keputusan Bravo pindah di Barcelona sempat membuat publik terkejut karena campur tangan Pep.

“Bravo membuat Marc-Andre ter Stegen jadi kiper yang lebih baik selama ini. Namun di musim panas ini dia mendapatkan penawaran dari City.”

“Kami sudah berusaha keras membuatnya bertahan, namun dia memilih untuk hengkang meskipun masih ada kontrak dua tahun tersisa di Barcelona,” ucap Fernandez seperti dikutip dari Manchester Evening News.

Selama di Barcelona, Bravo dipercaya mengawal gawang Blaugrana di ajang La Liga tetapi untuk Liga Champions, dan ter Stegen lebih sering bertugas di bawah mistar.

“Tak ada seorang pun yang mengatakan bahwa Bravo bakal jadi pilihan kedua musim ini. Kami ingin memperbarui kontraknya namun ia memiliki proyek baru dalam pikirannya.”

“Barcelona kemudian merekrut Jasper Cillessen sebagai respon atas kehilangan Bravo. Luis Enrique ingin memiliki tiga kiper dan menentukan siapa yang berhak di posisi pemain inti,” kata Fernandez.

Dengan bergabung ke City, Bravo memang memiliki kans lebih besar untuk tampil di Liga Champions.

Kedatangan Bravo ke Stadion Etihad juga membuat kiper nomor satu ManCity sebelumnya, Joe Hart harus menerima pil pahit.

Hart tak lagi jadi pilihan utama Guardiola dan dipinjamkan ke klub Serie A, Torino.

Bravo bisa langsung menjalani debutnya di City dengan tampil di duel bergengsi akhir pekan mendatang saat timnya berhadapan dengan rival satu kota, Manchester United.

Exit mobile version