Site icon nuga.co

Penantian PSG Menjuarai Ligue 1 Terwujud

Sembilan musim penantian klub “ibu kota,” Paris Saint-Germain, terwujud di Stade de Gerland, Lyon,  setelah tim Carlo Ancelotti itu menjuarai Ligue 1, usai  bertarung dengan penampilan “underform” untuk mengalahkan Olympique dengan skor tipis 1-0 Senin dinihari.

Dalam laga ke 36 kompetisi Liga Perancis itu, PSG memang membutuh kemenangan untuk memastikan titel juara Ligue 1. “Don” Carlo, begitu pelatih yang dingin itu disapa akrab, menurunkan skuad terbaiknya, dengan memasangkan Ezequiel Lavezzi bertandem dengan Zlatan Ibrahimovic sebagai “duo striker.” Lyon mengimbangi dengan skuad terbaik pula karena  mengamankan satu tiket ke “playoff” Liga Champions.

PSG menggebrak begitu “kick off.” Dan langsung mendapat peluang emas pada menit keempat. Berawal dari sepak pojok, Ibrahimovic mengeksekusi passing Jeremy Menez, namun masih bisa digagalkan Mohammadou Dabo tepat di garis gawang.

Lyon tak kalah sengitnya melancarkan ancaman. Striker Yassine Benzia melepaskan sepakan keras, begitu melakukan “solo run” dari pertigaan lapangan dan menaklukkan dua pemain belakang PSG, namun kiper kedua PSG Nicolas Douchez, melakukan penyelamatan gemilang dengan kakinya.

Berbekal dukungan publiknya Lyon terus menekan. Gelandang muda Lyon, Clement Grenier yang melakukan percobaan, tapi  Douchez lagi-lagi  melakukan penyelamatan gemilang dengan men-tip bola.

PSG Bangkit dipertengahan babak pertama dan langsung  mengancam. Ketika  Jeremy Menez melepaskan tembakan keras yang  gagal membuahkan hasil, menyusul aksi ciamik kiper Anthony Lopes dalam menghentikan bola. Hingga babak pertama berakhir tak ada gol yang lahir dari kedua tim.

Di babak kedua, Lyon membuka peluang lebih dulu lewat aksi Yoann Gourcuff. Namun, Douchez kembali membuat para punggawa Lyon gigit jari dengan penyelamatan gemilangnya.

Menyerang dengan sangat atraktif  menit ke-53, Lyon kecurian gol yang membuat publiknya  terhenyak. Menez membuka keunggulan PSG usai memanfaatkan umpan matang Ibra yang berhasil mencuri bola dari Maxime Gonalons.

Unggul satu gol PSG merasa belum aman. Klub Paris ini terus berupaya mencetak gol tambahan. Menit ke-65, Javier Pastore punya peluang. Memanfaatkan umpan Maxwell di sisi lapangan, Pastore melepas tembakan yang masih bisa digagalkan Lopes.

Pertandingan kian memanas memasuki 10 menit terakhir. Pada menit ke-84, para pemain Lyon mengklaim hadiah penalti menyusul handball yang dilakukan Thiago Motta. Sayang, harapan mereka sirna karena wasit Stephane Lannoy tidak melihat kejadian tersebut dan memutuskan play-on.

Pertandingan sengit dan keras terus mewarnai sisa lima menit laga. Namun, pada akhirnya Lyon harus menerima kenyataan kalah 0-1. Para pemain PSG pun bersorak kegirangan karena sukses meraih titel juara Liga yang terakhir kali mereka raih 19 tahun silam. PSG terakhir menjuarai Lique 1 di musim 1993/1994.

Dengan koleksi 77 poin, PSG tak mungkin bisa dikejar Olympique Marseille di dua pertandingan sisa.  Sebab, Marseille yang menempati posisi dua terpaut tujuh poin dengan PSG.

Bagi Lyon, kekalahan ini membuat peluang lolos ke Liga Champions lewat jalur “playoff”  masih belum aman. Les Gones yang menempati posisi tiga dengan koleksi 63 poin, hanya unggul tiga poin dari Lille dan Nice yang sama-sama mengemas 60 poin.

Dalam pertandingan yang “panas” itu  David Beckham mendapat kartu merah langsung di injury time.  Di saat terakhir pertandingan PSG harus  bertanding dengan delapan pemain setelah Marco Verratti, Becks dan Salvatore Sirigu berturut-turut diusir wasit di menit ke-81, 93 serta 96.

Kemenangan ini yang mengantar PSG sebagai juara bagaimana pun merupakan karya hebat bZlatan Ibrahimovic. Dalam sisa dua laga PSG akan melawan Valenciennes di kandang sendiri.

Exit mobile version