Site icon nuga.co

“Pembunuh” Juventus Itu Bernama Salah

Juventus, klub paling “mematikan” dalam dekade sepakbola Seri A, terkapar untuk pertama kalinya di Juventus Stadium, Turin, atas Fiorentina, dua gol berbanding satu gol, pada laga leg pertama semi final Copa Italia, Jumat dinihari WIB, 06 Maret 2015, lewat Muhamad Salah.

Kekalahan Juventus dikandanngnya ini, dari dua gol Salah, gelandang “pinjaman” Chelsea asal Mesir, menjadi pertanda lain bagi laga-laga kompetisi sepak bola Italia dalam lima tahun terakhir.

Bagi Fiorentina sendiri, gol Mohamed Salah menjadi isyarat bagi tim lainnya di Seri A, kalau klub itu sedang berbenah.

Apalagi dengan mengalahkan Juventus di kandangnya. Juve tak pernah mengalami kekalahan selama dua tahun terakhir di Juventus Stadium.

“Salah bisa membuktikan kalau kontribusi golnya bisa mendapat nilai positif sejak ia bergabung dengan status pinjaman dari Chelsea,” tutur Montella, pelatih Fiorentina, Jumat, 06 Maret 2015, kepada “Sporta Italia.”

Dengan dua gol tambahan ke gawang Juve ini, Salah mengukuhkan dirinya sebagai “pembunuh” di tim “La Viola,” sapaan untuk Fiorentina. Salah sudah mencetak enam gol dalam tujuh penampilan di semua ajang bersama La Viola.

“Dia adalah pemain yang tangguh dan mendatangkannya memberikan kepuasan tersendiri,” ujar Direktur Fiorentina, Daniele Prade, di kepada Rai Sport.

“Dia dengan cepat nyetel dengan skuat dan kini tim kami langsung bergantung kepadanya.”

Gol pertama Salah ke gawang Juventus tercipta dengan diawali solo run dari tengah lapangan. Kala itu, dia mengungguli Simone Padoin dalam beradu lari.

“Dia mencetak gol luar biasa dengan berlari sepanjang tujuh puluh meter. Dia seperti bocah, memberikan umpan silang lalu mengambilnya sendiri,” kata Prade.

Bertanding di hadapan pendukung sendiri, Jumat dinihari WIB, Juventus langsung menekan.

Dua peluang bagus didapatkan Arturo Vidal ketika laga berjalan dua menit. Yang pertama, tendangannya melambung, sedangkan tendangannya yang kedua menyamping.

Tidak lama setelahnya, giliran Fiorentina yang mendapatkan peluang lewat Jasmin Kurtic. Namun, tendangan gelandang asala Mesir itu masih melebar.

Fiorentina akhirnya unggul lebih dulu ketika pertandingan memasuki menit ke sebelas. Gol tersebut berawal dari sebuah serangan balik.

Sepak pojok Juventus bisa dihalau oleh barisan pertahanan Fiorentina dan bola pun diberikan kepada Mohamed Salah.

Salah kemudian menggiring bola dari tengah lapangan dan sukses mengungguli Simone Padoin lewat adu lari. Dia kemudian masuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan sepakan kaki kiri untuk menaklukkan kiper Juventus, Marco Storari. Bola sepakan Salah melesak masuk ke sudut atas.

Pelatih Fiorentina, Vincenzo Montella, sejak beberapa hari menjelang laga sudah memastikan akan memainkan Salah dari awal. Montella mengaku ingin memanfaatkan momentum, mengingat performa Salah sedang bagus-bagusnya.

Salah didatangkan Fiorentina dengan status pinjaman dari Chelsea pada bursa transfer musim dingin. Jika ingin mempermanenkannya pada musim panas nanti, Fiorentina dikabarkan harus mengeluarkan dana mencapai enam belas juta euro.

“Performa kami luar biasa, mulai dari penyerang yang juga bekerja dengan baik membantu pertahanan. Para pemain tahu bahwa sukses hari ini hanya bisa didapat dengan pengorbanan,” ujar Montella kepada Rai Sport.

“Saya tahu Juventus memiliki tekad lolos ke final dan saya mengekspektasikan leg II nanti bakal sama beratnya. Saya juga takut tim saya agak terpengaruh dengan hasil belakangan ini, sehingga di babak pertama kami tampil pasif.”

“Kami menunjukkan keberanian setelah istirahat dan dari situlah gol kemenangan kami tercipta.”

Fiorentina kini tidak terkalahkan dalam tiga belas pertandingan terakhir di semua ajang. Terakhir kali mereka menderita kekalahan adalah pada 06 Januari 2015, ketika ditundukkan Parma.

Bek Juventus, Leonardo Bonucci, menyebut bahwa Juventus kalah lantaran kesalahan sendiri. Dua gol yang dicetak Salah terjadi lantaran Juventus lengah.

Gol pertama Salah berawal dari tendangan sudut Juventus yang bisa dihalau oleh barisan pertahanan Fiorentina. Bola kemudian jatuh di kaki Salah yang langsung melakukan serangan balik dengan solo run dari tengah lapangan.

Sementara gol kedua Salah diawali oleh kesalahan Claudio Marchisio. Gelandang Juventus itu kehilangan bola ketika ditekan oleh Joaquin. Imbasnya, bola direbut dan diberikan kepada Salah, yang kemudian masuk ke dalam kotak penalti dan sekali lagi menaklukkan Storari.

“Fiorentina memanfaatkan kesalahan kami dengan baik,” ujar Bonucci seperti dilansir Football Italia.

Gol kedua Fiorentina tercipta di awal-awal babak kedua. Menurut Bonucci, ketika itu para pemain Juventus belum fokus sehingga mereka pun tidak terorganisir dengan baik.

Kendati demikian, Bonucci menyebut timnya tidak bermain buruk. Oleh karenanya, dia yakin bisa membalikkan keadaan pada leg kedua di Firenze pada 08 April mendatang.

“Para suporter harus tetap yakin karena kami bekerja keras setiap hari. Kami juga selalu mencoba mengaplikasikan ide pelatih di atas lapangan,” kata Bonucci.

sumber : sporta italiana dan football italia

Exit mobile version