Site icon nuga.co

Neymar “Kalah” Melawan Kiper Ochoa

Brasil dihadang oleh kebuntuan gol, dan gagal menampilkan tarian “samba” ketika Meksiko dengan cerdik melakukan akurasi akselerasi antar lini serta membuat demarkasi blok dengan taktik mengulur waktu, pada laga kedua Grup A Piala Dunia Brasil 2014, di Estadio Castelao, Forteleza, Rabu dinihari WIB, 18 Juni 2014.

Laga itu sendiri berakhir tanpa gol dan menempatkan Guillermo Ochoa, kiper Meksiko yang bebas transfer sebagai bintang. Kiper yang kontraknya di Ajaccio akan habis pada 30 Juni 2014 itu menggagalkan semua peluang emas Brasil.

Hasil tersebut membuat Brasil masih memuncaki Grup A dengan empat poin. Meksiko juga memiliki poin empat, tetapi duduk di tempat kedua karena kalah selisih gol.

Menurut catatan Whoscored, Brasil mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Tim ‘Samba’ juga menciptakan peluang gol lebih banyak dan enam di antaranya on goal. Sebaliknya Meksiko membuat tiga belas tembakan dengan hanya dua di antaranya yang on target.

Tapi dengan frekuensi itu, Brasil gagal membuat gol. Ochoa lah sebagai sandungan Brasil, yang dengan gemilang membuat enam penyelamatan. Termasuk saat melayang di udara untuk menepis tandukan keras Neymar. Padahal ketika itu bola sundulan Neymar sepertinya akan masuk ke gawang lantaran mengarah ke pojok kanan bawah.

Itu bukan satu-satunya momen di mana Ochoa menghalau upaya Neymar membuat gol. Di babak kedua dia memblok tendangan jarak dekat bintang Barcelona itu ke arah tiang dekat dan dikesempatan lain tandukan pemain Barcelona itu ke tengah gawang juga bisa dihalau.

Beberapa menit sebelum laga usai, Ochoa kembali melakukan aksi penyelamatan hebatnya. Dia menggagalkan sundulan jarak dekat kapten trim Brasil Thiago Silva yang menyambut umpan lambung Neymar.

Dibuat kesulitan menembus gawang Meksiko, Fred tak menyangkal kalau Ochoa tampil luar biasa baik. Kiper yang saat ini tidak memiliki klub itu disebutnya telah membuat penyelamatan-penyelamatan ajaib.

“Sudah seharusnya kami memberikan selamat kepada penjaga gawang mereka yang setidaknya membuat empat penyelamatan ajaib,” ucap Fred seperti dikutip Reuters.

Laga itu sekaligus membuat rekor tak terkalahkan Brasil dalam sepuluh pertandingan terakhir terhenti. Namun setidaknya lebih oke daripada kalah dari Swiss dalam laga persahabatan Agustus lalu.

Turun dengan starter seperti pada laga melawan Kroasia, Brasil langsung menekan sejak menit pertama pertandingan. Meksiko terlihat lebih sabar menghadapi tekanan Brasil dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Meksiko membalas peluang Brasil lewat aksi Hector Herrera. Herrera dari luar kotak penalti mampu ditepis Julio Cesar. Akan tetapi, wasit tidak melihat bola mengenai tangan Cesar dan menganggap tendangan gawang untuk Brasil.

Tahap berikutnya Guillermo Ochoa menggagalkan peluang emas Neymar. Menerima umpan silang Dani Alves, Neymar menyambutnya dengan sundulan terarah ke pojok gawang Meksiko. Namun, Ochoa melakukan gerak refleks mengagumkan untuk menepis bola menjauhi gawangnya.

Lima menit jelang babak pertama berakhir, Meksiko mendapatkan peluang kedua untuk mencetak gol. Percobaan Jose Juan Vazquez dari luar kotak penalti hanya menyamping tipis dari gawang Brasil.

Ochoa kembali menunjukkan kualitasnya. Tendangan Paulinho dari jarak dekat masih mampu diblok kiper yang bermain untuk Ajaccio itu. Gawang Meksiko kembali selamat. Hingga babak pertama usai, skor masih imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, pelatih Luiz Felipe Scolari melakukan pergantian pemain. Ramires ditarik keluar dan diganti gelandang serang belia, Bernard.

Pada babak kedua, Brasil kembali masih mendominasi pertandingan. Namun, Meksiko mampu memberikan perlawanan ketat lewat serangan balik cepat yang dikomandoi Herrera, Guardado, dan Giovani dos Santos.

Brasil nyaris membuka keunggulan melalui kaki Neymar, tendangan bebas Neymar hanya tipis menyamping dari gawang Ochoa.

Pendukung Meksiko pantas berterima kasih kepada Ochoa. Pada menit ke-86, umpan tendangan bebas Neymar mengarah tepat kepada Thiago Silva. Tanpa kawalan, Silva melepaskan sundulan keras ke gawang Meksiko. Akan tetapi, Ochoa melakukan gerak refleks untuk membuang kesempatan Brasil itu.

Jelang pertandingan berakhir, Meksiko melancarkan serangan yang membuahkan dua peluang, masing-masing dari Guardado dan Raul Jimenez, tetapi gagal memaksimalkannya.

Exit mobile version