Site icon nuga.co

Kostum Nomor Tujuh Kini Milik Cavani

Manchester United memenuhi  janjinya untuk memanjakan Edinson Cavani lewat  pemberian kostum “keramat” bernomor tujuh yang sebelumnya pernah menjadi milik George Best, David Beckham, Cristiano Ronaldo dan Eric Canton

Seperti diketahui, pemain berusia tiga puluh tiga tahun itu didatangkan ke Old Trafford secara gratis pada hari terakhir bursa transfer setelah kepergiannya dari Paris Saint-Germain.

Cavani menandatangani kontrak  berdurasi dua tahun di “Setan Merah”

United sendiri telah mengumumkan bahwa pemain internasional Uruguay itu akan mengenakan nomor keramat, nomor tujuh.

Nomor ini terkenal di Setan Merah, karena telah dipakai beberapa pemain top MU selama bertahun-tahun.

Memphis Depay, Angel Di Maria dan Alexis Sanchez – adalah pemain terbaru yang mengenakan kaus nomor tujuh di MU. Namun, semuanya menjalani tugas yang mengecewakan di Old Trafford.

Cavani merasa bangga mendapat nomor jersey tersebut. “Saya akan luar biasa bangga bisa mengenakan nomor punggung tujuh di Manchester United,” ujar Cavani.

“Sekarang saya akan mempersiapkan tanggungjawab ini, melakukan yang terbaik untuk siap dan menikmatinya dan saya berharap bisa tampil bagus di Manchester United,” imbuhnya.

Jersey keramat tujuh  awalnya dilaporkan akan ditawarkan kepada Jadon Sancho. Tapi, pemain Borussia Dortmund itu akhirnya tetap tinggal di Jerman setelah saga transfer yang berlarut-larut.

Sancho, seperti dilaporkan, justru dibuat bingung dengan aktivitas Setan Merah pada hari batas waktu transfer.

Cavani berstatus free agent setelah memutuskan tak memperpanjang kontraknya bersama PSG. MU memberikan kontrak berdurasi setahun kepada Cavani dengan opsi perpanjangan setahun lagi.

“Manchester United adalah salah satu klub terhebat di dunia, jadi sungguh suatu kehormatan berada di sini. Saya telah bekerja sangat keras selama waktu istirahat dan saya merasa bersemangat untuk bersaing dan mewakili klub yang luar biasa ini,” komentar Cavani kepada situs resmi MU.

“Saya telah bermain di depan beberapa pendukung yang paling bersemangat dalam sepak bola selama karir saya dan saya tahu itu akan sama di Manchester. Saya tidak sabar untuk merasakan atmosfer Old Trafford, ketika sudah aman bagi fans untuk kembali.”

Edinson Cavani  sendiri sudah tidak sabar bersaing dengan empat striker milik Setan Merah lainnya demi menjadi starter.

“Manchester United adalah salah satu klub terhebat di dunia, jadi sungguh suatu kehormatan berada di sini,” kata Cavani kepada situs resmi MU.

“Saya telah bekerja sangat keras selama waktu istirahat dan saya merasa bersemangat untuk bersaing dan mewakili klub yang luar biasa ini.”

Namun, sebelum resmi bergabung dengan MU, mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut ternyata sempat mempertimbangkan untuk pensiun.

Edinson Cavani mengungkapkan bahwa dia hampir berhenti dari sepak bola tahun itu. Pemain timnas Uruguay itu ditolak oleh PSG dan diberi tahu untuk mencari klub baru. Tapi, bukan penolakan tersebut yang menjadi alasan Cavani serius mempertimbangkan masa depannya.

Bagi yang belum tahu, Cavani didiagnosis terpapar corona beberapa bulan yang lalu. Ketika tertular virus bersama pacarnya, Cavani mengasingkan diri di El Salto. Selama periode ini, ia mulai memikirkan masa depannya dan mempertimbangkan untuk berhenti bermain sepak bola sama sekali.

Tetapi, Cavani dan pacarnya telah benar-benar pulih dari pertempuran melawan Covid-19. “Kesehatan keluarga Anda yang utama,” kata Cavani kepada acara radio Argentina Dos de Punta.

“Tentu saja saya mempertimbangkan ide untuk berhenti dari sepak bola. Benar bahwa saya mengatur opsi itu dan kemungkinan untuk berhenti bermain dan tinggal di pedesaan, mengabdikan diri saya untuk hidup saya di pedesaan.”

“Kami telah menderita melalui virus corona bersama keluarga dan dengan pacar saya. Sebenarnya itu buruk karena ketakutan itu terbangun. Puji Tuhan kami pulih dengan baik dan berevolusi dengan baik dan inilah kami,” ucap Cavani menambahkan.

“Wajar jika kecemasan mulai memasuki pikiran Anda.”

Usai sembuh dari Covid-19, Cavani pun membatalkan niatnya tersebut. “Liga-liga sudah mulai bersaing dan tentu saja, saya ingin memiliki tim,” ujarnya.

“Ada hal-hal yang tidak diberikan karena itu tidak boleh diberikan. Saya adalah tentang gagasan bahwa dalam hidup hal-hal datang ketika mereka harus datang dan terkadang, tidak peduli seberapa besar Anda menginginkan sesuatu, jika itu tidak harus terjadi, itu tidak akan terjadi.”

“Ada banyak ketidakpastian dan kecemasan. Hari-hari mulai berlalu dan saya melihat keluarga saya, teman-teman dan semua orang ingin tahu di mana saya akan bermain. Kami di sini, senang dengan keputusan itu dan sekarang saya ingin mengenakan kaus itu,” pungkas pemain itu.

Exit mobile version