Site icon nuga.co

Mourinho Sepelekan Ejekan Terhadapnya

Hasil buruk yang dialami Chelsea membuat media, pengamat, analis serta mantan pemain bersorak mengejek dan menuding Jose Mourinho sebagai tidak special

Musim ini bagi Mourinho dan The Blues memang berbanding terbalik dengan musim lalu, ketika klub Stamford Bridge itu sulit sekali ditumbangkan.

Musim ini Eden Hazard dan kawan-kawan begitu rapuh. Belum genap sepuluh pertandingan saja Chelsea sudah menelan tiga kekalahan.

Terhadap cacian dan tudingan senang para analis, pengamat dan publik itu, Mourinho menjawabnya dengan kalimat,”Saya tahu banyak orang yang senang ketika akhirnya setelah bertahun-tahun mereka akhirnya melihat saya seperti ini sekarang.”

“ Cukup adil, saya menikmatinya dan akan terus melanjutkan kerja keras,” terang separti dikutip “nuga” dari “soccerway,” Kamis, 08 Oktober 2015.

“Ini adalah untuk pertama kalinya saya mendapatkan hasil yang buruk. Namun saya menyesuaikan diri dengan situasi karena saya berjuang bersama pemain saya, bukan berseberangan,” tambahnya.

Berlainan dengan pengamat maupun pelatih sepakbola lainnya, Carlo Ancelotti, malah menyarankan agar Chelsea tidak memecat Mourinho dari kursi pelatih klub di musim ini.

Carlo Ancelotti berharap Chelsea bisa tetap menaruh kepercayaan kepada Jose Mourinho, meski sejauh ini belum bisa mengeluarkan potensi terbaik dari skuatnya.

Mourinho masih kesulitan mengangkat performa Chelsea, dengan timnya saat ini hanya duduk di peringkat enam belas klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengantungi delapan angka dari delapan laga.

Spekulasi pun berkembang Chelsea akan melakukan pergantian pelatih untuk mengatasi krisis ini, sebelum kemudian pihak klub menegaskan akan tetap menaruh kepercayaan pada Mourinho.

Ancelotti mendukung penuh keputusan manajemen Chelsea mempertahankan Mourinho karena menurutnya, perubahan di tengah musim tak selalu berakhir baik.

“Mourinho akan terus melanjutkan tugasnya. Saya tak berpikir Chelsea menginginkan perubahan,” kata Ancelotti, Kamis, 08 Oktonber 2015.

Tidak hanya Ancelotti, gelandang United Juan Mata menolak mencoret bekas klubnya dalam pertarungan gelar liga musim ini, meski si juara bertahan tertinggal sepuluh poin

Sebelumnya Jose Mourinho mengaku The Blues bakal kesulitan mempertahankan gelar setelah mereka baru mengantungi delapan poin dari jumlah pertandingan yang sama.

The Spesial One pun mulai realistis dengan hanya membidik empat besar sebagai prioritas mereka musim ini.

Tapi, Mata merasa klub London barat mesti dicoret dalam pertarungan gelar karena mereka masih memiliki banyak waktu untuk bangkit dari keterpurukan.

“Chelsea berada dalam situasi tidak biasa,” kata pemain gelandan United asal Spanyol itu

“Ini sesuatu yang situasional dan saya tak berpikir ini akan berjalan untuk periode yang lebih lama.
Mereka tak punya skuat yang membawa mereka ke posisi itu di Liga Primer.

“Kita melihat jarak sepuluh poin tiba dalam dua bulan dan saya pikir Chelsea akan bangkit dari situasi itu dengan cepat. Faktanya, saya tidak mencoret mereka dari pertarungan gelar,” pungkas pemain asal Spanyol.

Selain Mata, Radamel Falcao tak melihat alasan mengapa Chelsea tak bisa bangkit di musim ini.

Start buruk Chelsea di musim ini diyakini Radamel Falcao akan segera berakhir. Dalam waktu dekat, kebangkitan tim asal London tersebut akan terjadi.

“Jika memang hasilnya bukan yang terbaik buat Chelsea, kami punya kapasitas untuk membalikkan situasi,” kata Falcao,

Mantan pemain pinjaman United itu juga menegaskan kebulatan tekadnya untuk bisa memberikan performa dan kontribusi yang lebih baik buat timnya di musim ini.

“Saya baik-baik saja. Terus tumbuh dan berkembang, setiap harinya saya merasa lebih baik,” tandasnya.
Falcao saat ini baru tujuh kali bermain untuk Chelsea, dengan enam laga di antaranya dimulai dari bangku cadangan.

Jose Mourinho tak tinggal diam terhadap hujatan yterhadapik Chelsea, yang menuduh timnya bermain membosankan..

Namun bagi sang manajer asal Portugal ini, tuduhan tersebut menandakan bahwa sepakbola di Inggris saat ini sudah terlalu memuja penguasaan bola.

Dengan penuh sarkasme, Mou membayangkan masa depan sepakbola menjadi permainan yang pemenangnya ditentukan oleh ball possesion dan bukan gol.

“Mungkin masa depan sepakbola adalah sebuah laga yang dimainkan di karpet rumput hijau nan indah namun tanpa gol di mana tim dengan penguasaan bola lebih banyak akan menjadi pemenang,” ujar Mourinho.

“Semua orang berbicara mengenai tim yang bermain fantastis karena memiliki penguasaan bola yang baik. Ini sama saja mereka tidak menganggap gol sebagai sesuatu yang penting.”

“ Mereka menyimpulkan sebuah tim yang mencetak banyak gol seperti kami sebagai tim membosankan, namun tidak untuk tim yang memiliki penguasaan bola tujuh puluh persen.”

“Suatu saat nanti, ketika cucu saya bermain, sepakbola akan menjadi permainan tanpa gol dan orang-orang sudah cukup puas menikmati para pemain yang hanya saling mengumpan.”

“Bagi saya, sepakbola masih merupakan permainan yang menuntut Anda memasukkan bola ke gawang lawan dan sekaligus menjaga gawang Anda agar tidak kebobolan,” pungkasnya.

Exit mobile version