Site icon nuga.co

Mourinho: Semuanya Ingin Chelsea Gagal

Jose Mourinho kembali menyerang pengamat dan publik sepakbola Inggris dengan mengatakan, mereka ingin menjatuhkan Chelsea agar terpental sebagai kandidat juara di Premier league dan Piala Liga.

“Bahkan mereka tidak menginginkan Chelsea juara Champions League,” ujarnya kepada “Mirror,” Kamis, 29 Januari 2015.

Jose Mourinho tidak terima Diego Costa disebut sengaja menginjak pemain Liverpool.
Sebaliknya, dia menyebut ada usaha kampanye untuk menentang Chelsea.

Insiden yang melibatkan Costa tersebut terjadi pada laga leg kedua semifinal Piala Liga Inggris, Rabu dinihari WIB, di Stamford Bridge, dan Mourinho menuduh media dan pengamat membelokkannya untuk menjegal Chelsea meraih trofi .

Mourinho tak peduli dengan berapa kali Costa melakukan kekasaran

Yang pertama, dia menginjak kaki Emre Can hingga pemain Liverpool itu marah dan mesti dilerai.

Sementara, yang kedua adalah di babak kedua ketika dia berusaha menghindari tekel Martin Skrtel. Usai melompat, Costa mendarat tepat di engkel Skrtel.

Usai pertandingan, manajer Liverpool, Brendan Rodgers, menyebut Costa beruntung. Rodgers menilai, penyerang internasional Spanyol itu seharusnya mendapatkan kartu merah.

Kendati demikian, Mourinho tidak setuju. Manajer asal Portugal tersebut mengatakan bahwa Costa tidak sengaja melakukannya.

Mourinho kemudian balas menyerang. Menurutnya, ada orang-orang yang berusaha menggiring opini lewat insiden Costa ini untuk menyerang Chelsea.

“Saya tidak tahu apa pengertian Anda soal kata ‘menginjak’,” ujar Mourinho seusai pertandingan.

“Saya pikir, Anda sudah dipengaruhi oleh… Saya akan menggunakan kata-kata yang akan menyeret saya kepada masalah, tapi saat ini saya pikir saya tidak akan dihukum kalau mengatakan ada kampanye di televisi yang dilancarkan oleh sejumlah analis sepakbola.”

“Mereka mengatakan bahwa Costa sudah melakukan tindak kriminal. Orang-orang itu pasti sudah gila,” kata Mourinho.

Aksi Costa pada laga melawan Liverpool itu memang mengundang kritik dari sejumlah analis sepakbola. Dua analis dari Sky Sports, Thierry Henry dan Jamie Redknapp, kompak mengatakan bahwa Costa bersalah.

“Dia seharusnya tahu apa yang dilakukannya. Seorang pemain memang bisa beradu kaki dengan pemain lainnya, tapi dia jelas-jelas menginjak Skrtel. Ada batas jelas antara agresif dan melakukan kekerasan dalam sepakbola. Sayangnya, hari ini Costa sudah kelewat batas,” ucap Redknapp.

Berita lain datang menimpa Jose Mourinho yang harus menerima konsekuensi atas tudingannya terhadap wasit beberapa waktu lalu.

FA telah resmi menjatuhkan hukuman kepada manajer kontroversial itu.

Dikutip dari situs resmi FA, Mourinho dijatuhi denda sebesar dua puluh lima ribu poundsterling atau setara Rp 476,2 juta.

Pelatih berkebangsaan itu dianggap telah melanggar aturan FA dalam kaitannya dengan komentar media.

Hukuman itu diterima Mourinho setelah yang bersangkutan mengritik keras wasit ketika Chelsea diimbangi Southampton pada akhir Desember lalu.

Mourinho marah setelah Cesc Fabregas dikartu kuning karena dianggap diving yang kemudian dianggapnya ada sebuah agenda melawan timnya.

“Komisi Disiplin Independen menyimpulkan bahwa komentar-komentarnya sudah melanggar aturan FA E3. Komentar-komentar itu dinilai tidak tepat dan mencoreng permainan ini,” bunyi keterangan FA.

“Komisi tidak, bagaimanapun juga, menemukan bahwa komentar-komentar itu menyiratkan bahwa seorang wasit atau para wasit memiliki bias.”

“Tuan Mourinho, yang telah meminta sebuah sidang non-personal, juga telah diperingatkan akan perilakunya di masa depan.”

Exit mobile version