Site icon nuga.co

Mou Masih Saja “Menyerang” Wasit

Jose Mourinho kembali menghamburkan kata-kata pedasnya untuk para wasit yang memimpin laga-laga Manchester United di Premier League lewat tuduhan bahwa mereka tidak senang klub Old Trafford itu berada di puncak klasemen.

Manchester United, kini, kembali ke jalur kemenangan dalam enam kali laga terakhir di Premier League.

Senin malam MU kembali menaklukkan West Ham United di London Stadium,

Namun begittu, kemenangan tersebut mengundang banyak kritik.

Kemenangan Man United tersebut memicu banyak pro dan kontra. Hal ini disebabkan oleh beberapa keputusan wasit Mike Dean yang dianggap sangat menguntungkan Man United.

Keputusan kontroversial pertama yang dilakukan Dean adalah memberi kartu merah kepada gelandang West Ham, Sofiane Feghouli,

Pemain asal Aljazair itu mendapat kartu merah langsung setelah dianggap melanggar bek Man United, Phil Jones, secara kasar.

Sebelum ada kartu merah itu, West Ham beberapa kali tampil mengancam gawang Setan Merah. Tetapi, tekanan dari mereka sempat mengendur ketika sudah bermain dengan sepuluh orang.

Kontroversi kedua adalah soal gol yang dicetak Ibrahimovic. Dean mengesahkan gol itu, meski striker asal Swedia tersebut sudah berdiri di posisi offside sebelum melesakkan bola.

Namun, Manajer Jose Mourinho tetap berpikir untuk bahwa timnya layak meraih kemenangan tersebut. Manajer asal Portugal itu justru berpikir bahwa selama ini timnyalah yang paling sering dirugikan wasit.

“Saya tidak merasa kasihan kepada West Ham. Saya juga tidak melihat secara langsung kejadian yang membuat wasit mengeluarkan keputusan itu,” ucap Mourinho seusai laga kepada BBC.

“Bagi saya, jika Anda berbicara tentang siapa tim yang paling sering menerima keputusan buruk, kami adalah juaranya,” tutur Mou.

Mengenai jalannya pertandingan, Mourinho mengaku sangat bersyukur memutuskan untuk memainkan Mata dan Marcus Rashford pada babak kedua. Kedua pemain tersebut menjadi pembeda dan penentu kemenangan tim.

“Saya sangat senang atas pilihan saya menurunkan Juan Mata dan Marcus Rashford. Mereka telah menghadirkan apa yang sangat kami butuhkan di dalam pertandingan,” kata Mourinho.

“Rashford adalah pemain yang sangat profesional dan dewasa. Ia adalah pemain Manchester United dengan DNA asli klub ini,” ujarnya.

Mourinho tak mau ambil pusing menanggapi pencapaian rekor tak terkalahkan dalam tiga belas laga  beruntun bersama Setan Merah.

Ia mengaku lebih fokus mendulang poin demi menjaga asa juara Liga Inggris musim ini.

Kendati demikian, Mourinho tak mau jemawa dengan sejumlah catatan rekor yang diraihnya sejauh ini. Ia mengaku lebih fokus mengejar ketinggalan angka dari para pesaingnya di Liga Primer.

Pasalnya, United kini masih bertengger di peringkat keenam klasemen dan terpaut 10 poin dari Chelsea yang berada di puncak klasemen.

“Kami tidak mengejar rekor, kami hanya mengejar penampilan terbaik dan poin. Kami tahu bahwa Chelsea atau Tottenham akan kehilangan poin, jadi kami harus terus mengejar,” kata Mourinho seperti dikutip Sky Sports.

“Sebelumnya, kami juga tampil sangat bagus tapi gagal meraih poin. Kini, enam kemenangan beruntun dan raihan delapan belas poin, itu hasil persis dengan apa yang kami butuhkan,” sambungnya.

Kemenangan atas West Ham itu  membuat MU untuk kali pertama meraih hasil terbaik sejak era Sir Alex Ferguson.

Dua gol masing-masing dari Juan Mata dan Zlatan Ibrahimovic memastikan kemenangan MU atas West Ham di Stadion Olimpiade London

Dikutip dari Eurosport, MU untuk kali pertama sejak limamusim lalu meraih tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi. The Red Devils juga tidak terkalahkan dalam sebelas penampilan beruntun di Liga Primer.

Bagi Mourinho, tujuh kemenangan beruntun merupakan kemenangan terpanjangnya sejak melatih Real Madrid  di tiga tahun silam.

Keran gol MU juga mulai terbuka. Tambahan satu gol membuat Ibrahimovic sudah mencetak 18 gol di semua kompetisi untuk MU musim ini.

Padahal top scorer MU musim lalu, Anthony Martial, hanya mencetak tujuh belas gol di semua kompetisi.

Bagi Ibrahimovic, penyerang asal Swedia itu selalu mencetak gol di enam laga tandang terakhir, termasuk lima di Liga Primer.

Padahal, di tujuh pertandingan tandang sebelumnya Ibrahimovic tidak pernah mencetak gol.

Pada laga itu Mourinho juga memuji penampilan kiper David De

De Gea melakukan tiga penyelamatan penting ketika melawan West Ham. Salah satunya adalah memblok tendangan Michail Antonio dalam duel satu lawan satu.

“De Gea krusial buat kami. Kami tidak kebobolan karena David De Gea melakukan penyelamatan bagus menghadapi Antonio,” ujar Mourinho kepada Sky Sports.

Tiga menit setelah De Gea menggagalkan peluang Antonio, MU berhasil mencetak gol pembuka lewat Juan Mata. The Red Devils kemudian menggandakan keunggulan melalui Zlatan Ibrahimovic.

Pemain MU lainnya yang mendapat pujian dari Mourinho adalah Marcus Rashford, yang masuk di babak kedua dan memberi assist terjadinya gol Mata.

Sebelum masuknya Rashford, MU kesulitan membongkar sisi kanan pertahanan West Ham yang dijaga Havard Nortveidt.

“Anak ini, Havard Nortveidt, bermain sembilan puluh menit dua hari lalu, dia mampu mengatasi Jesse Lingard dan Henrikh Mkhitaryan. Rashford secara natural sangat fit dan cepat. Dia memberi kami permainan bagus di sayap,” ucap Mourinho.

Terkait kartu merah yang didapat pemain West Ham Sofiane Feghouli pada menit ke-15, Mourinho enggan mengomentarinya. The Special One mengatakan MU juga sering mendapatkan keputusan yang tidak adil di paruh pertama musim.

“Saya tidak mau mengomentari kartu merah. Saya terlalu jauh untuk melihatnya dan tidak melihatnya di televisi. Saya harus belajar menahan diri di paruh pertama musim karena banyak keputusan, gol Ibrahimovic yang dianulir, penalti yang jelas lawan Crystal Palace,” ucap Mourinho.

Exit mobile version