Site icon nuga.co

Mohamed Salah Bebas dari Sanksi Diving

Bintang Liverpool Mohamed Salah terhindar dari sanksi Football Association atau Federasi Sepak Bola Inggris akibat aksinya yang menyebabkan Newcastle United dihukum penalti saat laga Boxing Day, Rabu  waktu setempat.

Tuan rumah Liverpool menang telak empat gol tanpa balas atas Newcastle dalam pertandingan yang digelar di Stadion Anfield itu.

The Reds membuka keunggulan melalui Dejan Lovren. Salah pun menambah keunggulan untuk Liverpool melalui tendangan penalti.

Secara berurutan Xherdan Shaqiri dan Fabinho melengkapi kemenangan Liverpool dalam laga itu yang membuat tim asuhan Juergen Klopp tersebut tetap tak terkalahkan hingga pekan kesembilan belas.

Hanya saja, proses penalti yang diberikan untuk Liverpool menjadi perbindangan banyak pihak. Dalam kesempatan itu bek Newcastle Paul Dummett menarik lengan kiri Salah hingga pemain asal Mesir itu pun terjatuh di kotak penalti lawan.

Banyak pihak menyebut Salah melakukan diving. Karena mantan pemain AS Roma itu dianggap bereaksi terlalu berlebihan dengan menjatuhkan tubuhnya ke belakang saat ditarik Dummett.

Dikutip dari Sky Sports,Mohamed Salah tidak akan mendapatkan hukuman larangan bertanding lantaran reaksi Salah tidak mencapai batas yang dinilai ‘berusaha menipu wasit’.

Sebelumnya Manajer Newcastle Rafael Benitez menyebut penalti yang didapat Liverpool itu sebagai penalti yang lembut. Akibat penalti itu juga The Magpies kesulitan mengejar ketinggalaan, sementara Liverpool makin impresif.

Sedangkan menurut laporan Mirror, Salah bisa mendapat hukuman larangan bermain dalam dua pertandingan jika terbukti melakukan diving.Mantan wasit Mark Halsey menilai Salah tidak perlu bereaksi berlebihan meski ditarik Dummett.

Sementara itu Juergen Klopp menilai Mohamed Salah merupakan pemain penting Liverpool yang terus mengalami perkembangan kendati tidak dengan kondisi kebugaran yang sempurna.

Keberhasilan Liverpool memuncaki klasemen Liga Inggris  tidak lepas dari performa pemain asal Mesir yang sudah mencetak sebelas gol atau sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak di kubu The Reds musim ini.

Selain itu Salah juga menjadi penyedia assist terbanyak dengan catatan lima umpan berbuah gol.

Klopp menjelaskan Salah sebenarnya tidak berada dalam kondisi terbaik kendati mampu tampil cemerlang hingga hampir separuh musim berjalan.

“Tentu saja dia masih muda untuk terlibat dalam banyak hal lain dari gaya bermainnya. Tidak hanya kecepatan, tidak hanya finishing, banyak hal, seperti melindungi bola, tapi Anda butuh badan untuk melakukan itu. Itu adalah masalah satu-satunya yang dihadapi Mo sejak awal musim ini, salah satu bagian tubuhnya tidak sempurna,” kata Klopp dikutip dari situs resmi klub.

“Jika Anda bekerja di kantor dan bahu Anda tidak seratus persen, jika itu bukan tangan yang Anda gunakan untuk menulis mungkin itu tidak masalah, tapi jika Anda adalah seorang pemain sepak bola profesional hal tersebut akan mengurangi,” sambungnya sambil beranalogi.

Klopp menjelaskan kini kondisi Salah perlahan pulih dan sang pemain sudah berada pada kondisi terbaiknya dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami membutuhkannya sebagai pemain penghubung dan dia adalah bagian yang sangat penting dalam permainan kami, dia masih memiliki hasrat dan kecepatan,” jelas Klopp.

“Kecepatannya dalam jarak dekat sungguh impresif. Dia adalah pemain penting dalam situasi penyelesaian akhir, kami harus bersiap untuk segala situasi,” sambung pelatih asal Jerman itu.

Salah sendiri tak pernah bisa melupakan pernah di-nutmeg atau dikolongi Xherdan Shaqiri saat menjalani tes di Basel.

Kedua pemain ini tak pernah bermain dalam pertandingan resmi di Basel karena Shaqiri lebih dulu meninggalkan klub tersebut sebelum Salah resmi dikontrak  enam tahun silam.

Shaqiri resmi gabung Bayern Munchen . Namun, Salah pernah berhadapan dengan Shaqiri saat menjalani trial di klub berjuluk Bebbi tersebut.

Pada sesi trial di Basel, Salah ternyata dua kali dikolongi Shaqiri yang saat itu sudah menjadi bintang muda di Swiss.

Salah pun direkrut sebagai pengganti Shaqiri yang memilih hijrah ke Munchen. Namun, keduanya kini tergabung dalam tim yang sama: Liverpool.

Saat tiba pertama kali di Liverpool, Shaqiri kaget saat Salah menghampirinya dan mengingatkan ‘insiden nutmeg’ yang tak pernah dilupakannya hingga saat ini.

“Kali saya tiba di Liverpool, hal pertama yang dikatakan Salah kepada saya adalah, ‘Apakah kamu tahu saat saya menjalani trial di Basel kamu telah melakukan nutmeg dua kali berturut-turut pada saya?” kata Shaqiri menirukan pernyataan Salah seperti dikutip Bleacher Report.

Salah tak pernah melupakan kejadian memalukan tersebut di Basel. Namun, hal itu hanya menjadi kenangan lucu karena keduanya kini berada di tim yang sama: Liverpool.

Di Liverpool, Salah menjelma sebagai pemain bintang selama dua musim terakhir. Sementara Shaqiri yang baru gabung awal musim ini masih harus berjuang merebut tempat utama di bawah arahan Juergen Klopp.

Meski lebih banyak turun dari bangku cadangan, Shaqiri mulai mencuri perhatian publik Anfield. Ia kerap hadir sebagai pahlawan kemenangan, terlebih saat The Reds berhasil membungkam Manchester United di Liga Inggris.

Exit mobile version