Site icon nuga.co

Messi Itu Memang Pembeda untuk Tim

Messi memang pembeda yang bisa memberikan dampak pasti terhadap tim yang dibelanya.

Ia pesepakbola yang luar biasa, bahkan mungkin yang terbaik yang pernah ada.

Namun ketika kita berbicara sepakbola sebagai olahraga kelompok, maka Barca sudah menunjukkan bahwa mereka tak butuh kehadiran King Leo untuk hadirkan pesta kemenangan.

Sebut saja Neymar atau pun Luis Suarez.

Keduanya telah menjadi pembenaran bahwa tanpa “King Leo” Barca tetap menjadi monster di La L:iga maupun Liga Champions.

Luis Suarez, misalnya, untuk tidak menyatakan Neymar.

Ia makin meningkat dan berada “di level lain” sejak gabung Barcelona Bahkan banyak pengamat yang menilai ia berada di jajaran tiga pemain terbaik dunia. Messi dan Ronaldo.

Banyak orang yang yakin ia kini layak meramaikan persaingan Ballon d’Or bersama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

“Ia pemain kelas dunia, tapi kini berada di level lain,” ucap Gerrard bekas rekannya di Liverpool kepada BT Sport, Rabu, 25 November 2015.

“Beberapa gol yang ia cetak… Mereka adalah gol yang saya pikir mustahil.

“Ia kelihatannya berada di tempat yang ia inginkan dan tampak nyaman. Ia berada di tiga pemain top dunia.”

Suarez pun mendapat julukan baru sebagai monster kotak penalty. Begitu dingin memaksimalkan celah yang hadir seiring terpecahnya konsentrasi para bek.

Bagaimana dengan Messi usai sembuh dari cedera?

“Tanpa Messi kami kehilangan instrumen penting dalam gaya bermain khas Barca selama ini.”

“ Namun kami masih punya sosok hebat lainnya yang mampu hadirkan keajaiban dan jadi penentu. Kami tak akan menyerah hanya karena situasi tersebut,” tegas sang entrenador, Enrique, saat Messi diterpa cedera delapan pekan lalu.

Ini dibuktikan ketika Messi tampil saat Barcelona meluluhlantakkan AS Roma enam gol berbanding satu dalam lanjutan Liga Champions, Rabu dini hari WIB.

La Pulga untuk kali pertama tampil sebagai starter setelah absen akibat cedera lutut saat menghadapi Las Palmas pada September lalu.

Namun Messi, yang menjadi kapten menyusul absensi Andres Iniesta, tak perlu waktu banyak untuk menunjukkan kegemilangannya.

Dua gol dan satu assist untuk Gerard Pique ditorehkan La Pulga di Camp Nou dan ia lantas mengajak rekan setim untuk mempertahankan level permainan.

“Saya merasa baik bermain selama sembilan puluh menit,” kata Messi kepada Uefa.

“Sedikit demi sedikit saga merasa lebih baik. Saya senang dengan hasil dan main penuh. Kami senang dengan bagaimana ini berjalan tapi jalan masih panjang.

“Kami akan berusaha mempertahankan level. Saya sangat senang dengan semua pujian yang didapat, tapi saya hanya ingin membantu tim dan semoga kami bisa meraih target di akhir musim.”

Messi juga mengomentari kegagalan Neymar mengeksekusi penalti yang akhirnya dikonversi Adriano dengan memanfaatkan bola muntah.

Sementara itu, Rudi CGarcia, pelatih Roma menilai Barcelona tak ubahnya sebuah mesin, yang berjalan dengan efektivitas tinggi, disusun dari materi terbaik dan tak bisa dikalahkan.

Hal itu diungkapkannya setelah Roma kalah dengan Lionel Messi dan Luis Suarez bergantian menjebol gawang timnya.

“Kami membutuhkan keajaiban untuk bisa menang malam ini, dan kami tak mendapatkannya,” aku Garcia saat jumpa media.

“Tim yang sudah mengalahkan Real Madrid empat gol dan bermain di level terbaiknya adalah mesin yang tak bisa dikalahkan.”

“Mereka bukan dari dunia ini dan Anda tak bisa bermain melawan mereka sekarang.”

“Barcelona punya pemain fantastis dan mencetak sejumlah gol luar biasa. Tendangan Suarez adalah contoh bagusnya, Anda tak akan bisa melakukan apa pun mengatasinya.”

Exit mobile version