Site icon nuga.co

Media Ribut Kala Costa Lolos Kartu Merah

Hampir semua media Inggris, pada terbitan Minggu, 20 September 2015, menempatkan “kasus” Diego Costa, striker Chelsea asal Spanyol, yang terlibat “perkelahian” dengan Gabriel Paulista, pada laga “derby londonois” dengan Arsenal, dan menyebabkan kartu merah untuk bek asal Brasil itu.

“Serangan” langsung terhadap ulah Diego Costa itu datang dari mantan bek tangguh Manchester United Rio Ferdinand yang langsung menjulukinya dengan ‘bayi pemarah.’

“Reaksi Costa seperti bayi pemarah,” ujar Ferdinand di BT Sport.

“Ketika terjadi sesuatu, dunia seperti akan berakhir.”

“Dia punya kemampuan hebat. Kehadirannya bagaikan bom waktu bagi semua lawan. Kemampuan Costa fantastis, tetapi dia harus kembali fokus ke sepakbola,” tandasnya.

Musim ini Costa baru menyumbang dua gol untuk Chelsea.

Berlainan dengan Rio Ferdianand, manajer Chelsea ini Jose Mourinho menyebut Diego Costa pantas dianugerahi gelar pemain terbaik dalam derby London di Stamford Bridge.

Mou menolak Diego Costa membuat ulah lewat tindakan provokatifnya.

Ia tidak memancing emosi Gabriel. Bek Arsenal itu yang menendangnya dan wajar diganjar kartu merah
Mou tak menolak pengusiran Gabriel berperan penting membuka jalan The Pensioners memetik tiga angka.

Tuan rumah sukses mencetak dua gol via Kurt Zouma dan Eden Hazard ke gawang The Gunners, yang pada akhirnya menyudahi laga dengan sembilan orang setelah Santi Cazorla juga diusir.

Pelatih Arsenal mengatakan, Arsene Wenger, menyebut striker internasional Spanyol itu seharusnya dua kali dikartu merah.

Namun, Jose Mourinho justru mengelu-elukannya sebagai pahlawan Chelsea yang pantas dianugerahi gelar pemain terbaik dalam derby London tadi.

“Kalau Anda ingin berbicara tentang Diego Costa dengan saya, dia bermain seperti yang seharusnya. Itulah kenapa Anda memiliki stadion yang terisi penuh dan laga disaksikan di seluruh dunia oleh berjuta-juta orang. Laga harus dimainkan seperti itu,” ujar manajer asal Portugal itu dalam konferensi pers usai pertandingan.

Saat disinggung perihal lolosnya Costa dari potensi kartu merah karena menampar wajah Laurent Koscielny dalam sebuah duel, Mou merespons: “Saya kira Anda seharusnya berbicara tentang Gabriel Paulista, dia pemain bagus yang melakukan kesalahan.”

“Costa adalah man of the match bagi saya. Seharusnya juga ada penalti bagi kami, saat Gabriel Paulista melakukan sesuatu pada Eden Hazard dalam kotak yang hanya diizinkan di rubgy dan bukan sepakbola.”

“Kami bermain sangat baik melawan sepuluh orang. Kami tak memberikan kans kepada mereka. Kami menjaga keseimbangan yang baik, mengalirkan bola, para pemain depan bergerak jauh lebih banyak. Saya pikir kami pantas memetik kemenangan ini.”

Kemenangan Chelsea atas Arsenal di pekan keenam Liga Premier Inggris, Sabtu , 19 September 2015, diwarnai aksi provokasi yang dilakukan Diego Costa terhadap Gabriel Paulista.

Karena terpancing emosi, Paulista akhirnya diusir wasit beberapa menit sebelum babak pertama usai.

Kejadian bermula saat Costa mendorong Laurent Koscielny hingga terjatuh.

Paulista yang tidak terima rekannya dikasari langsung bertindak dengan mendorong balik Costa.
Setelah itu adu mulut sempat terjadi dan wasit bertindak tegas dengan memberikan kartu kuning untuk kedua pemain.

Costa tak puas dengan hal tersebut. Saat keadaan sudah tenang, ia yang berjalan di belakang Paulista melontarkan ucapan yang disinyalir bernada provokasi. Paulista yang tidak terima lalu menanggapi perkataan lawannya tersebut.

Sampai pada akhirnya, pemain kebangsaan Brasil itu menendang kaki Costa dan hal tersebut dilihat langsung oleh Mike Dean, wasit yang memimpin pertandingan.

Keadaan kembali memanas. Wasit memberikan kartu kuning kedua untuk Paulista dan setelah itu Costa pergi menjauh dari keramaian. Paulista sempat ngamuk, namun ia ditahan oleh rekan-rekannya.

“Mereka Chelsea paling hebat dalam urusan itu. Menurut saya, Costa akan melakukan hal yang sama setiap minggunya. Hebatnya, dia selalu lolos dari hukuman,” ucap pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang dikutip dari Daily Mail.

“Ini tak bisa diterima. Semua orang yang terlibat harus dimintai keterangannya. Jika melihat tayangan ulangnya, dia juga memukul wajah Koscielny dan mendorongnya hingga jatuh. Saya merasa aneh sebab dia lolos dari hukuman.”

“Saya tak mengerti dengan keputusan Mike Dean yang bertindak sebagai wasit. Bukan karena Gabriel Paulista diusir keluar, namun keputusannya membiarkan Costa tetap di lapangan. Bagi saya, Costa telah memanfaatkan kenaifan Mike Dean dalam memimpin laga ini,” pungkasnya.

Selain Paulista, wasit juga mengusir Santi Cazorla keluar lapangan. Pemain kebangsaan Spanyol itu diberi kartu merah karena melakukan pelanggaran keras pada Cesc Fabregas.

Tampil dengan sembilan pemain, membuat laga tidak berjalan seimbang. Chelsea akhirnya menang dua gol tanpa balas

Exit mobile version