Site icon nuga.co

Manchester United Kini di Jalan “Lurus”

Manchester United menemjukan jalan “lurusnya” dari senyum sumringah sang pelatih Jose Mourinho usai menekuk Sunderland dengan skor tiga gol berbanding satu.

“Manchester United kini mulai menjelma sebagai tim yang ideal seperti keinginan saya,” ujar Mou usai laga “boxing day,” Selasa sinihari WIB, 27 Desember 2016

Kemenangan atas Sunderland memang belum membuat ‘Setan Merah’ masuk ke zona Liga Champions, namun hasil ini membuat Manchester United telah mengantongi empat kemenangan beruntun.

Selain mencatat empat kemenangan beruntun, Manchester United juga tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir.

“Ini adalah tiga angka yang sangat penting. Empat laga, dua belas poin. Itulah yang kami butuhkan,” ucap Mourinho seperti dikutip dari BBC Sport.

Meski sukses mencatat empat kemenangan beruntun, Mourinho tetap melihat ada celah yang masih terlihat di dalam permainan United.

Bagi Mourinho, United tampil kurang bagus di babak pertama sebelum akhirnya berhasil bangkit di babak kedua.

“Saya tak suka dengan performa kami di babak pertama. Saya berharap kami bisa memulai laga dengan lebih baik. Namun saya suka dengan hasil akhir yang kami dapatkan dan performa di babak kedua.”

“Di babak kedua semuanya berubah. Kami tampil lebih agresif dan terus menekan lawan hingga garis pertahanan mereka. Kami memainkan operan cepat dan memiliki pemain seperti Anthony Martial dan Henrikh Mkhitaryan di bangku cadangan benar-benar membantu kami,” tutur Mourinho.

United saat ini ada di peringkat keenam dengan koleksi tiga puluh tiga poin.

Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan masih tertinggal empat angka dari Arsenal yang menghuni batas akhir zona Liga Champions.

Pada laga itu pula Henrikh Mkhitaryan melakukan aksi  gol yang  spektakuler.

Gol yang dibuat mantan gelandang Borussia Dortmund itu berasal dari aksi akrobatik.

Pria yang akrab dengan sapaan Micki itu melakukan tembakan voli akrobatik bak ekor kalajengking saat menyambut assist Ibra untuk menjebol gawang Sunderland.

Usai laga, Micki menceritakan bagaimana ia terpikirkan hal tersebut untuk mencetak gol ketiga MU.

“Awalnya saya mengira bola [assist Ibra dari sayap kanan] akan jatuh di depan saya,” tukas Micki kepada MUTV seperti dikutip dari AFP usai pertandingan.

Namun, saat hendak melompat meluncur menyundul bola ke gawang Sunderland yang dikawal Jordan Pickford apa yang ada di dalam bayangnya berbeda dengan kenyataan.

Bola lambung hasil umpan Ibra sedikit berbelok dan hampir melewati pundak Micki.

“Jadi satu-satunya hal yangn bisa saya lakukan adalah memanfaatkan kesempatan menendangnya dengan tumit. Saya melakukannya dan berhasil,” kata Micki bangga.

Tendangan kalajengking Micki itu pun mengingatkan penggemar sepak bola akan aksi spektakuler kiper legendaris Kolombia, Rene Higuita pada dua puluh satu tahun silam.

Kala itu, dalam laga persahabatan Kolombia dan Inggris, Higuita berada dalam posisi terlalu depan saat Jamie Redknapp melepaskan tendangan lambung ke arah gawang. Higuita pun menyelamatkan gawangnya dengan aksi tendangan kalajengking—tepat di depan mulut gawang.

Dan, dalam kolom komentarnya atas pertandingan Liga Inggris untuk Daily Mail, Redknapp pun mengenang aksi Higuita ketika menyaksikan tendangan spektakuler Micki.

Micki masuk sebagai pemain pengganti dalam laga menjamu Sunderland. Itu kali pertama dia bermain setelah melewatkan dua pertandingan akibat cedera pergelangan kaki.

Mkhitaryan menilai golnya tersebut merupakan gol terbaik sepanjang kariernya.

“Saya harus memastikan dulu gol itu tidak offside sebelum merayakannya. Saat sadar bola ada di belakang saya, satu-satunya reaksi saya adalah melakukan backheel dan ternyata saya berhasil,” kata pemain asal Armenia tersebut.

Meski sempat bermasalah dengan ankle-nya, Mkhitaryan mengaku siap jika dibutuhkan pada pertandingan tersebut.

“Saya tidak khawatir dengan cedera yang sudah pulih dan senang bisa membantu tim. Saya akan melakukan yang terbaik di pertandingan berikutnya. Man United harus mempertahankan performa seperti sekarang,” tuturnya.

Manajer Jose Mourinho menyanjung gol ‘ajaib’ yang dicetak anak asuhnya, Henrikh Mkhitaryan itu.

Aksi Henrikh Mkhitaryan membuat seisi stadion berdecak kagum. Dalam posisi berdiri di depan gawang, gelandang Armenia itu menaklukkan kiper Jordan Pickford dengan tendangan tumit sambil menjatuhkan diri.

Gol tersebut terasa semakin spesial karena terjadi di depan Stretford End, tribune legendaris di markas United.

“Saya harus melihatnya lebih jelas di televisi. Akan tetapi, bagi saya, itu terlihat fenomenal,” kata Mourinho dikutip Manchester Evening News.

“Saya pikir kami mencetak gol di gawang yang tepat, di depan Stretford End, dengan sambutan penonton sangat antusias,” ucap mantan juru taktik Chelsea itu.

Exit mobile version