Site icon nuga.co

Liverpool Menang “Perjudian” Lawan City

Minggu malam WIB, 13 April 2014, di Anfield Stadion, Liverpool melewati tanjakan terjal menuju juara Premier League, setelah dalam laga “Super Sunday” yang keras dan nyaris bagaikan final, membungkam Manchester City tiga lawan dua, dan makin mendekatkan diri sebagai jawara dengan empat laga tersisa.

Menurut “Sky Sports,” dalam tulisan di “online”nya, Senin pagi, 14 April 2014, Liverpool, kini, berada dalam posisi untuk menentukan nasibnya sendiri.

Kemenangan di laga, yang digambarkan hampir seluruh media di Inggris, sebagai sangat sengit itu membuat “The Reds” semakin dekat dengan satu-satunya titel yang belum pernah mereka raih: Premier League.

Posisi puncak klasemen yang sudah didapat Liverpool untuk kali kedua kalinya sepanjang musim ini, setelah kemenangan besarnya atas Tottenham Hotspur dan dilanjutkan dengan keunggulan atas West Ham United, memberi harapan bagi klub Anfield itu untuk menuntaskannya ke jenjang juara.

Liverpool memang memasuki fase aman di pendakiannya mencapai predikat juara. Klub Anfield ini telah meninggalkan City , yang masih punya dua pertandingan sisa. “The Reds” sudah sampai pada tahap aman karena masih bisa melebarkan jarak tujuh poin darii The Citizens walau pun klub Etihad itu bisa meraih seratus persen kemenangan di enam laga sisanya.

Perubahaan situasi daril hasil laga di Anfield, Minggu malam WIB memang membuat situasinya menjadi dramatis dengan membuat “Si Merah” kini tak lagi menggantungkan harapan menjadi juara pada klub lain.
Nasib Liverpool berada di tangan mereka sendiri.

Liverpool kini punya poin tujuh puluh tujuh, sementara City tujuh puluh. Jika diasumsikan Liverpool mampu meraih poin penuh di laga-laga sisa maka The Reds akan memiliki keunggulan satu poin dari City.. Skenario Liverpool meraih selapan puluh sembilan poin dan jadi kampiun di akhir musim jelas sangat mungkin terwujud. Dan sekali lagi itu semua kini tergantung mereka sendiri.

Dalam dua dekade terakhir belum pernah Liverpool punya kesempatan begitu besar menjadi juara Premier League. Namun laga-laga yang harus dijalani masih berpotensi menyulitkan. Yang terberat tentu saja duel dengan Chelsea di Anfield pada 28 April 2014 mendatang.

‘Si Biru’ akan menjadi lawan terberat Liverpool dalam upaya meraih gelar juara. Tiga pertandingan lain yang harus dijalani Liverpool di sisa musim ini adalah menghadapi Norwich City, Crystal Palace dan Newcastle United. Di atas kertas, ‘Si Merah’ harusnya bisa melewati tiga hadangan yang disebut terakhir.

Di sisi lain, Chelsea punya tantangan lebih besar. Kecuali lawatan ke Anfield, lawan-lawan The Blues di sisa musim ini sebenarnya juga terbilang ringan. Tapi ujian paling berat buat skuat Jose Mourinho adalah berbagi konsentrasi di Liga Champions. Apalagi duel dengan Liverpool di Anfield menyelingi dua pertandingan menghadapi Atletico Madrid.

City?

Tak ada klub besar yang akan menghadang langkah mereka di akhir musim ini. Potensi kejutan hanya datang saat berhadapan dengan Everton di Goodison Park pada 3 Mei 2014 mendatang.

Keberhasilan Liverpool memuncaki klasemen terbantu tingginya produktivitas gol yang mereka hasilkan. Liverpool menjadi klub yang tersubur di Premier League untuk kasta teratas.

Tiga gol terakhir yang dibuat Liverpool adalah saat mereka meraih kemenangan atas Manchester City. Raheem Sterling membuka pesta kemenangan Liverpool di Anfield untuk kemudian digandakan Martin Skrtel dan Philippe Coutinho.

Kapten Liverpool, Steven Gerrard, langsung menitikkan air matanya ketika wasit Mark Clattenburg meniup peluit panjang tanda pertandingan melawan Manchester City usai. Gerrard merasa bahagia sekaligus terharu dengan kemenangan tersebut.

“Sangat emosional. Tapi kami harus tetap tenang karena kami masih memiliki empat pertandingan tersisa,” kata Gerrard, seusai pertandingan, dengan napas yang masih tersengal-sengal.

Tambahan tiga poin ini membuat jarak dengan dua pesaingnya kian jauh. Dengan Chelsea yang akan menjalani pertandingan melawan Swansea, mereka unggul 5 poin. Sedangkan atas Manchester City, kini mereka unggul 7 poin. Jalan menuju gelar juara pun kian terbuka.

Toh, Gerrard tetap meminta teman-temannya tetap bersabar dan tenang. Baginya, menang dalam pertandingan ini bukan berarti mereka sudah aman.

“Orang-orang bilang ini adalah pertandingan yang sangat menentukan. Saya tidak setuju. Kemenangan penting akan terjadi pada pekan depan, ketika kami melawan Norwich. Kami belum mendapatkan apa-apa saat ini.”

Pertandingan melawan City berlangsung dramatis. Setelah unggul dua gol lewat Raheem Sterling dan Skrtel pada babak pertama, pada babak kedua mereka malah kebobolan dua gol oleh David Silva dan gol bunuh diri Glenn Johnson.

sumber: skysports, mirror, dailymail dan guardian

Exit mobile version