Site icon nuga.co

Liverpool, Chelsea dan City Sengit

Tiga “top star” Premier League, Liverpool, Chelsea dan Manchester City, saling tukar posisi untuk mendekat ke Arsenal di puncak klasemen setelah ketiganya mengakhiri pertandingan di ujung pekan dengan hasil menang, kalah dan seri.

Ketiganya, merupakan tim yang saling “membunuh” dan “dibunuh” lawan untuk menuju peta jalan juara bersama Arsenal dalam laga Premier League musim ini, yang dikatakan Jose Mourinho paling keras dan paling sulit diprediksi sepanjang sejarah kompetisi Inggris.

Liverpool mengawali laga “trio muskater” ini dengan menang telak 4-1 atas West Ham United, di Anfield Stadion, Sabtu, 07 Desrmber 2013, malam WIB.. Dengan hasil tersebut, Liverpool melangkahi dua rivalnya beratnya, Chelsea dan Manchester City, untuk berada di peringkat dua.

Manchester City, yang juga turun ke lapangan lima belas menit setelah Liverpool, di St. Mary Stadium, ditahan imbang Southampton 1-1, sedangkan Chelsea kalah 2-3 dari Stoke City.

Pada pertandingan Liverpool kontra West Ham terjadi tiga gol bunuh diri. Namun pada pertandingan tersebut, Liverpool sangat mendominasi.

The Reds sudah mengawali dominasinya pada babak pertama. Beberapa kali gawang The Hammers yang dikawal Jussi Jasskelainen mendapat tekanan dari Luis Suarez dan kawan-kawan. Namun, gol yang ditunggu-tunggu publik Anfield baru tercipta tiga menit jelang jeda. Gol tersebut merupakan hasil gol bunuh diri bek West Ham, Guy Demel.

Babak kedua, Mamadou Sakho menggandakan keunggulan Liverpool, setelah tendangan keras dengan kaki kirinya, menghujam gawang West Ham. Setelah itu, Liverpool berkali-kali melakukan tekanan ke gawang West Ham.

West Ham dapat mencetak gol setelah Martin Skrtel membuat gol bunuh diri. Setelah itu, pemain-pemain Liverpool kembali menekan West Ham. Hasilnya, Suarez mencetak gol ketiga The Reds pada menit ke-81 melalui sundulan, memanfaatkan umpan dari Glen Johnson.

Gol bunuh diri ketiga pada pertandingan tersebut, sekaligus gol keempat bagi Liverpool, dihasilkan pemain belakang West Ham, Joey O’Brien. Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan usai.

Sementara itu, Jose Mourinho, tak bisa menyembunyikan kegusarannya setelah Chelsea di bungkam Stoke City 2-3 oleh Stoke City di Britania Stadium.

The Blues sebetulnya mampu unggul terlebih dulu berkat gol Andrea Schuerrle pada menit kesembilan. Stoke City mampu berbalik unggul lewat duag gol hasil kreasi Peter Crouch dan Stephan Ireland.

Chelsea menyamakan kedudukan melalui gol kedua Schuerrle.Tapi, Oussama Assaidi mencetak gol pada menit ke-90, sekaligus memastikan kemenangan Stoke..

“Kami dalam masalah. Setelah tiga puluh menit menit, kami seharusnya bisa menang 3-0 atau 4-0. Namun, kami gagal. Ketika Anda bermain baik, mudah menemukan ruang, saat ada tiga pemain bermain baik di belakang penyerang, maka Anda seharusnya menyudahi pertandingan. Kami gagal,” jelas Mourinho.

“Kami bermain luar biasa pada awal laga. Juan Mata, Eden Hazard, dan Schuerrle bermain sangat baik. Namun, kami tidak cukup bisa mencetak gol. Lebih dari itu, kami melakukan kesalahan di lini pertahanan dan kebobolan,”

“Saya pikir tim ini adalah sebuah tim yang mencetak banyak gol, jika mengingat cara bermain kami. Kami bukan tim yang mengandalkan fisik. Kami bukan tim yang memilih bertahan saat melawan tim yang mengandalkan fisik. jadi, saya pikir kami harus mencetak gol ketika kami mengendalikan permainan,” ulas Mourinho.

Di pertandingan lain Manchester City harus puas bermain imbang kontra Southampton, di Stadion St Mary. City unggul lebih dulu, setelah sepakan Sergio Aguero yang memafaatkan umpan silang dari Alexander Kolarov, gagal dihalau Paulo Gazzainga.

Tuan rumah dapat menyamakan kedudukan pada menit ke-42. Pablo Osvaldo mengecoh Vincent Kompany dan Pablo Zabaleta, dan kemudian melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau Pantilimon. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-53, Jay Rodriguez berhasil melewati dua pemain belakang City, namun Pantilimon dengan cepat melakukan tekel sebelum ia melepaskan tembakan. Bola liar kemudian jatuh ke kaki Osvaldo, namun gagal dimanfaatkannya menjadi gol setelah tendangannya melayang di atas gawang yang sudah kosong.

Pada menit ke-62, posisi Yaya Toure ditarik ke lini depan, untuk menggantikan posisi Alvaro Negredo yang digantikan Javi Garcia. Garcia sendiri masuk untuk mengisi posisi Toure di lini tengah. Namun upaya City untuk mencetak gol tambahan tak berhasil hingga pertandingan usai.

Exit mobile version