Site icon nuga.co

“Live Streaming” Arsenal v Chelsea di SCTV

Arsenal akan menghambat laju Chelsea mendapatkan poin di balapan terakhir laga-laga Premier League, ketika keduanya bertemu di Emirates Stadium, Minggu malam WIB, 26 April 2015, di pekan ketiga puluh tiga, dan disiarkan “live” lewat “streaming Liputanc.com” dan siaranb langsung stasion televisi SCTV pada pukul 21.30 WIB.

Chelsea membutuhkan sembilan poin dari sisa enam lima laga yang akan dijalaninya termasuk menghadapi Arsenal. Cehlsea telah melewati hadangan berat dari Manchester United ketika mengalahkan tamunya dengan satu gol tanpa balas di Stamford Bridge, Sabtu pekan lalu.

Arsenal, yang memainkan laga kandangnya, memiliki modal dari hasil impresif kala menjamu Chelsea di akhir pekan. Namun, hasrat Arsenal meraih kemenangan dibayangi dengan rekor buruk Arsene Wenger terhadap Jose Mourinho.

Pada pertemuan sebelumnya, Chelsea sukses membekuk rival sekotanya itu dengan skor dua gol tanpa balas lewat Eden Hazard dan Diego Costa.

Meski begitu, ini bisa jadi kesempatan Arsenal membalas dendam. Menyusul performa apik di paruh kedua musim.

Laju apik ini bukan hanya menjadi motivasi tambahan Arsenal, namun juga sinyal bagi Wenger untuk — akhirnya — mengalahkan Mourinho di pertemuan ke-13 mereka dalam kompetisi domestik.

Pada dua belas laga sebelumnya, Mourinho dan Chelsea-nya sukses mendominasi Arsenal dengan meraup tujuh kemenangan dan cuma lima kali seri

Tapi bagaimanapun, mengalahkan Chelsea tetap bukan perkara gampang. Terlebih saat ini ‘Si Biru’ masih mampu berada di jalur positif karena belum terkalahkan dalam dua belas pertandingannya secara beruntun

Chelsea hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk mengamankan titel juara Premier League.
Aresenal juga membutuhkan kemenangan kala menghadapi Chelsea.

Bagi Arsenal, kemenangan di laga akhir pekan nanti tak sekadar untuk menghambat Chelsea dalam merengkuh gelar juara. Arsenal butuh angka penuh untuk menghindar dari kejaran Manchester United yang berdiri satu poin di belakang mereka tapi juga mencari kemenangan pertama sejak 2011.

Arsenal menyebut Eden Hazard dan Cesc Fabregas sebagai ancaman terbesar Chelsea, jelang laga akhir pekan ini. Gelandang The Gunners Francis Coquelin menuntut timnya menjaga fokus selama lagat.

Laga ini bisa jadi menentukan persaingan gelar di sisa musim, mengingat keduanya merupakan tim teratas di liga saat ini.

Arsenal sadar laga bakal berjalan berat. Untuk meraih tiga poin terlebih lagi, mengingat tim besutan Jose Mourinho sejauh ini baru kalah dua kali.

Bicara soal ancaman, Coquelin menilai bahaya terbesar yang dihadapi adalah Hazard dan Fabregas. Dua pemain ini memang punya peran menonjol sepanjang musim, apalagi sejak kontribusi Diego Costa menurun di dua bulan terakhir.

“Kami telah menghadapi tim-tim besar di beberapa pekan terakhir. Liverpool punya Philippe Coutinho dan sekarang ada lawan berbeda dengan Eden Hazard,” kata Coquelin di situs resmi klub.

“Dia mungkin salah satu pemain terbaik di liga, bahkan mungkin yang terbaik di musim ini. Ini akan jadi sebuah laga berat tapi seperti di setiap laga besar, Anda ingin menang.”

“Hazard dan Cesc Fabregas adalah para pemain hebat yang bisa melakukan hal-hal hebat kapanpun. Anda perlu fokus sepanjang waktu dan itulah yang akan saya coba lakukan selama 90 menit,” demikian gelandang asal Prancis ini.

Sementara itu, penjaga gawang Arsenal, David Ospina, memaparkan kunci sukses timnya bisa melewati Manchester United dan kini bisa menantang Chelsea dalam perburuan gelar Premier League.

Menurutnya, berbagai elemen tim sangat mendukung sehingga The Gunners bisa berbicara banyak musim ini.
Usai dikalahkan Tottenham Hotspur pada North London Derby 7 Februari 2015, The Gunners belum pernah lagi mengecap kekalahan.

Hebatnya, mereka mengemas delapan kemenangan beruntun dan menempati posisi dua Premier League, selisih sepuluh poin dari Chelsea yang berada di puncak klasemen.

Selain sukses di Premier League pada periode tersebut, tim asuhan Arsene Wenger juga menorehkan tinta emas dengan lolos ke Final Piala FA usai mengalahkan Manchester United di perempatinal dan Reading di babak selanjutnya.

Hasil minor hanya diterima Meriam London kala tampil di perdelapanfinal Liga Champions.

Mereka disingkirkan AS Monaco karena kalah agresivitas gol tandang. Namun, kegagalan itu tak membuat mereka larut dalam kesedihan dan terbukti mereka mampu bangkit dalam kurun dua bulan terakhir.

“Saya pikir kami telah menciptakan gaya main kami sendiri. Kami telah bermain di jalur yang sebenarnya. Selain itu, kami juga memiliki pelatih brilian yang mampu membawa kami ke arah seperti yang diinginkan,” jelas kiper asal Kolombia seperti mengutip Daily Star, Kamis, 23 April 2015.

“Kami juga dihuni pemain belakang yang kenyang pengalaman baik di level klub maupun Tim Nasional. Berkat hal-hal tersebut, kami yakin bisa meraih hasil yang lebih dibanding saat ini,” urainya.

daily star, mirror dan daily mail

Exit mobile version