Site icon nuga.co

Lionel Messi Akan Pensiun dari Tim Tango

Lionel Messi mempertimbangkan akan pensiun dari tim nasional Argentina  usai Piala Dunia Rusia  dan hanya bermain di Barcelona hingga kontraknya berakhir.

Isyarat pensiun dari tim tango ini diungkapkan Messi ketika diwawancarai media Spanyol “marca, “ hari ini, Selasa 20 Maret

Dena nada pasti, Lionel Messi tidak membantah Piala Dunia  Rusia bisa menentukan masa depannya bersama timnas Argentina.

Hanya saja, Messi tidak mengungkapkan apakah menjadi juara atau kembali gagal yang membuatnya pensiun atau terus berkostum Tim Tango.

Sejak dipanggil timnas Argentina pada dua belas tahun silam, pemain berjuluk La Pulga itu sudah tiga kali bermain di  tiga Piala Dunia .

Namun, tidak ada gelar juara Piala Dunia yang diraih Messi.

Pencapaian terbaiknya bersama timnas Argentina di Piala Dunia hanya runner up empat tahun silam  saat kalah  dari Jerman.

Karena itu, banyak yang berspekulasi, bahwa Piala Dunia musim ini akan menjadi turnamen terakhirnya jika kembali gagal juara.

“Ada perasaan bahwa sebagian besar skuat ini akan bermain bersama untuk terakhir kalinya,” kata Messi dalam program televisi La Cornisa seperti dikutip dari Marca.

“Sepertinya setelah mencapai tiga putaran final hal itu tidak membantu. Tentu saja, kami bergantung pada hasilnya,” Messi menambahkan.

Messi tampaknya tidak terlalu senang dengan kritik dari banyak orang tentang prestasi timnas Argentina.

Meskipun, sebagian fans lain tetap berharap bintang Barcelona itu bisa membawa Argentina juara di Piala Dunia .

“Mereka tidak berpikir tentang kami yang semakin dekat menjadi juara. [Mereka berpikir] kami tidak memiliki peluang lagi,” ucap Messi.

“Jika seperti itu, mereka akan meminta seluruh pemain dari tim ini untuk meninggalkan timnas,” Messi menuturkan.

Tentang adanya harapan dirinya bisa membawa Argentina menjadi juara di Piala Dunia 2018, Messi mengaku terkesan.

“Itu mengejutkan saya, bahwa di belahan dunia manapun mereka menunggu Argentina menjadi juara dan yang diberikan kepada saya, ini sangat mengesankan,” kata Messi.

Sementara itu kondisi Messi sediheboh karena beberapa kali tertangkap kamera tengah muntah di lapangan dalam beberapa musim sebelumnya.

Sang penyerang bintang Barcelona itu pun mengungkapkan penyebab ia mengalami hal tersebut saat sedang bermain.

Dilansir dari AS.com, penyerang Timnas Argentina itu mengatakan faktor utamanya adalah diet dan pola makan yang salah pernah menjadi kebiasaannya.

“Saya punya apapun di sana, seburuk makanan yang saya konsumsi. Pada usia 22 atau 23 tahun, saya sering makan coklat, sandwich kue kering, termasuk soda tanpa aturan dan mendengarkan saran dari siapapun,” ujar Messi.

La Pulga menilai pola konsumsi yang tidak terkontrol tersebut membuat ia mengalami beberapa kali muntah di pinggir lapangan saat bermain membela Barcelona.

“Sekarang saya tetap memakan apapun termasuk salad, ikan, daging, sayur-sayuran, tapi dengan cara yang lebih teratur. Hanya pada waktu tertentu saja meminum anggur. Selalu ada waktu untuk melakukan itu,” kata Messi.

Mengubah pola makan dan diet konsumsi bagi Messi bukan perkara mudah. Ia harus membiasakan diri lagi untuk makan sesuai aturan yang sudah ditentukan baginya.

“Kemudian saat ini saya mulai menyadari banyak perubahan. Banyak hal yang bisa dikatakan dan pada akhirnya sudah terbiasa sehingga itu [muntah] tidak terjadi lagi kepada saya,” terang Messi.

Tentang masih adanya anggpan bahwa dia adalah pemain egois, Messi dengan cepat membantahnya.

Messi menyebutkan dirinya bukanlah pemain yang egois di lapangan, baik sejak dulu ia masih berusia muda maupun saat ini.

Messi disebut bermain lebih efektif saat ini dan tak lagi banyak berlari di lapangan. Namun pemain asal Argentina itu menyatakan tak banyak perubahan berarti dalam jarak tempuh larinya di lapangan.

Messi mengakui bahwa memang ada perubahan dalam gaya mainnya, namun itu terkait pola pikirnya saat ini yang mencoba untuk tidak tampil egois sebagai pemain di lapangan.

“Saat ini saya mencoba untuk bermain demi kepentingan tim. Alur bola lebih banyak melalui saya dan saya tak berusaha untuk sendirian menyelesaikan serangan seperti sebelumnya.”

“Pada dasarnya saya bukanlah pemain egois. Saya mencoba untuk membangun serangan dari posisi yang berbeda. Saya berlari sama banyaknya dibandingkan sebelumnya, namun dengan cara yang berbeda,” ujar Messi seperti dikutip dari Marca.

Messi menunjukkan performanya sebagai pemain yang mengutamakan kepentingan tim dalam laga lawan Chelsea di Liga Champions tengah pekan lalu.

Setelah berhasil merebut bola dari Cesc Fabregas, Messi berlari cepat menuju kotak penalti Chelsea.

Messi bisa saja memaksakan diri untuk melakukan tembakan, tetapi ia melihat posisi Ousmane Dembele lebih terbuka.

Messi pun memutuskan mengirim bola pada Dembele. Keputusan Messi terbukti tepat karena Dembele bisa mengeksekusi peluang itu jadi gol.

Di luar assist tersebut, Messi masih menunjukkan kepiawaiannya sebagai mesin gol.

Exit mobile version