Site icon nuga.co

Laga “El Clasico” Tinggal Menghitung Hari

Laga “el clasico” serial pertama  di La Liga,  antara Real Madrid lawan Barcelona  di Santiago Bernabeu  tinggal dua hari lagi

Dan tensi yang dikbaskan para pengamat, pemain dan media terus membakar publik sepakbola spanyol.

Mereka menganggap pertarungan besar  ini akan mengukuh superioritas mereka di kancah sepakbola dunia.

“Laga ini  tak hanya dinanti publik sepak bola Spanyol, tapi juga dunia.,” tulis media terkenal Spanyol “marca,” Kamis, 22 Desember

Dan selanjutnya”marca” menulis, laga bertajuk El Clasico itu tak hanya menghadirkan pertarungan dua raksasa sepak bola Spanyol, namun juga banyak menghadirkan drama.

Salah satu yang disorot adalah terkait gengsi laga itu dengan isu kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.

Pengamat politik dari Spanyol, Pablo Simon kepada AFP mengatakan, duel El Clasico itu bisa membuat tensi sentimen Catalonia kembali tinggi.

Bagi orang-orang pro kemerdekaan Catalonia, pertarungan ini semakin dijadikan simbol untuk memperlihatkan kebanggaan orang-orang Catalan yang memiliki perbedaan budaya, sejarah, dan bahasa dari orang-orang Spanyol.

“Mereka [pertarungan El Clasico] memiliki koneksi ideologi yang amat kuat,” terang Simon mengomentari laga El Clasico terkait persoalan politik di Catalonia.

“Satu pihak ada Real Madrid yang secara lazimnya disebut lebih konservatif dan memiliki basis suporter nasionalis.”

Di pihak lain, Simon menambahkan, Barcelona lebih dari sekadar klub karena sudah menjadi simbol sebagai identitas orang-orang Catalan yang sudah mengakar kuat.

Perbedaan itu yang bisa dilihat nyata pada dua markas klub rival tersebut di Stadion Camp Nou dan Santiago Bernabeu secara pemandangan dan atmosfernya.

Di Bernabeu, berjajar bendera Spanyol pada setiap sudut stadion tersebut.

Ada pula lagu ‘Hidup Spanyol’ yang dikumandangkan pada 1 Oktober selama berjam-jam setelah kerusuhan pada demonstrasi tuntutan kemerdekaan Catalonia.

Para fan Barcelona tentu akan bersatu padu mendukung Andres Iniesta dan kawan-kawan untuk memenangkan laga sebagai bagian dari bentuk perlawanan Catalonia di ajang olahraga.

“Ini adalah derby Spanyol dan rasanya tidak mungkin menjadi netral. Ini adalah laga yang bisa mempersatukan masing-masing elemen. Tak ada yang mau kalah di pertandingan ini, terlebih dalam hari-hari tuntutan kemerdekaan Catalonia,” ucap Simon.

Tuntutan kemerdekaan Catalonia dari Spanyol meningkat pada September lalu dan berujung pada inisiatif orang-orang Catalan membuat referendum sendiri.

Namun, hasil lebih dari 80 persen mendukung kemerdekaan Catalonia tidak diakui pemerintah Spanyol.

Tak ingin menyerah, para warga yang menuntut kemerdaan Catalonia itu turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi dan berakhir ricuh bentrok dengan aparat kepolisian Spanyol.

Sementara itu, gelandang Madrid, Luka Modric berharap pertandingan melawan Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, , akan menjadi titik kebangkitan Real Madrid dalam mengejar ketertinggalan angka dari sang rival utama yang kini berjarak sebelas poin.

Target tiga poin turut dirangsang oleh keberhasilan Los Blancos meraih gelar juara di Piala Dunia Antarklub. Selain itu Madrid juga meraih kemenangan dalam empat laga beruntun di berbagai ajang.

Untuk menjaga harapan mendekati Barca di klasemen, Modric menaruh perhatian pada gaya bermain sang lawan yang dikenal ampuh membuat lawan bertekuk lutut.

“Kemenangan akan tergantung dari bermain bersama, bagaimana kami membaca permainan dan bagaimana kami bermain sebagai sebuah kesatuan,” ujar dikutip dari Modric dari situs resmi Madrid.

“Kami harus terus bersama dan tidak memberi ruang kepada Barcelona karena jika Anda membiarkan mereka bermain, mereka memiliki pemain yang akan menghukum Anda,” sambung Modric.

Selain ekspektasi meraih kemenangan demi menjaga peluang Madrid mempertahankan gelar juara La Liga, Modric juga memiliki harapan menang untuk membayar dukungan para penggemar El Real di Bernabeu.

Selama berkostum Madrid,  Modric sudah pernah merasakan tiga kekalahan kandang di La Liga. Kekalahan paling telak dirasakan pada tahun tiga tahun  lalu ketika Barcelona menang empat gol tanpa balas.

Pada akhir musim lalu Madrid juga merasakan kekalahan dari Barcelona saat berlaga di Bernabeu.

Lain lagi dengan gelandang Barcelona, Ivan Rakitic.

Ia  memiliki pandangan berbeda dalam menanggapi duel El Clasico dengan sang pelatih Ernesto Valverde dan pemain senior di lini tengah Barcelona, Andres Iniesta.

Valverde dan Iniesta berpendapat pertandingan menghadapi Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu bukanlah laga yang akan menentukan gelar juara musim ini.

Keduanya menganggap konsistensi Barca yang akan menentukan mereka meraih gelar kedua puluh lima  atau Madrid yang akan merayakan trofi La Liga yang ketiga puluh empat.

Lain halnya dengan Rakitic, ia menilai laga kontra kesebelasan rival di La Liga akan berdampak besar bagi perjalanan Barca.

“Kami tidak perlu mengubah ide tentang El Clasico, bermain seperti biasanya dan memainkan gaya kami,” jelas gelandang asal Kroasia tersebut seperti dilansir dari situs resmi Barcelona.

 

“Madrid lawan Barca bisa memiliki dampak untuk seluruh musim. Kami ingin mengakhiri tahun ini sebaik mungkin,” sambung Rakitic.

Menurut Rakitic, keberhasilan Barcelona memimpin klasemen dan tidak terkalahkan hingga pekan ke-16 pada musim ini tidak lepas dari kondisi internal tim yang amat positif.

“Kami sangat antusias dalam setiap pertandingan. Kami berharap dapat melanjutkan performa bagus,” ucap gelandang yang selalu tampil di kompetisi La Liga musim ini.

 

Mantan pemain Basel, Schalke 04, dan Sevilla itu berjanji akan memberikan segalanya agar Barcelona mengemas tiga poin dalam laga akbar itu.

“Anda dapat mengandalkan saya. Saya selalu ingin bekerja seratus persen untuk tim. Saya tidak suka absen dalam sesi latihan,” tukas Rakitic.

Exit mobile version