Site icon nuga.co

La Liga Gempar Real Sogok Granada

Sepakbola Spanyol mengalami “gempa” besar yang menyebabkan otoritas La Liga mengambil inisiatif untuk menginvestigasi rumor “sogokan” Real Madrid terhadap Granada bila saja tim itu mampu mengalahkan Barcelona di laga terakhirnya di ujung pekan ini.

Real Madrid dan Barcelona, kini, terpaut satu poin untuk keunggulan klub Katalonia itu dan bila Granada bisa mengalahkan Messi dan kawan-kawan pesat real Madrid akan menjadi lengkap bersamaan dengan tampilnya mereka melawan Atletico Madrid di akhir bulan ini di final Liga Champions.

Rumor “sogokan” Real Madrid kepada Granada itu langsung disambar Joan Gasparta sebagai aib besar sepakbola Spanyol.

Gaspart, mantan bos besar di Barca,   menanggapi rumor Real Madrid akan memberi uang kepada Granada jika mampu mengalahkan klub asal Katalonia tersebut.

Klaim tersebut terungkap setelah kiper Granada asal Kroasia, Ivan Kelava, mengatakan Madrid berpeluang memberikan timnya uang insentif jika mampu mengalahkan Barcelona.

Jika Barcelona tertahan di markas Granada, dan pada pertandingan lainnya Madrid berhasil mengalahkan Deportivo La Coruna, maka Los Blancos yang akan menjadi juara La Liga musim ini.

“Apa yang dilakukan Madrid adalah menodai sepak bola. Jika saya pemain Granada, saya akan merasa terhina karena itu artinya saya bisa dibeli,” ujar Gaspart seperti dilansir Marca.

“Saya percaya sepak bola adalah kejujuran. Jika hal itu benar terjadi, maka harus ada investigasi dan klub yang terlibat harus dihukum.”

Gaspart yang pernah menjadi presiden Barca, juga membantah rumor lama yang mengklaim Azulgrana memberi uang kepada Tenerife setelah menggagalkan Madrid menjadi juara La Liga

“Siapapun yang mengatakan itu adalah pembohong. Apa yang Barcelona lakukan adalah mengundang Tenerife bertanding di trofi Joan Gamper, bukan memberi mereka uang,” tegas Gaspar.

Madrid menjadi satu-satunya klub yang bisa menjegal langkah  Barcelona menjadi juara setelah Atletico Madrid ditaklukkan Levante.

Barcelona kini berada di puncak klasemen dengan delapan puluh delapan poin dan disusul Madrid dengan delapan puluh tujuh poin.

Jika Barca gagal mengalahkan Granada,  sementara Madrid menang atas Deportivo La Coruna, maka Los Blancos yang meraih trofi.

Menghadapi situasi tersebut, Kiper Granda Ivan Kelava mengatakan kesebelasannya bisa mendapatkan keuntungan finansial.

“Teman-teman saya bilang ini adalah standar untuk sebuah insentif yang diberikan kepada para pemain dari klub-klub lain,” ujar Kelava seperti dikutip dari AS.

“Jadi mungkin Real Madrid akan menawarkan kami sebuah bonus untuk menghentikan langkah Barcelona,” sambung kiper asal Kroasia tersebut.

Namun, keterangan yang diterima Kelava dari rekan-rekan satu timnya ternyata salah. Hal itu terjadi karena insentif seperti itu adalah hal yang dilarang dalam sepak bola Spanyol.

Sementara itu di kubu La Coruna, gelandang sentral klub tersebut, Pedro Mosquera, terang-terangan mengaku lebih senang Madrid yang meraih trofi La Liga. Hal itu diakui Mosquera karena dirinya memiliki hati yang tertambat di Madrid.

Mosquera adalah produk akademi dari tim ibu kota Spanyol tersebut. Namun, ia mengakui tak ingin menyerahkan kemenangan begitu saja kepada Madrid.

“Ini adalah pertandingan spesial di mana semua orang ingin bermain. Ini adalah pertandignan terakhir musim ini di stadion kami, di depan pendukung kami, dan kami akan keluar untuk sebuah kemenangan yang sudah lama tak kami dapatkan,” ujar Mosquera.

Kabar lainnya mengungkapkan Barcelona tidak akan melakukan perayaan besar-besaran jika mampu merebut gelar La Liga akhir pekan ini,

Lionel Messi dan kawan-kawan juga tidak bisa merayakan gelar di Camp Nou.

Seperti dikutip dari Marca, Barca direncanakan tidak akan mengangkat trofi La Liga di Los Carmenes. Tim asuhan Luis Enrique akan merayakannya dengan berkeliling kota Barcelona pada malam harinya menggunakan bus terbuka.

Belum jelas rute perayaan mana yang akan diambil skuat Barca setibanya di Bandara El Prat. Namun, yang pasti skuat Barca tidak bisa merayakan gelar La Liga di Camp Nou.

Hal itu dikarenakan pada hari yang sama Stadion Camp Nou digunakan untuk konser musisi ternama asal Amerika Serikat, Bruce Springsteen.

Enrique sudah meminta pihak klub untuk tidak melakukan perayaan berlebihan. Terlebih Barca masih akan menghadapi Sevilla pada final Piala Raja di Stadion Vicente Calderon, 21 Mei mendatang.

Enrique juga dikabarkan akan memberi skuatnya libur selama dua hari usai laga melawan Granada, terlepas dari sukses tidaknya Barca merebut gelar La Liga.

Barca dipastikan gagal kembali merebut treble musim ini setelah disingkirkan Atletico Madrid di perempat final Liga Champions.

Exit mobile version