Site icon nuga.co

Klub Elit Premier League Tuai Hasil Seri

Arsenal, Chelsea dan Manchester City mengikuti jejak Manchester United, sehari sebelumnya, dengan bermain seri dalam lanjutan laga Premier League, Kamis dinihari WIB, 14 Januari 2016.

Dengan hasil seri ini, terutama Arsenal, menyebabkan Leicester City menempelnya dengan ketat di puncak klasemen.

Ketiga manajer tim papan atas Premier League ini juga mengungkapkan kekecewaannya dengan hasil seri itu.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, dengan nada muram seperti dikutip “nuga” dari “daily mail,” Kamis, 14 Januari 2016, langsung menghamburkan kekecewaannya di ruang pertemuan seusai pertandingan.

“Saya sangat kecewa tetapi secara keseluruhan saya tidak bisa menyalahkan upaya dan komitmen dari tim ini,” tukas Wenger usai laga seperti dikutip dari Daily Star.

Sempat tertinggal dua kali lewat dua gol Roberto Firmino, skuat Arsenal berhasil unggul usai gol kedua Giroud.

“Kami memulai laga dengan sulit. Saat skor tiga lawan dua, kami seharusnya bisa membuat ini jadi empat berbanding dua dan sayang tak membuat keputusan yang tepat di tiga puluh menit menit terakhir.”

“Liverpool berjuang hingga detik terakhir,” ujar Wenger.

Sementara itu Manajer Liverpool Juergen Klopp bahagia dengan perjuangan skuatnya

“Apalagi yang bisa saya katakan? Di pertandingan ini kami bermain sangat baik, pemain juga cukup baik dan kami memiliki lebih banyak peluang,” tukas juru taktik asal Jerman itu kepada BT Sport usai laga.

“Tentu sepanjang laga saya melihat beberapa kesalahan dan saya pikir itu sangat penting.”

Klopp pun memuji dua pemain pengganti yang menjadi penyelamat Liverpool dari ancaman kekalahan.

Christian Benteke serta Joe Allen. Allen mencetak gol pada ujung waktu normal setelah menerima umpan sundulan Benteke di dalam kotak penalti Arsenal.

“Dia berhak atas gol tersebut,” kata Klopp

Sementara itu, Guss Hidink, pelatih Chelsea juga kecewa dengan hasil seri, dua gol berbanding dua ketika timnya berlaga menghadapi West Bromwich Albion.

Guus Hiddink meminta Chelsea untuk lebih bisa memaksimalkan laga kandang di paruh kedua Liga Inggris musim ini.

Bagi Hiddink, Chelsea harus bisa memaksimalkan laga kandang bila masih berharap bisa masuk empat besar di akhir musim.

“Bila menurut hitungan matematis kami masih mampu masuk empat besar, maka hal itulah yang akan terus jadi target kami.”

“Namun untuk itu kami harus memenangkan seluruh pertandingan, setidaknya kami harus memenangkan laga kandang. Kami butuh poin yang sulit dicapai, karena itulah butuh kemenangan di tiap laga kandang,” kata Hiddink seperti dikutip dari situs resmi klub.

Chelsea dua kali unggul di laga lawan WBA, , lewat gol Cesar Azpilicueta dan gol bunuh diri Gareth McAuley namun pada akhirnya hanya meraup satu poin lantaran kebobolan oleh gol James McClean.

Hasil ini membuat Chelsea belum lepas dari catatan buruk saat tampil sebagai tuan rumah. Dalam empat partai kandang terakhir, Chelsea hanya meraih lima poin.

Menurut Hiddink, seharusnya Chelsea bisa memanfaatkan momentum saat mereka unggul 1-0 di awal babak pertama.

“Hasil imbang ini cukup adil namun bila melihat jalannya laga di babak pertama, saat kami sudah unggul satu gol, kami punya beberapa kesempatan untuk membuat skor jadi dua gol.”

“Namun setelah itu kami justru kebobolan. Kami membiarkan mereka menekan dengan mudah. Dua gol mereka berasal dari tembakan luar kotak penalti,” kata mantan pelatih PSV Eindhoven ini.

Hiddink pun menyadari bahwa suporter Chelsea sangat ingin secepatnya melihat kebangkitan Chelsea yang saat ini masih berada di papan tengah.

“Suporter tuan rumah tentu selalu ingin menyaksikan timnya menang. Di tengah laga yang berlangsung dalam tempo tinggi dan sangat menarik ini, kami tentunya ingin memenangkan pertandingan.”

“Target kami di minggu ini sejatinya memenangkan tiga pertandingan yang kami mainkan, yaitu Piala FA akhir pekan lalu, laga West Bromwich tengah pekan ini, dan duel lawan Everton di akhir pekan nanti,” ujar Hiddink.

Selain Wenger dan Hidink, manajer Manchester City, Manuel Pellegrini. Juga harus puas dengan tambahan satu poin yang didapat Manchester City dari laga lawan Everton di Stadion Etihad.

Satu hal yang membuat Pellegrini kecewa adalah karena City tak dapat penalti di pengujung laga.

City sudah menurunkan deretan pemain terbaiknya mulai dari Sergio Aguero, Raheem Sterling, Jesus Navas, Yaya Toure, hingga Kevin De Bruyne.

Namun hal itu tak cukup bagi ‘The Citizens’ untuk membobol gawang Everton yang dikawal oleh Tim Howard.

Di masa injury time babak kedua, Raheem Sterling sempat dijatuhkan oleh John Stones di kotak penalti.

Namun wasit Roger East memutuskan hal tersebut bukanlah sebuah pelanggaran sehingga skor tanpa gol pun bertahan hingga akhir pertandingan.

“Seluruh orang di stadion bisa melihatnya. Kejadian itu juga dekat dengan posisi wasit dan ia bisa melihatnya dengan jelas.”

“Kedua kaki Raheem Sterling dilanggar oleh Stones. Namun bila wasit memutuskan untuk tidak meniup peluit, maka kami tak bisa mengatakan apa-apa lagi,” kata Pellegrini seusai pertandingan.

Pellegrini pun menilai penampilan City secara keseluruhan cukup bagus dan layak untuk mendapat kemenangan.

“Mungkin di babak pertama jalannya laga begitu ketat, namun di babak kedua kami begitu dominan, baik dalam penguasaan bola maupun tembakan ke gawang.”

“Kami menampilkan permainan yang cukup pantas untuk membuat kami memenangkan pertandingan. Normalnya, kami bisa mencetak gol di Etihad. Saya tak bisa mempercayai bahwa banyak peluang yang bisa dimentahkan oleh kiper mereka,” ujar Pellegrini.

Dengan hasil seri ini, City masih berjarak tiga angka dengan Arsenal yang memimpin klasemen sementara Liga Inggris. City ‘tertolong’ oleh hasil tiga gol berbanding tiga di laga Arsenal lawan Liverpool sehingga jarak mereka tidak melebar.

“Bila kami membuang dua angka di laga ini dan di laga lainnya Arsenal memenangkan pertandingan, maka hari ini akan jadi hari yang buruk bagi kami,” kata Pellegrini.

Pellegrini pun mengaku punya alasan mengapa hanya melakukan satu kali pergantian pemain di saat timnya kesulitan membobol gawang Everton.

“Kami hanya berjarak tujuh puluh dua jam dari laga selanjutnya akhir pekan nanti jadi saya butuh pemain yang segar di laga berikutnya.”

“Saya memasukkan David Silva karena ia memiliki sentuhan yang bagus di kotak penalti lawan. Saya pun tak berpikir bahwa City butuh pergantian lainnya di laga ini,” ujar Pellegrini berpendapat.

Exit mobile version