Site icon nuga.co

Ketika Arsenal Ditekuk City di Etihad

Laga padat Primer Liga di ujung tahun ini  membuat klub sebesari Arsenal menderita karena kesulitan mendapatkan celah untuk memanfaat ruang istirahat dan mengharuskan pemain untuk siap setiap saat di laga-laga keras.

Senin dinihari, 19 Desember 2016 sebagai contohnya.

Hari itu Arsenal kembali menuai kekalahan setelah ditekuk Manchester City  di Stadion Etihad, Manchester dengan skor  dua gol berbanding satu

Tambahan tiga angka dari laga ini membuat City, melangkahi Arsenal dengan selisih dua angka.

City kini ada di peringkat kedua dan berselisih tujuh angka dari pemimpin klasemen, Chelsea.

Sementara itu bagi Arsenal, kekalahan ini tentu amat menyakitkan.

Selain mereka semakin jauh dari pemuncak klasemen dengan duduk di peringkat keempat, poin mereka kini juga hanya berjarak empat angka dari Manchester United yang ada di peringkat keenam.

Dari jalannya laga, Arsenal sukses mengejutkan Manchester City lewat gol cepat yang mereka cetak di menit kelima.

Berawal dari serangan cepat, Hector Bellerin memberikan bola pada Alexis Sanchez yang ada di depan kotak penalti City.

Sanchez kemudian menyodorkan bola pada Theo Walcott yang lepas dari kawalan bek-bek City. Walcott pun tanpa kesulitan menaklukkan Claudio Bravo untuk mengubah kedudukan jadi 1-0.

Setelah gol tersebut, City berusaha keras untuk membongkar pertahanan Arsenal sepanjang babak pertama berlangsung.

Namun ketatnya pertahanan yang digalang Laurent Koscielny membuat City tak mampu sekalipun mengancam Petr Cech.

Alur pertandingan baru berubah di babak kedua ketika City sukses mencetak gol cepat. Saat babak kedua baru berjalan dua menit, Leroy Sane sukses menyamakan kedudukan jadi satu berbanding satu.

Sane lepas dari jebakan offside saat menyambut umpan David Silva dan dengan tenang menaklukkan Cech dalam duel satu lawan satu.

Gol Sane kemudian mengubah jalannya pertandingan secara keseluruhan. City menjadi lebih percaya diri untuk membombardir gawang Arsenal.

Setelah beberapa kali peluang gagal dimanfaatkan, pendukung City akhirnya bersorak di menit ketujuh puluh satu saat Raheem Sterling mengoyak gawang Arsenal.

Sterling mendapatkan bola setelah menerima umpan jauh dari Kevin De Bruyne. Meski dibayangi oleh Nacho Monreal dan Koscielny, Sterling sukses melepaskan tembakan ke pojok kiri gawang Cech.

Gol Sterling pun jadi gol penutup laga dan membuat City mengakhiri pertandingan dengan kemenangan

Manajer Arsenal, Arsene Wenger menyebut dua gol Manchester City pada laga di Stadion Etihad,  berbau offside dan hal itu sangat tidak menguntungkan bagi Arsenal.

Arsenal lebih dulu unggul lebih dulu lewat gol  Theo Walcott dan berhasil meredam keganasan City sepanjang babak pertama.

Namun di babak kedua, City mampu bangkit dan mencetak dua gol balasan lewat Leroy Sane dan Raheem Sterling.

Wenger melihat dua gol tersebut seharusnya tak sah karena offside.

“Tentu saja sangat sangat kecewa dan frustrasi. Kami menjalani babak pertama yang sangat bagus.”

“Namun setelah itu kami kebobolan oleh dua gol offside dan hal itu sulit untuk diterima,” ujar Wenger seperti dikutip dari BBC Sport.

Bagi Wenger, gol Sane memberikan harapan besar untuk City di laga ini. Sebelum gol tersebut tercipta, City masih kesulitan mencari cara membongkar pertahanan Arsenal.

“Gol pertama yang mereka ciptakan memberikan harapan besar pada mereka. Setelah itu kami menderita dalam tekanan mereka selama 25 menit selanjutnya,” ucap Wenger.

Gol Sane jadi perdebatan karena posisinya yang mendekati offside saat David Silva melepaskan umpan. Wenger pun beranggapan Sterling bisa mencetak gol karena David Silva yang berada pada posisi offside mengganggu penglihatan Petr Cech.

Kekalahan dari City di Stadion Etihad membuat Arsenal kini terperosok ke posisi keempat.

Tak hanya itu, Arsenal kini dalam ancaman Tottenham Hotspur yang hanya berjarak satu poin dari mereka di klasemen sementara Liga Inggris

Kekalahan yang diderita Arsenal diiringi oleh terciptanya rekor buruk Petr Cech. Cech sendiri mengakui bahwa Arsenal memang tengah menjalani periode buruk.

Lantaran kebobolan dua gol dari Manchester City di Stadion Etihad, maka untuk kali pertama dalam kariernya di Liga Primer Inggris, Cech tak mencatat satu kali pun clean sheet dalam delapan pertandingan beruntun.

Di balik kegagalannya mengantar Arsenal menang di markas City, Cech mengeluhkan proses terjadinya gol kedua City yang dicetak oleh Raheem Sterling.

“Ada pemain yang berdiri di arah datangnya bola sehingga saya tak melihat tembakan tersebut.”

“Saya tak tahu apakah itu David Silva atau bukan, namun saya tak bisa melihat bola yang datang dari arah belakang dirinya,” kata Cech seperti dikutip dari Goal.

Cech mengakui gol penyeimbang yang dicetak Leroy Sane telah membuat City benar-benar lepas dari tekanan Arsenal di laga tersebut.

“Gol pertama memberikan kepercayaan diri bagi mereka sedangkan gol kedua mengubah segalanya karena mereka bisa menunggu kami untuk melakukan serangan balik setelah itu.”

“Kami sangat kecewa minggu ini. Kami tak dapat poin namun perjalanan masih panjang. Kami harus kembali fokus dan memenangkan pertandingan,” tutur Cech.

Kesempatan bagi Arsenal untuk mendapatkan poin maksimal terbuka di dua laga berikutnya saat mereka bertindak jadi tuan rumah menghadapi West Bromwich Albion dan Crystal Palace.

Exit mobile version